Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 133.


__ADS_3

Annabelle akan menegur putranya tersebut kalau sudah berada dirumah, apa maksudnya tiba-tiba membawa seorang wanita bergabung dengan mereka.


Kalau benar seperti apa yang dikatakan wanita itu, dia akan mengikat mereka dengan pernikahan agar Donald tidak meniru kelakuan seperti Damian,mempunyai banyak wanita cinta satu malamnya.


"Sepertinya kau belum memperkenalkan nama teman wanitamu pada Mama!" sahut Annabelle pada putranya tersebut.


"Kenalkan nama saya Liana, Tante!" sahut wanita cantik itu dengan senyuman merekah dibibirnya, dia merasa begitu bahagia sepertinya akan diakui oleh Ibunya Donald, teman seprofesinya yang diam-diam sudah lama disukainya.


Sementara itu Janet, sedikitpun tidak tertarik dengan percakapan wanita cantik dengan Nyonya Besar dan adik Tuannya tersebut, dia lebih fokus menikmati makan siangnya.


Sesekali Letisia meletakkan lauk kedalam piring Janet, karena merasa segan untuk mengambil lauk lainnya, dia hanya mengambil lauk dan sayur yang ada didepannya.


"Sudah berapa lama hubungan kalian?" tanya Annabelle sambil menyendok nasi, lalu memakannya.


"Mama..!" sahut Donald merasa keadaan sudah semakin tidak nyaman.


Sudut bibir Damian tersenyum geli melihat adiknya yang mulai panik, Mama mereka sungguh wanita yang jeli, sepertinya dia ingin memberi pelajaran pada Donald.


Dan Damian juga ingin membantu Mamanya untuk memberi Donald pelajaran, agar lain kali dia tidak bermain-main lagi dengan perasaan orang lain.


"Ma..masih pendekatan Tante!" wanita cantik bernama Liana itu yang menjawab.

__ADS_1


"Apakah kau menyukai putraku?" tanya Annabelle to the point.


"I..iya Tante!" jawab Liana dengan malu-malu.


Jawaban Liana itu, sontak membuat wajah Donald berubah menggelap, tanpa sadar matanya melirik ke arah Janet.


Sepertinya Janet tidak mendengar apa yang mereka bicarakan, Janet terlihat menikmati makannya dengan santai.


"Oh begitu, baguslah..aku akan bicara dengan orang tuamu untuk membicarakan pernikahan kalian!" kata Annabelle dengan santai.


Donald spontan berdiri sanking terkejutnya dengan apa yang dikatakan oleh Ibunya tersebut, dia tidak menyangka Ibunya serius menanggapi apa yang dikatakan Liana.


"Mama!" teriak Donald dengan kencang.


Rasain! aku tahu kau hanya iseng saja membawa wanita itu makan siang bersama kita, bisik hati Damian tersenyum geli melihat wajah adiknya yang berubah jadi panik.


"Mama kenapa sesuka hati langsung mengatur pernikahan ku!" sahut Donald tidak senang.


"Kau membawa teman wanitamu makan bersama kita, bukankah itu tandanya kau memberi sinyal padaku kalau dia spesial di hatimu!" ujar Annabelle dengan nada tajam.


"Bu..bukan begitu, a..aku sebenarnya hanya ingin membuat suasana kemenangan Mama biar terasa ramai saja dengan banyaknya orang makan bersama dengan kita!" sahut Donald merasa bersalah, dia benar-benar tidak menduga keisengan nya menjadi bumerang baginya.

__ADS_1


"Sesuka hati mu saja bertindak, kau tidak tahu kalau kau sudah mempermainkan perasaan orang yang menyukaimu?!" sahut Annabelle kencang


Plakk!


Annabelle memukul tangan Donald dengan kencang menggunakan sendok.


"Dari tadi kau diam saja saat temanmu bicara, sedikitpun kau tidak membantah apa yang dikatakannya, jadi Mama menyimpulkan kalau kalian memang saling menyukai!" sahut Annabelle lagi dengan kencang.


Donald terdiam mendengar apa yang dikatakan Ibunya, dia jadi merasa bersalah.


Tanpa sadar matanya melirik lagi kearah Janet, dan Donald melihat sudut bibir Janet tersenyum mengejeknya tanpa sedikitpun melihat padanya.


Hati Donald berdesir melihat senyuman Janet tersebut, dia merasa Janet merasa senang ternyata Liana tidak ada hubungan apa-apa dengan dirinya.


Sementara Janet sendiri mencibir Donald dalam hati, dasar bodoh! bisik hati Janet tidak habis pikir dengan tingkah Donald yang hampir sama seperti Tuannya dulu.


Janet tahu kalau Donald masih muda, tentu masih senang bermain-main dengan beberapa wanita sama seperti Tuannya dulu.


Donald yang baru beberapa tahun menjadi seorang aktor, karena rekomendasi dari kakaknya Damian dengan satu agensi.


Usia Damian dengan Donald beda sepuluh tahun, dan umurnya dengan Donald beda empat tahun.

__ADS_1


Usia Janet lebih tua dari Donald, jadi Janet menganggap Donald masih seorang adik yang masih belum dewasa.


Bersambung....


__ADS_2