Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 135.


__ADS_3

Janet menghempaskan tubuhnya keatas kasur, hari ini dia terasa sangat penat sekali, penat karena kesal dan penat karena pening.


Mereka tidak selesai mencicipi dessert karena Donald bertingkah lagi, Annabelle langsung menarik Donald untuk pulang.


Annabelle kembali memarahi Donald karena membuat suasana tidak menyenangkan, dan menanyakan kenapa marah dengan tiba-tiba memukul meja.


Jawaban Donald membuat Janet ingin memukul aktor itu dan bergelut dengannya, dan ingin melayangkan tinjunya berkali-kali ketubuh Donald, sungguh menjengkelkan.


Lagi-lagi jawaban Donald mengatakan kalau Janet menjengkelkan, suka sekali tebar pesona.


Janet melempar bantal dengan kesal mengingat perkataan Donald tadi, dia yang tadinya menaruh rasa hormat pada Donald sekarang yang ada rasa benci dan kesal pada putra bungsu Nyonya besarnya tersebut.


Janet mengacak rambutnya kesal, lalu memejamkan matanya untuk menenangkan perasaannya yang kesal.


Sementara itu dikamar utama dilantai dua, Letisia membaringkan tubuhnya ditempat tidur, dan disusul suaminya bergabung dengannya.


"Sayangku..aku merasa Donald menyukai Janet, dia selalu merasa kesal kalau Janet bicara dengan ramah dengan pria lain!" kata Letisia membalikkan tubuhnya menghadap pada suaminya.


"Tidak mungkin sayang...saat Janet bicara ramah dengannya juga dia emosi, aku tidak tahu apa maunya anak itu!" ujar Damian, lalu berbalik menghadap Letisia, mereka sekarang saling berhadapan.

__ADS_1


Tangan Damian menarik istrinya untuk lebih dekat padanya, lalu mengecup kening istrinya dengan mesra.


"Memangnya kau merasakan kalau Donald menaruh rasa suka pada Janet?" tanya Damian merangkul pinggang Letisia.


"Iya, sama persis dengan sikapmu sayang..menyimpan rasa suka, tetapi suka meledak-ledak karena yang ditaksir tidak perduli dengan perasaanmu!" ucap Letisia sembari menoel ujung hidung Damian.


Wajah Damian seketika memerah mengingat sikapnya saat ingin menarik perhatian istrinya itu, dia memang bingung untuk menunjukkan rasa sukanya.


Karena dia terlalu arogan, jadi alhasil dia tidak bisa untuk bersikap lembut, karena dia suka memerintah dan menerima saja kalau ada yang menaruh perhatian padanya.


Damian tidak pernah menunjukkan perhatian pada seseorang semenjak dihianati tunangannya yang penipu, jadi dia merasa kaku dan kasar.


Damian memeluk istrinya mengingat tingkahnya dulu, dia merasa malu dan juga menyesal.


"Iya, kalian satu darah..tentu saja ada kemiripan, bagaimana kalau kita memastikan apa benar Donald menaruh perasaan pada Janet!" kata Letisia memberi usul.


"Sayang mau melakukan apa?" Damian memandang istrinya itu dengan kening berkerut.


"Bagaimana kalau kita mengadakan acara kumpul-kumpul disini..mengundang beberapa teman dan rekan bisnis sayang yang masih lajang!" ujar Letisia tersenyum nakal.

__ADS_1


"Tidak mau..mereka nanti malah tertarik denganmu, aku tidak ingin ada lelaki lain melirikmu!" Damian tidak setuju, dia merasa istrinya yang akan menjadi pusat perhatian nantinya.


Damian tahu kalau rekan bisnisnya banyak yang brengsek, sama seperti dengan dirinya yang dulu.


"Baiklah, baimana kalau kumpul-kumpul dengan bawahan mu saja sayang..dan mereka kan tidak mungkin macam-macam dan melirik padaku!" kata Letisia akhirnya mengusulkan dengan cara lainnya, dia tahu Damian tidak bisa tenang kalau mengundang rekan bisnisnya.


Damian terlalu posesif, Letisia tidak ingin membuat suaminya itu meradang karena kesal melihat pria lain tersenyum padanya.


"Oh..itu bagus, baik aku setuju..kapan kita mulai mengerjai Donald?" tanya Damian jadi semangat mendengar rencana istrinya.


"Bagaimana kalau besok?"


"Baik, besok..cocok sekali, kau aturlah pestanya..aku mendukungmu sayang!" ucap Damian tersenyum senang, dikecupnya bibir istrinya sekilas.


Lalu kemudian memeluk istrinya dengan erat, dia jadi penasaran bagaimana sikap adiknya melihat Janet berbincang-bincang dengan bawahannya nanti.


Apakah dia mengamuk, atau biasa-biasa saja! Damian tersenyum jahil, dia membayangkan kalau benar adiknya menyukai Janet.


Secepatnya status Janet akan dia cabut menjadi seorang pembantu, dia harus meresmikan status Janet menjadi asisten Letisia.

__ADS_1


Agar rumor tentang Donald menyukai seorang pembantu tidak tersebar diluar, karena itu akan membuat karir Donald turun.


Bersambung.....


__ADS_2