Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 126.


__ADS_3

Pagi besoknya, ruang bawah terdengar begitu ribut saat Letisia bangun dan membuka pintu kamar.


"Kenapa berisik sekali dibawah sayang?" tanya Damian yang masih mengantuk ditempat tidur.


"Tidak tahu, tapi sepertinya itu suara Donald!" sahut Letisia masih berdiri diambang pintu kamar.


"Ngapain dia datang pagi sekali kemari..dan pake acara ribut lagi!" dengan malas Damian bangkit dari tempat tidur.


"Sepertinya dia kesal!" kata Letisia.


"Anak itu perlu kena hajar lagi..ribut apa dia datang ke rumahku!" Damian memakai sandal kamarnya, lalu bergegas menuju pintu.


Damian berdiri di dekat tangga melihat ke lantai bawah.


"Siapa yang berisik pagi-pagi begini!" teriak Damian dengan kesal.


"Kak..!" panggil Donald mendekati tangga.


"Ngapain kau datang kerumahku pagi begini..kau yang buat keributan ya?" sahut Damian.


"Mama menyuruh aku mengantarkan obat untuk mu dan kakak ipar!" sahut Donald.


"Terus..kenapa kau berisik?" tanya Damian.


"Aku kesal sama pembantu mu!" sahut Donald mengeluh.


"Pembantuku? memangnya apa yang telah dilakukannya padamu sampai kau begitu kesal?" tanya Damian, lalu menuruni tangga.


"Aku tidak suka dia sok ramah padaku!" kata Donald.

__ADS_1


Donald tidak tahu begitu kesal setiap kali Janet bicara padanya, membuat dia jengkel mendengar suara ramah Janet yang lembut.


Membuat perasaannya campur aduk, seolah-olah Janet ingin menarik perhatiannya.


Plakk!


Lagi-lagi Donald mendapat pukulan dari Damian, karena mengeluh mengenai Janet.


"Lain kali jangan datang ke Mansionku kalau Mama memerintahkan mu untuk melakukan apa pun..kau pikir seorang pelayan harus bersikap sinis untuk melayani Tuannya dan tamu Tuannya? aneh kau memang...ada yang salah mungkin diotakmu!" kata Damian marah.


"Cara dia terlalu berlebihan..aku gak suka!" kata Donald masih mengeluarkan kesalnya, matanya melirik ke arah Janet yang berdiri diujung ruang tengah.


"Kau yang cari masalah, lain kali jangan pernah menginjakkan kaki lagi kemari, agar kau tidak bertemu dengan Janet..dia sudah tiga tahun bekerja dirumahku, aku tahu semua sikap Pelayanku..dia memang seperti itu orangnya, mau dengan siapapun harus ramah!" kata Damian bersidekap memandang adiknya dengan tatapan menyelidiki.


"Terlalu berlebihan!" kata Donald tetap tidak senang dengan sikap Janet yang ramah bertanya padanya tadi.


"Atau..jangan-jangan kau suka pada Janet ya!" tebak Damian memicingkan matanya menatap Donald semakin curiga.


"Kalau begitu lain kali jangan datang lagi kemari..dan kalau bertemu dengannya dimanapun, kau jangan pedulikan dia..karena dia akan sering dibawa istriku untuk menjadi asistennya kalau pergi keluar rumah!" kata Damian masih menatap adiknya itu dengan penuh curiga.


"Iya..aku pergi dulu, itu obat buat kalian diberikan Mama untuk kalian minum setiap hari..aku tidak tahu untuk apa obat itu, Mama hanya menyuruh aku mengantarkan saja!"


"Iya, tahu...pergilah sana!" kata Damian mengusir adiknya agar cepat pergi, berisik sekali kalau sudah kesal.


"Iya..iya, aku pergi!" kata Donald, lalu pergi meninggalkan ruang tengah menuju pintu depan Mansion.


"Aku tidak bisa mengantarkan mu kedepan, pergilah sendiri..Janet juga tidak bisa mengantarkanmu kedepan, kau kan tidak menyukainya!" ujar Damian menyindir Donald.


"Iya! aku tahu! cerewet!!" sahut Donald dengan kencang, dia semakin kesal disindir oleh kakaknya tersebut.

__ADS_1


Damian terkekeh geli melihat tingkah adiknya, yang tidak tahu sejak kapan menjadi begitu sensitif.


Setelah melihat adiknya pergi dengan langkah kesal, Damian berbalik dan menaiki tangga, kembali lagi ke kamarnya.


Kamar telah rapi dibereskan Letisia, dan tidak melihat istrinya itu dikamar.


Damian melangkah menuju kamar mandi, dan dugaannya benar, istrinya didalam kamar mandi sedang sikat gigi.


Damian mendekati istrinya, dan berdiri tepat dibelakangnya, memeluk pinggang ramping Letisia.


"Apa yang terjadi dengan Donald sayangku?" tanya Letisia.


"Dia kesal dengan Janet"


"Kenapa kesal?"


"Dia bilang, Janet cari perhatian padanya..terlalu ramah dan suaranya terlalu disengaja lembut kalau bicara padanya!" kata Damian, lalu mengendus aroma tubuh istrinya itu.


"Ada-ada saja dia..Janet kan memang seperti itu kalau bicara!" Letisia membersihkan sikat gigi yang telah dipakainya.


"Iya, dia memang aneh!" Damian membalikkan tubuh istrinya setelah berkumur.


Satu kecupan mendarat ke bibir Letisia.


"Aku akan sikat gigi, sayang mandilah lebih dulu!" kata Damian, lalu sekali lagi mengecup bibir istrinya tersebut.


"Iya!" angguk Letisia.


Mereka pun kemudian membersihkan diri. Damian menyikat gigi, sementara Letisia mandi dibawah shower.

__ADS_1


Pagi ini, setelah mereka selesai sarapan, akan berangkat ke pengadilan untuk menuntut Ayah angkat Letisia.


Bersambung......


__ADS_2