Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 108.


__ADS_3

Mobil pengantin perlahan memasuki pelataran halaman Mansion Damian, dan berhenti di depan pintu utama Mansion.


Damian membuka pintu mobil untuk Letisia, dan mengulurkan tangannya saat Letisia akan turun dari dalam mobil.


Letisia memberikan tangannya dipegang oleh Damian.


Dengan lembut Damian menggenggam tangan istrinya, dan menutup pintu mobil dibelakang Letisia.


"Aaa..!" tiba-tiba Letisia menjerit, Damian tanpa bicara mengangkat tubuh istri kecilnya tersebut.


Dan, Letisia reflek mengalungkan tangannya keleher Damian.


"Tuan..eh sayangku..turunkan aku, aku bisa jalan sendiri!" kata Letisia memeluk erat leher Damian, dia takut jatuh.


"Jangan bergerak sayang..hari ini aku bahagia sekali, akhirnya pernikahanku diketahui umum..dan istriku akhirnya jatuh cinta padaku, hidupku rasanya lengkap sudah..!" kata Damian dengan nada yang begitu senang.


Cup!


Dikecupnya pipi Letisia dalam bopongannya sembari berjalan masuk kedalam Mansion.


Wajah Letisia bersemu merah mendapat kecupan dari Damian, wajahnya disembunyikannya keceruk leher Damian.


Damian semakin senang melihat Letisia tersipu malu karena kecupannya, sungguh imut.


Tangannya semakin erat membopong tubuh istri kecilnya itu, wajahnya terlihat begitu bahagia.


Tubuh Letisia terasa ringan dalam bopongannya, langkahnya begitu santai berjalan masuk kedalam Mansion.


Damian membopong istrinya naik ke lantai atas, berjalan menuju kamar utama yang telah direnovasi hasil desain pilihan istri kecilnya, yang membuat cintanya semakin dalam pada istrinya itu.


Damian mendorong daun pintu dengan punggungnya, dan menutup kembali dengan punggungnya.


Letisia melihat kamar mereka sepertinya berbeda, banyak kelopak bunga mawar diatas tempat tidur dan bunga mawar dalam vas bunga dengan ukuran besar ada diatas nakas dan meja sofa.


"Siapa yang menaruh bunga mawar dikamar kita sayangku?" tanya Letisia.

__ADS_1


Dengan lembut Damian meletakkan Letisia berdiri didekat tempat tidur super king size mereka, lalu memegang kedua tangan Letisia menghadap kearahnya.


Letisia mendongakkan kepalanya, menatap Damian yang menariknya merapat padanya.


"Sepertinya Bibi Lina dan yang lainnya yang menaruh..sepertinya untuk ucapan selamat datang pada kita, karena ini pertama kali nya kita akan tidur dikamar pengantin kita!" kata Damian dengan lembut, jemarinya mengelus lembut pipi Letisia.


"Oh, begitu rupanya" kata Letisia dengan polosnya.


Damian mengecup punggung tangan Letisia dengan lembut, sembari matanya menatap mata Letisia yang mendongak menatapnya karena tinggi mereka yang sangat jauh berbeda.


Tubuh mungil Letisia ditarik Damian semakin merapat ke tubuhnya.


"Sayangku..aku ingin minta maaf lagi padamu, aku merasa bersalah padamu..telah mengabaikanmu selama ini..maafkan aku sayang" kata Damian lembut.


"Iya..aku maafkan" kata Letisia tersenyum menatap Damian yang terlihat semakin tampan saja.


"Kau tahu tidak sayang..terkadang aku merasa tidak pantas untuk mencintaimu..karena aku pria bajingan yang tidak pantas mendapat cintamu" ucap Damian mengelus ujung hidung kecil Letisia dengan lembut.


"Jangan katakan seperti itu sayangku!" kata Letisia mengulurkan tangannya menyentuh pipi Damian.


"Kadang aku berpikir kalau aku membiarkanmu pergi dan melepaskanmu..hatiku sakit sekali, mulai malam ini aku tidak ingin berpisah darimu sampai kematian memisahkan kita!" kata Damian mengecup tangan Letisia yang mengelus pipinya.


Letisia tersenyum mendengar apa yang dikatakan Damian itu, perasaannya sangat bahagia.


Akhirnya dia menemukan pria yang benar-benar mencintainya, pria yang selama ini dibencinya ternyata adalah cinta sejatinya.


Memang kita tidak tahu dimana, siapa dan kapan kita akan menemukan seseorang yang mencintai kita dengan tulus, kita tidak bisa memprediksi nya.


Ada istilah 'kalau tidak kenal tidak akan ada timbul rasa sayang'.


Letisia tersenyum memikirkan istilah itu, yang sekarang dialaminya.


Damian masih terus mengecup tangan Letisia, bibirnya perlahan turun mengecup ke pergelangan tangan Letisia.


Dan semakin turun mengecup lengan atas Letisia, dan terus turun kebahu Letisia.

__ADS_1


Letisia masih tersenyum melihat Damian yang begitu lembut mengecup tangannya, dan sekarang mengecup leher Letisia.


Senyum Letisia perlahan menghilang, dan diganti dengan wajah yang bersemu merah setelah Damian mengecup lehernya.


Bibir Damian perlahan naik ke wajah Letisia, dan perlahan memiringkan wajahnya untuk mengecup bibir Letisia yang begitu di sukanya.


Bibir Damian menyentuh bibir ranum Letisia, tubuhnya langsung bergetar dengan bahagia.


Sekarang dia akan sering merasakan bibir ini, bibir Letisia yang membuat dia candu.


Spontan Letisia memejamkan matanya merasakan bibir Damian mulai mengulum bibirnya, terasa sangat lembut dan hati-hati.


Damian menarik pinggul Letisia semakin merapat padanya, dan perlahan tangannya menjalar mengelus punggung istrinya itu.


Letisia meletakkan kedua telapak tangannya bertumpu didada kekar Damian, dan mulai membalas ciuman Damian.


Letisia membuka bibirnya menyambut ciuman Damian, dan membuat Damian semakin erat memeluk tubuh Letisia.


Bibir Letisia sangat lembut membuat Damian lupa diri, tangannya perlahan membuka resleting gaun Letisia.


Sementara bibirnya semakin dalam mengulum bibir istri kecilnya itu, menyusupkan lidahnya mencari lidah Letisia.


Dada Damian rasanya mau meledak, ini ciuman yang begitu diimpikannya.


Rasanya sangat manis, dan membuat dia melayang.


"Sayang..aku mencintaimu" gumamnya diantara ciumannya, dia semakin dalam mengulum bibir Letisia.


Tangannya sudah berhasil membuka gaun mewah yang dipakai istrinya, dan kulit Letisia begitu lembut ditelapak tangannya.


Ini sungguh membuat Damian ingin menjerit begitu bahagia, istri kecilnya yang belum pernah disentuh pria manapun terasa sangat manis sekali.


Membuat Damian tanpa sadar menggeram merasakan ereksi, perutnya terasa berpendar seperti ada kupu-kupu yang berterbangan.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2