
Damian dan Annabelle tersadar dengan apa yang mereka perdebatkan.
Mereka lupa dengan keberadaan Leticia
Mereka tidak memikirkan apa pendapat Leticia mengenai masalah rumah tangganya dengan Damian, bahwa Leticia juga terlibat di dalamnya.
"Sayang...aku..."
"Tuan, aku sudah mengurus semuanya!" tiba-tiba Jenson masuk memotong perkataan Damian.
"Bagus, Ayo kita pulang, aku ganti baju dulu sebentar, sayang...masalah tadi, kita bicarakan lagi nanti dirumah, oke?" kata Damian mengelus kepala Leticia dengan lembut.
Damian bergegas mengganti bajunya ke kamar mandi, tidak sampai lima menit Damian selesai berganti baju.
Dan Leticia bergegas membereskan pakaian Damian, dan memasukkannya ke dalam tas.
"Oh!" Leticia tiba-tiba teringat pakaiannya tertinggal di mobil Jerry.
"Kenapa?" tanya Damian melihat Leticia sepertinya terbengong.
"Pakaianku..."
"Kenapa dengan pakaianmu?" tanya Damian mendekati Leticia.
"Tertinggal di mobil Jerry" gumam Letisia.
"Kenapa bisa tertinggal di mobilnya?" tanya Damian heran dan sekaligus tidak senang.
"Karena...tadi aku bawa pergi!"
__ADS_1
"Sudahlah...buang saja itu, nanti aku beli yang baru saja!" kata Damian, lalu mengambil tas pakaian yang baru selesai di tutup Leticia.
Damian membawa tas tersebut, dan satu tangan lagi menggenggam tangan Leticia.
Merekapun kemudian keluar dari kamar VVIP tersebut.
Jenson membuka pintu kamar dan mempersilahkan Damian untuk keluar terlebih dahulu.
Damian menggenggam tangan Leticia dengan erat keluar dari kamar pasien diikuti oleh Ibunya, Annabelle.
Di Koridor menuju lift, beberapa orang berseragam putih dengan tergesa-gesa menghampiri Damian.
"Tuan Damian....maafkan kelalaian kami tidak melayani anda dengan baik, ada kesalahan pada bagian resepsionis, tolong batalkan kembali menarik investasi anda Tuan!" seru seseorang di antara para pria yang yang lanjut usia pada Damian yang akan masuk ke dalam lift.
Damian tidak mendengarkan apa yang dikatakan pria tersebut, dia membawa Leticia masuk kedalam lift, disusul Annabelle dan Jenson.
"Bodoh! dasar bodoh! kenapa kalian tidak mendengarkan apa yang dikatakan Tuan Damian, dia adalah pasien spesial, dan melayani nya adalah prioritas kita!" kata pria paruh baya tersebut marah pada para bawahannya tersebut.
Semua menunduk tidak berani berkata apapun.
Sementara itu di dalam mobil Damian masih terus menggenggam tangan Leticia.
Hatinya tidak tenang memikirkan apa yang akan nanti dikatakan Leticia padanya mengenai tentang pengakuan hubungan mereka di depan umum.
Damian memejamkan matanya untuk menenangkan perasaannya.
Dia tidak menyangka dia akan takluk pada istri yang tadinya tidak dianggapnya, yang sekarang sangat di cintainya.
Gadis imut yang sangat berbeda dengan wanita-wanita yang selama ini dengan gampang di dapatkannya.
__ADS_1
Gadis yang menurutnya sangat istimewa karena belum tersentuh oleh siapapun, dan masih sangat muda.
Damian teringat saat pertama kali melihat Leticia, sebenarnya dia sudah ada perasaan suka melihat Leticia.
Tapi dia tidak menyadarinya dengan jelas, karena dia menyukai tipe wanita yang dewasa, yang berpenampilan cantik dan glamour.
Damian membuka matanya, menoleh kearah Leticia yang sedang melayangkan pandangannya melihat keluar mobil.
Damian mengelus punggung tangan Leticia dengan lembut yang berada dalam genggamannya.
Lalu perlahan membawanya ke bibirnya, mengecup punggung tangan Leticia dengan lembut.
Sontak membuat Leticia menoleh memandang Damian, dan tampak Damian tersenyum padanya.
Deg!
Jantung Leticia tiba-tiba terasa berdegup.
Dengan cepat Leticia mengedipkan matanya, dan mengalihkan pandangannya kembali keluar jendela mobil.
Dia bingung dengan perasaan yang baru saja dirasakannya.
Apa itu tadi? pikir Leticia bingung.
Leticia baru kali ini merasakan perasaan yang baru dirasakannya.
Tapi kemudian Leticia tidak memperdulikan apa yang baru saja dialaminya.
Bersambung.....
__ADS_1