Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 55.


__ADS_3

Melihat sikap tenang Damian yang sedang menikmati sarapannya, Leticia tahu kalau Damian yang menyuruh asistennya Jenson untuk berbicara mewakili dirinya.


"Kenapa harus aku?" tanya Leticia dengan wajah bingung.


Jenson terlihat bingung juga untuk menjawab, dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Kalau menurut saya, memang Nyonya yang seharusnya menentukan dan memilih warna yang anda sukai untuk kamar anda Nyonya!" kata Jenson untuk mengingatkan akan status Leticia.


Akhirnya dia mendapatkan kata-kata yang cocok untuk disampaikan pada Leticia.


"Tuan!" Leticia memanggil Damian.


Damian menoleh sambil mengunyah roti isi buatan Leticia.


"Bukankah anda yang memanggil pemborong untuk merenovasi kamar anda, kenapa aku yang harus menentukan warna dan desainnya?" tanya Leticia.


"Oh, jadi apakah harus aku pergi kesana untuk mengaturnya?" sahut Damian.


Damian pun membuat drama supaya Leticia yang pergi untuk melihat desain yang sesuai keinginannya.


Damian memegang tangan kanannya yang terasa nyeri, raut wajahnya terlihat sedikit pucat.


Dan dia perlahan bangkit dari duduknya dengan susah payah dan terlihat nyaris tidak sanggup untuk berdiri.


Leticia melihat perubahan pada wajah Damian yang terlihat menahan sakit.


Leticia seketika menyadari kalau Damian masih sakit, tadi dia masih merasakan tubuh Damian masih hangat.

__ADS_1


Leticia bergegas melangkah mendekati Damian, memegang tangan kanan Damian yang tampak begitu berat diangkat Damian.


Leticia merasakan tangan Damian panas, memang Damian masih sakit.


"Sudahlah, biar aku yang pergi untuk memantau renovasi kamar anda!" kata Leticia akhirnya.


"Terimakasih" ucap Damian.


Sudut bibirnya sedikit merekah, dia berhasil membuat Leticia yang mendesain kamar mereka.


"Aku akan pergi melihat, istirahat lah Tuan, nanti aku akan bawa sup ikan kalau Bibi Lina sudah selesai memasak sup nya"


"Baik" kata Damian patuh.


Leticia pun beranjak pergi ke kamar Damian.


"Jenson, kemari sebentar!" sahut Damian pada Asistennya tersebut.


Jenson dengan patuh masuk menghadap pada Damian.


"Pergi tagih hutang orang tua angkat Leticia, katakan kalau mereka tidak ingin membayar, hubungan kerja mereka dengan beberapa perusahaan yang menanamkan modal pada mereka akan memutuskan hubungan kerja dengan mereka!" kata Damian memberi instruksi pada Jenson.


Mendengar perkataan Damian tersebut, Jenson langsung mengerti apa yang diinginkan oleh bos nya tersebut.


"Baik Tuan!" angguk Jenson patuh.


"Pergilah, dan panggilkan Dokter Victor datang kemari untuk memeriksa tanganku" kata Damian.

__ADS_1


"Baik"


Jenson pun undur diri dari kamar tersebut, untuk mengerjakan apa yang diperintahkan Damian padanya.


Sementara itu dikamar utama Leticia sedang melihat foto brosur yang disodorkan pemborong padanya, untuk melihat desain mana yang diinginkan olehnya.


Akhirnya Leticia memilih satu desain kamar yang dia lihat sangat indah, dan juga tempat tidur super king size yang elegan.


Ternyata renovasi kamar tersebut lengkap dengan tempat tidur beserta pernak-perniknya sesuai dengan apa yang ada didalam gambar brosur tersebut.


Sofa, meja sofa, tirai jendela, meja rias mewah, karpet bludru lantai, sprei lima pasang, dan lain sebagainya yang ada didalam foto desain kamar tersebut.


Pemborong langsung mengarahkan bawahannya untuk memulai merenovasi, setelah Leticia menentukan kamar yang bagaimana yang diinginkannya.


Dan mereka pun mulai bekerja setelah diberi instruksi dari pemborong tersebut.


Leticia pun pergi dari kamar tersebut untuk membiarkan para pekerja mengerjakannya pekerjaan mereka.


Leticia pergi ke dapur untuk melihat sup ikan untuk Damian.


"Sup nya sudah matang Nona!" sahut Bibi Lina melihat Leticia yang masuk ke dalam dapur.


Bibi Lina menyendok sup kedalam sebuah mangkuk.


Sup mengepul mengeluarkan aroma yang begitu wangi dan pasti sangat gurih.


Leticia mengambil nampan dan menaruh mangkuk sup tersebut ke atas nampan.

__ADS_1


Lalu membuat jus untuk Damian.


Bersambung.....


__ADS_2