Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 117.


__ADS_3

Setelah membersihkan wajahnya, Letisia menyimpan pembersih wajahnya ketempat semula.


Tanpa bicara Damian membalikkan tubuh istrinya menghadap padanya, dan perlahan mulai membantu Letisia menanggalkan pakaiannya.


Lalu melemparkan pakaian itu kedalam keranjang pakaian dengan mudahnya.


Letisia tersenyum melihat pakaiannya tepat masuk kedalam keranjang.


Damian mengecup kening Letisia gemas melihat senyuman istrinya itu yang begitu manis.


Lalu Damian membuka bra Letisia, dan terlihatlah dada istrinya yang begitu indah.


Tangannya iseng menyentuh ujungnya, dan Letisia menepuk tangan jahil suaminya tersebut.


"Kau begitu cantik sayang..dan begitu seksi!" bisik Damian mendekati wajah Letisia.


Satu kecupan mendarat dibibir Letisia.


Wajah Letisia sontak bersemu merah.


"Mari kita tanggalkan pakaian terakhir kita." Bisik Damian lembut ditelinga istrinya.


Kembali wajah Letisia semakin bersemu merah, dia merasa suaminya itu begitu mesum.


Tanpa menunggu jawaban dari Letisia, tangan Damian sudah meraih pakaian tipis membalut bokong istrinya.


Dan meluncurkannya jatuh ke lantai dibawah kaki Letisia, dan tubuh polos Letisia terlihat lebih indah dipandang Damian.


Damian menarik tubuh istrinya itu mendekat padanya, dan satu kecupan dia daratkan lagi ke bibir istrinya.


"Ayo mandi!" kata Letisia meraih pakaian dalamnya yang tergeletak dilantai, lalu menaruhnya ditempat khusus untuk dibersihkannya nanti sendiri olehnya.

__ADS_1


Damian juga menanggalkan pakaian dalamnya, dan menggabungknya ketempat khusus bersama milik istrinya.


Mereka mandi dibawah shower.


Damian mengambil sabun cair dan menuangkannya ke shower puff, lalu menggosoknya dengan lembut ke punggung Letisia.


Saat akan menggosok bagian depan, dengan cepat Letisia mengambil shower puff tersebut dari tangan Damian.


"Bagian depan biar aku yang bersihkan!" kata Letisia, lalu menggosok tubuh bagian depannya dengan cepat.


"Bukan seperti itu menggosoknya sayang..kalau seperti itu kasar sekali, kulitmu nanti lecet!" sahut Damian panik melihat cara Letisia menggosok kulit depannya dengan gerakan yang cepat dan terlihat begitu kuat.


"Nah, sudah selesai!" kata Letisia memberikan shower puff tersebut kepada Damian.


Letisia kemudian mengguyur tubuhnya dibawah shower.


"Aku juga mau sayang..punggungku belum digosok!" ujar Damian memberikan kembali shower puff tersebut kepada Letisia.


"Sini!" Letisia meraih shower puff tersebut dari tangan Damian.


Damian tersenyum senang, dia memberikan punggungnya digosok Letisia.


Gosokan Letisia terasa begitu nyaman, Damian menyukai cara Letisia menggosok punggungnya.


Tidak berapa lama merekapun selesai juga mandi.


Damian mengambil handuk kering dari dalam lemari handuk, lalu menggosokkan handuk tersebut ke rambut Letisia yang basah.


Setelah itu mengambil bathrobe dan memakaikannya ketubuh Letisia.


Lalu mengambil handuk untuk dirinya sendiri, dan mengelap tubuhnya sebentar lalu membalutkannya ke pinggangnya.

__ADS_1


"Sudah sayang..ayo!" Damian dengan cepat membopong tubuh istrinya tersebut.


"Aow..!" Letisia menjerit terkejut tiba-tiba dibopong Damian, "Turunkan aku sayangku..biarkan aku jalan saja!"


Damian tidak menjawab, dia membopong Letisia keluar dari kamar mandi.


Lalu meletakkan istrinya didepan cermin, membuka handuk yang membalut rambut basah Letisia.


Mengambil hairdryer dari dalam laci meja rias Letisia, lalu mengeringkan rambut basah istrinya.


Letisia merasa begitu dimanjakan oleh suaminya tersebut, dia tersenyum melihat tangan besar Damian yang mengeringkan rambutnya begitu lembut membuka rambutnya diterpa angin dari hairdryer.


Sepuluh menit kemudian rambut Letisia pun kering, dan mereka masuk kedalam walk in closet untuk memakai baju.


Di ruang makan Bibi Lina sudah menyajikan makan malam mereka, lengkap dengan susu hangat untuk Letisia dan jus penambah energi untuk Damian.


Damian menarik kursi untuk Letisia, setelah istrinya duduk, Damian menarik kursi untuk dirinya sendiri.


Menu dimeja makan, Bibi Lina menyajikan empat macam lauk dan sayur, ayam, udang dan dua macam sayur.


Damian menatap sebentar menu makanan yang disajikan Bibi Lina diatas meja tersebut, dan jus yang beberapa kali telah diberikan untuk di minumnya.


Udang bagus untuk penambah stamina tubuh lelaki, dan meningkatkan daya tahan untuk ereksinya.


Dan jus yang diletakkan Bibi Lina didepannya, Damian langsung bisa menyimpulkan bahwa Bibi Lina sedang membantu keharmonisan hubungan rumah tangganya dengan Letisia.


Sudut bibirnya perlahan menyunggingkan senyuman bangga kepada Bibi Lina.


Dia akan menaikkan gaji Bibi Lina, kinerjanya sangat bagus, Damian puas.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2