Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 151.


__ADS_3

Donald dan Janet sesampai dirumah terbengong melihat Annabelle begitu sibuk menyiapkan barang-barang rumah tangga untuk dibawa ke Vila Donald.


Mereka hanya bisa memandang Annabelle yang sibuk mengatur dua sekuriti dan dua pengawalnya membawa semua barang-barang tersebut kedalam mobil box.


Annabelle ternyata sudah dari tadi sibuk mempersiapkan barang-barang yang baru dibelinya, dan mobil box sudah hampir penuh.


"Mama..apa itu semuanya?" tanya Donald menunjuk mobil box yang sudah hampir penuh tersebut.


"Barang-barang untuk ditempatkan dirumah baru kalian!" jawab Annabelle.


"Mama..biarkan Janet yang mengatur untuk keperluan rumah kami, dia yang menjadi Nyonya dirumah itu, jadi dia yang tahu apa saja yang akan dia beli untuk mengatur rumah kami!" sahut Donald merasa tidak suka kalau Ibunya yang mengatur barang-barang rumah tangga mereka, keinginan Donald hanya Janet yang boleh mengatur dan juga harus menurut selera Janet.


Agar dia bisa merasakan semua dekorasi dan barang-barang yang ada di Vila mereka adalah pilihan Janet, dan itu memuaskan Donald.


Annabelle berhenti memerintahkan sekuriti untuk mengangkat barang, dan kemudian Annabelle memandang Donald.


"Biarkan saja barang yang sudah Mama atur dibawa ke Vila, kan tanggung sudah dimasukkan kedalam mobil!" sahut Janet menenangkan rasa kesal Donald.


Donald diam sejenak mendengar apa yang dikatakan Janet, lalu menarik nafas panjang.


"Baiklah, itu saja yang dibawa, yang belum dinaikkan jangan dibawa, tinggalkan saja disini untuk Mama!" kata Donald akhirnya.


"Mama ingin membantu, tapi kau malah tidak suka dibantu, ya sudahlah...jangan naikkan lagi yang lain!" kata Annabelle dengan terpaksa mengalah karena Donald tidak menyukai pilihannya untuk mendekorasi Vila baru Donald.

__ADS_1


Annabelle akhirnya mengalah pada Donald, tidak ikut campur lagi dalam urusan mendekorasi Vila baru Donald, bisa-bisa mereka berdua nantinya jadi bertengkar.


Barang-barang yang telah masuk kedalam mobil box dibawa ke Vila Donald, dan Donald terpaksa menerima barang-barang tersebut masuk kedalam rumah barunya.


Dan Donald mengatakan pada Ibunya jangan ikut campur lagi untuk mengurus rumahnya kelak, seperti Ibunya tidak ikut campur dalam urusan Mansion kakaknya Damian.


Annabelle hanya bisa mengiyakan saja apa kata Donald, putra bungsunya itu sudah punya seseorang yang dicintainya, tentu saja Donald menginginkan selera istrinya yang ada di dalam rumah barunya.


Janet merasa sifat Donald tidak jauh beda dengan kakaknya Damian, dia ingat bagaimana Damian memohon pada Letisia untuk menentukan dekorasi kamar Damian menurut selera Letisia.


Hari yang melelahkan bagi Janet hari ini karena pertengkarannya dengan wanita yang mengaku selebriti, jadi ia memutuskan tidak ikut untuk ke Vila untuk mengatur barang-barang.


"Ayo ikut saja, hanya duduk untuk melihat, kau atur dan perintahkan saja letak barang-barangnya mau letak di mana dan posisinya dimana!" kata Donald meraih tangan Janet agar ikut untuk pergi kerumah baru mereka.


Donald terlihat begitu senang, dan dia terlihat jadi bersemangat.


Sementara itu di Mansion Damian.


Damian menerima laporan dari Jenson kalau ada seorang Selebriti mengajukan tuntutan kepada Donald dan Janet.


Damian dan Letisia saling pandang melihat laporan yang diberikan Jenson tersebut.


"Tuntutan karena melakukan penganiayaan?" kening Damian berkerut.

__ADS_1


"Ya Tuan, saat ditoko perhiasan..Nona Janet menampar dan menarik rambut seorang wanita didalam toko setelah selesai memilih cincin pernikahan mereka!"


Letisia tiba-tiba tersenyum mendengar Janet menampar dan menjambak rambut seorang wanita, pasti itu berkaitan dengan Donald.


"Pasti seru perkelahiannya!" sahut Letisia tanpa sadar sambil tersenyum lucu.


Damian dan Jenson sama-sama menoleh dengan spontan memandang Letisia, mendengar perkataan Letisia yang terlihat begitu senang Janet membuat keributan.


"Sayang.." tegur Damian mengingatkan Letisia, kalau tindakan Janet dan Donald tidak bagus.


"Sayangku..kau jangan dengarkan si penutut itu, aku yakin mereka yang salah, makanya Janet mengganas, kau harus selidiki terlebih dahulu baru menanggapi si penuntut itu!" sahut Letisia memberikan sarannya.


Damian dan Jenson saling pandang, dan akhirnya Damian mengangguk kepada Jenson.


"Baik Tuan, aku akan selidiki apa motif pertengkaran itu!" kata Jenson.


"Kalau mereka yang bersalah dan mencoba menuntut Donald dan Janet, kau harus memberi perhitungan pada wanita itu sayangku!" kata Letisia memberi saran lagi pada Damian.


"Baik sayang, aku akan kerjakan apa yang kau katakan Nyonya" ucap Damian memeluk Letisia dengan gemas, dia merasa istrinya tersebut lama-kelamaan sudah pandai untuk mengambil keputusan.


"Mereka begitu sibuk untuk hari pernikahan mereka, biarkan kita yang pergi mengurus wanita si penuntut itu!" kata Letisia lagi memberi saran.


"Iya sayang, seperti apa yang kau katakan..kita yang akan pergi!" Damian mengecup kepala istrinya semakin gemas, istri kecilnya itu benar-benar sudah menjadi seorang Nyonya Group Jhonson, sudah pandai untuk mengatasi masalah di keluarga mereka.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2