
Janet sontak mundur dengan cepat begitu dapat melihat siapa yang berbaring didepannya.
"Kenapa kau bisa masuk ke kamarku?" sahut Janet terkejut, seumur hidupnya belum pernah ada lelaki masuk bahkan berbaring di tempat tidur yang sama dengannya.
"Kau begitu nyenyak sekali tidur, aku sudah mengetuk pintu kamar, tapi kau tidak menanggapinya, jadi aku masuk kedalam untuk memastikan...apakah kau masih tidur, ternyata benar sekali, kekasihku ternyata masih tertidur dengan lelap!" ujar Donald tersenyum lucu melihat Janet yang begitu takut melihat dirinya.
"Si..siapa kekasihmu, keluar!" sahut Janet galak, dia memegang selimut dengan erat menutupi tubuhnya.
"Ini sudah siang, apakah kau masih ingin melanjutkan tidurmu lagi?" tanya Donald masih saja tersenyum menatap Janet yang terlihat imut walau acak-acakan.
"Apa! sudah siang?" Janet reflek melihat kearah jendela, terlihat cahaya matahari dari sela-sela hordeng.
Astaga! ini baru pertama kali aku bangun kesiangan! pikir Janet panik.
Tadi malam Janet sulit sekali untuk terlelap, dia tidak tahu jam berapa akhirnya tertidur.
Donald duduk tegak, lalu memutar tubuhnya mengambil sesuatu dari atas nakas.
Sebuah nampan berisi satu gelas susu hangat, dan satu piring kecil berisi dua roti panggang lengkap dengan isian sayur, daging dan lainnya.
"Ini sudah jam sembilan pagi, aku telah membuat sarapan untukmu..makanlah selagi hangat!" Donald memberikan nampan yang dia pegang kepada Janet.
Janet tercekat melihat sarapan yang disodorkan Donald itu, sungguh dia tidak mempercayai apa yang dilihatnya.
Donald membuatkan sarapan untuknya, perasaan Janet jadi campur aduk melihat ketulusan Donald membuatkan sarapannya, dan bahkan membawanya kedalam kamar.
Donald memang terlihat benar-benar serius dengan perasaannya, lelaki itu terlihat begitu senang memberikan sarapan itu padanya.
Janet menatap Donald dengan lekat, tampak bibir Donald masih menyunggingkan senyuman.
__ADS_1
"A..aku belum sikat gigi dan cuci muka!" kata Janet merasa malu dengan keadaannya yang berantakan.
"Kau tetap imut walaupun belum cuci muka, aku tetap terpesona!" ujar Donald tersenyum genit pada Janet.
Wajah Janet sontak memerah melihat senyum genit Donald, dia tidak menyangka Donald bisa jahil juga.
"A..aku sikat gigi dulu!" Janet melemparkan selimutnya kesamping, lalu dengan cepat turun dari tempat tidur.
Janet dengan langkah cepat masuk ke kamar mandi, lalu mengunci pintu kamar mandi.
Janet menatap wajahnya yang kusut didepan cermin, rasanya dia tidak percaya dengan kisah hidupnya yang disukai oleh adik majikannya.
Janet menepuk-nepuk pipinya, rasanya seperti bermimpi, mimpi yang tidak masuk akal.
Hidupnya yang tadinya biasa-biasa saja, menjadi seorang pembantu di sebuah Mansion yang mewah, sekarang menjadi luar biasa.
Dari pembantu majikan, menjadi calon adik ipar majikan.
Dan, yang lebih tidak dipercayainya lagi, dia disukai seorang lelaki yang usianya lebih muda darinya.
Janet semakin bingung dengan apa yang dialaminya sekarang, dengan kencang tanpa sadar, tangan Janet semakin keras menepuk kedua pipinya untuk menyadarkan otaknya yang kebingungan.
Apakah aku sebegitu cantiknya? pikir Janet seraya masih terus saja menepuk-nepuk pipinya, yang terasa semakin merona memikirkan kekasihnya seorang pria muda.
Tok! tok! tok!
Terdengar suara ketukan dipintu kamar mandi.
"Janet! ada apa? apa yang terjadi?" suara Donald terdengar begitu panik dari balik pintu kamar mandi.
__ADS_1
Hah? apakah suara tepukan tanganku sampai terdengar sampai keluar pintu kamar mandi? pikir Janet menatap wajahnya yang semakin memerah karena tepukan tangannya.
"Buka pintunya! Janet!!" Donald menggedor pintu kamar mandi dengan kencang.
Astaga! haruskah sampai sebegitu paniknya? bisik hati Janet jadi serba salah, Janet merasa Donald terlalu khawatir pada dirinya.
"Aku tidak apa-apa!" sahut Janet dengan kencang.
"Suara apa barusan? buka pintunya..cepat!" teriak Donald.
Dengan cepat Janet menyiram wajahnya dengan air, kemudian sambil menyikat giginya, Janet membuka pintu kamar mandi.
Tampak didepan pintu Donald berdiri dengan wajah yang terlihat cemas, dan langsung menghambur masuk kedalam kamar mandi, meraih tangan Janet dan memeriksa seluruh tubuh Janet.
"Aku tadi mendengar suara pukulan sangat kencang, apa yang terjadi denganmu?" tanya Donald melihat wajah Janet, menelusuri setiap inci wajah Janet.
"Tidak ada ap...!"
"Kenapa pipimu? apa kau terjatuh? ini sangat merah!" tanya Donald dengan nada cemas, memegang pipi Janet yang terlihat memerah.
"I..itu, tadi aku mencuci wajahku dan menggosoknya terlalu kencang, jadilah memerah!" kata Janet menjelaskan dengan kebohongan.
Janet tidak menyangka Donald benar-benar panik mendengar tepukan tangannya yang menepuk pipinya, apakah pintu kamar mandi ini begitu tipis, sampai suara yang tidak begitu keras bisa terdengar sampai keluar kamar? pikir Janet memandang pintu kamar mandi.
"Oh, syukurlah...aku pikir kau terjatuh ke lantai!" Donald mengelus pipi Janet, "Cepatlah sikat gigi, sarapannya nanti keburu dingin!"
"Iya, baik!" jawab Janet.
Donald kemudian keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
Bersambung.....