Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 42.


__ADS_3

Damian membawa Leticia ke ruang dalam tempat berkumpulnya keluarga mereka.


Keluarga Damian memiliki empat anggota keluarga saja, sementara Ayah Damian sudah lama meninggal saat Damian berusia dua puluh lima tahun.


Setelah kematian Ayah mereka, Damian yang menjadi kepala rumah tangga meneruskan usaha Ayahnya.


Damian memiliki dua orang adik, lelaki dan wanita.


Yang lelaki seorang aktris, dan yang wanita seorang model.


Ibu Damian seorang Ibu rumah tangga yang selalu sibuk melakukan kegiatan amal.


Di ruang keluarga telah menunggu Ibu Damian dan adik perempuan Damian, dan seorang wanita lainnya.


"Akhirnya kalian datang, mari sini!" Ibu Damian, Nyonya Annabelle, berdiri menyambut Leticia.


Leticia mendekati Annabelle yang mengulurkan tangannya pada Leticia.


Annabelle membawa Leticia duduk di sofa bersamanya.


Dengan perasaan canggung terpaksa Leticia duduk disebelah Ibu Damian tersebut.


Leticia melirik dua wanita cantik duduk didepan mereka, Leticia belum mengenal mereka.


Leticia semakin canggung saja, gadis itu merasa tidak nyaman bergabung duduk dengan orang-orang kaya tersebut.


"Hai kak, lama tidak jumpa!" kata seorang wanita cantik tersebut berdiri menghampiri Damian.


Kemudian mereka berdua saling berpelukan lalu cium pipi kanan, dan cium pipi kiri.

__ADS_1


"Dia adiknya Damian, baru pulang dari luar negeri, dia seorang Modeling!" bisik Annabelle pada Leticia.


"Oh!" ucap Leticia.


"Dan yang satu lagi, itu teman masa kecil Damian!" bisik Annabelle lagi.


"Oh!" ucap Leticia lagi.


Dia semakin canggung saja, duduknya terasa tidak nyaman.


"Apa kabar kak?" wanita teman kecil Damian datang menghampiri Damian, lalu seperti adik Damian, dia juga memeluk Damian dan cipika-cipiki.


"Kabar baik!" jawab Damian datar.


Damian melepaskan pelukan wanita tersebut yang semakin menempel pada Damian.


"Oh!" kata Leticia lagi.


"Amira, ini kakak iparmu, kau tidak berkenalan dengan kakak iparmu?" tegur Annabelle pada putrinya.


"Oh, hai kakak ipar, kenalkan aku Amira?" kata Amira yang terlihat hanya sekedar basa-basi saja.


"Hai juga, aku Leticia!" sahut Leticia menyambut uluran tangan Amira.


Sewaktu Damian dan Leticia menikah, kedua adik Damian berada diluar negeri.


Jadi mereka belum saling kenal.


"Kenalkan ini Rita, teman masa kecil kak Damian!" kata Amira mengenalkan temannya, ada nada senang dalam suaranya mengenalkan Rita.

__ADS_1


"Hai, namaku Leticia!" kata Leticia mengulurkan tangannya pada Rita.


"Namaku Rita!" kata Rita yang terlihat seperti enggan untuk bersalaman dengan Leticia.


Leticia bisa merasakan kalau teman masa kecil Damian menaruh rasa tidak suka padanya.


Leticia tersenyum dalam hati, merasa lucu sendiri. Sepertinya Rita cemburu padanya.


Teman masa kecil Damian menyukai Damian, dan terlihat bagaimana dia begitu berbinar-binar mengobrol dengan Damian.


"Kenapa kak Donald belum datang, aku sudah mulai lapar!" kata Amira adik Damian mulai kesal.


"Sabar, mungkin dijalan lagi macet!" kata Annabelle.


Mereka pun menunggu adik lelaki Damian yang belum datang, baru akan memulai makan malam.


Damian ingin duduk di sebelah Leticia, tapi Amira menarik tangannya agar duduk diantara dirinya dan Rita.


Damian melirik kearah Leticia, dia takut Leticia semakin tidak menyukainya dan menganggap dirinya tebar pesona lagi.


Leticia terlihat tenang saja, sepertinya tidak perduli padanya.


Damian diam-diam menghela nafas, sepertinya sangat sulit untuk mendapatkan perhatian Leticia.


Damian membiarkan Rita terus berbicara tanpa dia dengarkan sedikitpun, pikirannya dan perhatiannya hanya fokus pada Leticia yang tengah mengobrol dengan Ibunya.


Satu jam mereka menunggu adik lelaki Damian belum datang juga, akhirnya mereka memutuskan untuk makan duluan.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2