Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 49.


__ADS_3

Leticia merasa kalau Damian mencari kesempatan, padahal dia sudah membantu membukakan pakaiannya.


Tangan kirinya tidak sakit, masih bisa digunakan untuk membuka celananya.


Damian berdiri ditempatnya masih menunggu Leticia membantu dia untuk membukakan celananya.


Rasa kesal Leticia mulai datang, dia sudah membantu Damian membuka pakaiannya, tapi Damian malah menginginkan lebih jauh lagi pertolongan Leticia.


Leticia merasa tingkah Damian seperti anak kecil, menginginkan perhatian lebih darinya.


Leticia sudah menahan rasa canggung dari tadi untuk membantu Damian, tapi pria itu tanpa rasa sungkan meminta Leticia agar menanggalkan celananya juga.


Dipandangnya Damian dengan tatapan malas.


Wajah Damian terlihat memelas, dia seperti orang yang tidak berdaya.


Leticia merasa pandangan matanya seperti salah lihat, raut wajah Damian terlihat begitu memelas seperti ingin dikasihani.


Astaga! benar-benar tidak tahu malu, pikir Leticia merasa gondok.


Dia bisa menunjukkan wajah yang seperti itu? bisik hati Leticia tidak percaya.


"Ini sudah malam, aku mau istirahat, tanganku sakit sekali!" kata Damian meringis.


Leticia menghela nafas panjang, dia pun melangkah mendekati Damian lagi.


Leticia perlahan membuka resleting celana Damian.


Leticia memejamkan matanya menarik celana Damian turun kebawah.


Damian memperhatikan apa yang dilakukan Leticia, dan juga melihat Leticia menutup matanya, tidak berani melihat daerah sensitifnya.


Damian tersenyum lucu melihat raut wajah Leticia yang terpejam.

__ADS_1


Itu terlihat sangat menggemaskan, Damian tidak menyangka bisa mendapat istri yang sangat lucu begini.


Damian merasa seperti lelaki yang baru pertama kali merasakan kasmaran, dia merasa ada semacam rasa yang membuncah di dadanya.


"Sudah!" sahut Leticia membalikkan tubuhnya membelakangi Damian.


Damian tidak bergerak ditempatnya, ada keinginan yang kuat ingin memeluk Leticia.


Tapi disisi lain dia merasa takut akan membuat Leticia marah, tangannya terulur ingin meraih tubuh mungil Leticia.


Ingin mendekap tubuh istrinya itu dalam pelukannya.


Surat kontrak yang telah dibuatnya sendiri sudah banyak yang tidak dipatuhi nya lagi.


Dia yang tulis untuk dipatuhi Leticia, malah dia yang mengacaukan segalanya.


Leticia bisa mematuhi semua yang dia buat, dan satupun tidak ada yang tidak dipatuhi Leticia.


Damian menghela nafasnya frustasi dengan perasaannya yang datang terlambat.


Dia ingin saat itu memperlakukan Leticia dengan baik.


"Tuan!" tiba-tiba Leticia bersuara.


Damian tersadar dari lamunannya, ia menurunkan tangannya.


"Baiklah, aku pergi mandi" kata Damian akhirnya mengalah.


Damian pergi masuk ke dalam kamar mandi.


Leticia kemudian membereskan pakaian kotor Damian, memasukkan kedalam keranjang pakaian kotor.


Lalu Leticia masuk kedalam walk in closet untuk mengambil baju tidur Damian dan pakaian dalamnya.

__ADS_1


Meletakkan pakaian itu diatas tempat tidur.


Brukkk!!


Leticia mendengar suara dari dalam kamar mandi, seperti benda jatuh.


"Tuan!" teriak Leticia berlari menuju pintu kamar mandi, dia khawatir Damian terjatuh dikamar mandi.


"Tuan! anda baik-baik saja kan?!" teriak Leticia dari luar kamar mandi.


Tidak ada suara dari dalam, membuat Leticia semakin khawatir.


Leticia memasang telinganya dengan tajam di daun pintu kamar mandi.


Tidak ada suara sama sekali.


"Tuan! aku masuk ya!" teriak Leticia lagi.


Kemudian dengan berani dia membuka pintu kamar mandi, lalu menerobos masuk kedalam.


Tampak dilantai kamar mandi Damian terduduk diam dengan kepala menunduk, keadaan tubuhnya masih memakai pakaian dalamnya.


Air mengalir dari shower membasahi tubuh Damian, rambut dan tangannya yang baru di gips ikut juga basah.


"Tuan, anda kenapa?" tanya Leticia mendekat.


Leticia berjongkok melihat keadaan Damian, dan Leticia jadi ikut basah karena air dari shower terus mengalir.


Perlahan Damian mengangkat wajahnya, matanya memerah.


Leticia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, Damian menangis.


Tuan arogan yang disegani menangis, ada apa dengannya? pikir Leticia bingung.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2