Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 139.


__ADS_3

Letisia sudah memperhatikan dari tadi Janet menarik Donald masuk kedalam paviliun, dan terlihat marah karena Donald membuat masalah pada Janet, membuat Janet hampir tersiram air minumnya sendiri.


Dan sekarang Letisia melihat Janet keluar dari paviliun dengan wajah yang masih marah, membanting pintu paviliun dengan kencang.


Pasti Donald telah membuat Janet semakin marah, dan mereka bertengkar hebat.


Letisia menggamit lengan suaminya.


"Ya sayang?" tanya Damian menoleh memandang istrinya yang sepertinya ingin mengatakan sesuatu padanya.


"Sepertinya Janet dan Donald bertengkar..Janet terlihat begitu marah" bisik Letisia pada Damian.


Damian mencari adiknya diantara orang-orang yang tengah menikmati pesta, tapi dia tidak melihat adiknya tersebut.


"Dimana dia?" mata Damian mencari Donald.


Letisia menarik tangan suaminya, dan memutar badan menunjuk paviliun.


"Itu..mereka tadi bicara didalam paviliun!" tunjuk Letisia kearah paviliun, dan pertepatan sekali, tampak Donald keluar dari dalam paviliun.


Donald kemudian berjalan kearah Damian dan Letisia, wajah Donald terlihat begitu suram.


"Ada apa denganmu?" tanya Damian melihat wajah adiknya yang tidak begitu senang.


Donald diam saja, tangannya mengambil gelas dan mengisinya dengan anggur dingin.


"Makan dulu!" sahut Damian mengingatkan adiknya agar mengisi perutnya terlebih dahulu dengan makanan.


Donald tidak mendengarkan perkataan kakaknya tersebut, dengan sekali teguk anggur habis dengan sekali minum.

__ADS_1


"Kenapa dengan bibirmu, sepertinya ada darah disana!" sahut Damian melihat bibir Donald yang terlihat luka dan ada noda darah yang masih menempel di sudut bibirnya.


Astaga! pikir Letisia melihat bibir Donald yang terluka, Donald pasti sudah menyerobot bibir Janet, akhirnya kena serang.


Letisia menutup mulutnya ingin tertawa melihat Donald yang mengenaskan, pantas saja Janet dengan wajah marah keluar dari paviliun.


Ternyata Donald berbuat sesuatu pada Janet.


Sikap Donald sangat mirip dengan kakaknya, terlalu kasar, dan tidak pandai untuk mengubah nada bicaranya agar terdengar lembut.


Letisia jadi teringat saat Damian pertama kali menciumnya, dengan paksa Damian mencuri ciuman pertamanya. Dan tindakan Damian yang kasar, membuat Letisia semakin membenci suaminya itu.


Mengingat itu Letisia tersenyum geli, sekarang dia tahu sebenarnya suaminya saat itu ingin bersikap lembut padanya, tapi karena Letisia sudah menaruh rasa benci, dan bersikap dingin, jadilah Damian menjadi kesal karena diabaikan Letisia.


Donald dengan kencang meletakkan gelasnya yang sudah kosong ke atas meja, lalu menyeka bibirnya dengan kasar.


"Kau marah sama siapa?" tanya Damian menatap adiknya itu pura-pura tidak tahu.


"Sebenarnya kakak mengadakan pesta untuk apa sih...dan kenapa semua kebanyakan lelaki, apa kakak sengaja mengundang mereka untuk diperkenalkan pada pembantu kakak ya!" sahut Donald kesal tidak menjawab pertanyaan Damian.


"Ya..bisa dibilang seperti itu!" jawab Damian pura-pura berpikir sebentar.


Donald tersenyum mencibir, dia benar-benar kesal mendengar jawaban Damian.


"Mereka sudah lama tidak bersantai menikmati kumpul-kumpul bersama, mereka perlu pergaulan juga dan saling mengenal satu sama lain, mana tahu jodoh mereka ada diantara lelaki itu!" kata Damian menjelaskan dengan santainya, dan sesekali melirik istrinya yang diam-diam dari tadi sudah senyum-senyum.


Brakk!


Donald memukul meja dengan tangannya, dia marah mendengar perkataan Damian yang memang sengaja mengadakan pesta untuk memperkenalkan Janet dengan pria lain.

__ADS_1


"Ada apa denganmu?!" Damian kaget melihat adiknya memukul meja.


"Kak..kau memang sungguh luar biasa, buat apa kau sibuk mengurusi jodoh pembantumu, biarkan saja mereka mencari sendiri jodoh mereka, kenapa kau yang sibuk jadi makcomblang!" ujar Donald cemberut, wajahnya terlihat tidak senang.


"Aku sebagai Bos mereka harus peduli dengan kehidupan mereka..mereka semua tanggung jawabku, jadi aku harus mengenalkan mereka dengan seseorang yang telah ku kenal baik juga, agar mereka bisa hidup bahagia nantinya karena sudah mengenal pribadi masing-masing!" ujar Damian menjelaskan pada Donald, dan dia tahu pasti penjelasannya membuat adiknya itu semakin panas.


"Tidak masuk akal!" sahut Donald marah, dengan kesal dia bangkit berdiri.


Dari tadi Donald sudah tidak tahan melihat Janet mengobrol dengan salah satu anak buah Damian.


Dengan langkah yang panjang Donald berjalan menuju ke arah Janet yang sedang mengobrol.


Tangan Donald meraih piring yang dipegang Janet, lalu tanpa perduli dengan tatapan kaget Janet dan bawahan Damian tersebut, Donald dengan santai memakan sisa makanan yang ada di piring Janet.


"Ayo, temani aku mengambil makanan lagi...aku lapar sekali!" kata Donald dengan cueknya tidak perduli dengan tatapan terkejut pria yang mengobrol dengan Janet.


Donald meraih tangan Janet, dan membawanya pergi dari sana.


Janet tidak sempat menolak begitu tangannya ditarik Donald, semua mata spontan memandang ke arah mereka.


"Lepaskan aku!" bisik Janet dengan tajam.


"Makanan yang kau ambil tadi apa namanya, aku mau lagi..enak!" sahut Donald tidak memperdulikan bisikan tajam Janet.


Donald menggenggam jemari tangan Janet dalam genggaman tangannya yang besar, walau usia Janet lebih tua dari Donald, tapi masalah tubuh, Janet kalah dari Donald.


Donald sebagai aktor memiliki tinggi badan 190cm, sedangkan Janet hanya 160cm saja.


Janet merasa malu ditatap banyak orang, terutama Nyonya Besarnya yang melotot tidak percaya melihat Donald menggenggam tangan Janet.

__ADS_1


Habislah! pikir Janet, dia jadi panik ditatap Annabelle, rasanya Janet ingin menyembunyikan wajahnya, ini benar-benar memalukan.


Bersambung.....


__ADS_2