Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 60.


__ADS_3

Perlahan Leticia menutup pintu kamar pasien.


Karena Leticia tidak mengerti cara naik lift, Leticia berjalan menelusuri lorong rumah sakit untuk turun menggunakan tangga.


Leticia belum pernah jalan sendiri ditempat umum, dia merasa ada perasaan bebas berjalan seorang diri.


Leticia berpikir sambil jalan, apakah dia perlu melarikan diri untuk mewujudkan kebebasannya yang sekarang bisa dia raih?


Sambil berjalan Leticia merenung.


Semenjak dari kecil sampai sebatas sekolah dan rumah saja lingkungannya, Leticia tidak pernah pergi kemana pun.


Dia masih buta rute jalanan di kotanya tersebut.


Kini usianya sudah dua puluh tiga tahun, Leticia merasa sudah waktunya untuk mandiri.


Dia akan mengamati setiap rute jalan.


Sementara itu didalam kamar pasien VVIP, Amira dan Rita duduk di sofa menjaga Damian istirahat.


"Kau harus lebih agresif lagi untuk mendapatkan perhatian kak Damian, kak Damian sangat suka dengan wanita yang gemulai, dengan kata-kata yang lembut dan jangan lupa untuk menyentuh tangannya dengan mesra, dia pasti akan suka padamu!" kata Amira memberi Rita tips untuk merayu kakaknya.


" Baiklah, kami memang sudah lama tidak bertemu semenjak aku keluar negeri...dulu seingatku kak Damian tidak pernah marah kalau aku merangkul tangannya " ujar Rita sambil melamun mengingat masa lalunya dengan Damian.


" Tenang saja, aku yakin kau pasti akan menjadi istri kak Damian...kau perlu merawat kak Damian dengan baik dan penuh perhatian, dia pasti akan menceraikan cewek yang tidak jelas asal-usulnya tersebut " kata Amira dengan penuh keyakinan.


Mereka melihat Damian sepertinya bergerak ditempat tidur pasien.


"Cepat, kak Damian sudah bangun, kau harus ada disampingnya!" Amira mendorong Rita untuk pergi kesamping tempat tidur pasien.

__ADS_1


Dengan cepat Rita pun bergegas menghampiri tempat tidur Damian.


Benar saja, Damian perlahan membuka matanya.


Kepalanya menoleh kearah Rita.


"Kak...sudah bangun?" sahutnya sembari tersenyum manis.


"Siapa kau?" tanya Damian, dia sepertinya belum begitu sadar dari tidurnya.


"Aku..Rita!" kata Rita semakin melebarkan senyumannya.


Tiba-tiba Damian langsung tersadar, pria itu kemudian duduk tegak memperhatikan sekelilingnya.


"Kak..!" panggil Amira datang mendekat ke tepi tempat tidur pasien.


"Kenapa kalian disini?!" tanya Damian tajam, dia merasa tidak nyaman.


Amira meraih tangan kiri Damian, dan memegang tangan kakaknya tersebut.


"Kenapa kakak bisa terluka, Rita datang untuk menjaga kakak!" kata Amira.


"Istriku mana?" tanya Damian tidak memperdulikan perkataan adiknya tersebut.


Mata Damian nanar melihat sekeliling ruangan kamar tersebut, sosok Leticia tidak terlihat di setiap sudut kamar.


"Gadis itu..." Amira belum selesai menyelesaikan kalimatnya, mata Damian tiba-tiba begitu tajam menatapnya.


Damian langsung curiga dengan melihat dua wanita yang ada di kamarnya tersebut.

__ADS_1


Damian tahu adiknya tidak menyukai Leticia, sepertinya adiknya tersebut melakukan sesuatu pada istrinya.


"Mana istriku?!" tanya Damian lagi dengan nada yang begitu dingin.


"Kak..!" panggil Rita dengan lembut.


Damian mengabaikan panggilan Rita tersebut, matanya masih tajam memandang adiknya.


"Di mana istriku?!" tanya Damian lagi dengan tajam.


"Kak..dengar dulu!" sahut Rita dengan nada lembut, dia mencoba meraih tangan Damian.


Damian dengan kasar menepis tangan Rita.


"Apakah kau pura-pura tidak tahu kalau aku ini sudah menikah? jangan bersikap genit padaku, aku sudah memiliki istri, pergi!" teriak Damian.


Rita tersentak mendengar teriakan Damian sambil memandangnya dengan tatapan tajam.


"Kak..!" panggil Amira, dia jadi takut melihat kakaknya mulai marah.


"Sudah berapa kali kutanya, dimana istriku?!" teriak Damian.


"Aku suruh pulang" sahut Amira gugup.


Pranggg!!


Damian melempar gelas yang berada diatas meja disamping tempat tidur pasien.


Amira dan Rita terkejut bukan main melihat Damian melempar gelas ke lantai.

__ADS_1


Mereka gemetar ketakutan.


Bersambung.....


__ADS_2