
Setelah selesai membersihkan kamar, Letisia bergegas pergi ke dapur untuk membatu Bibi Lina memasak sarapan Damian.
" Nona...aku sudah membuat sup untuk Tuan Damian " sahut Bibi Lina begitu Letisia masuk kedalam ruang dapur.
" Terimakasih Bi " kata Letisia mendekati Bibi Lina yang tengah memasak.
" Apakah ada yang perlu aku bantu Bi?" tanya Letisia.
" Tidak ada lagi Nona...semua sudah selesai...kalau anda ingin sarapan, saya sudah buatkan untuk Nona " kata Bibi Lina.
Bibi Lina memberikan sarapan Letisia didalam nampan.
"Terimakasih Bi " Letisia menerima nampan tersebut.
Lalu membawanya ke meja yang ada diruang dapur tersebut, lalu menarik kursi untuk duduk.
Bibi Lina dengan cekatan membuatkan teh hangat untuk teman sarapan Letisia.
Letisia pun memakan sarapannya dalam diam.
Sarapan yang dibuat Bibi Lina sangat enak, dengan cepat sarapannya habis mengkilap dimakan Letisia.
Setelah selesai sarapan, Letisia membawa sarapan Damian kekamar.
Ternyata Damian masih tidur, dan terlihat sangat nyaman dengan mulut yang sedikit terbuka.
__ADS_1
Melihat pemandangan itu bibir Letisia tersenyum, dia merasa lucu melihat wajah Damian yang terlihat sangat polos.
Tiba-tiba Letisia teringat apa yang telah mereka lakukan tadi malam, bahkan dia berinisiatif membalas ciuman Damian.
Seketika wajah Letisia memerah, membayangkan ciuman Damian yang membuat dia melayang.
Letisia menggeleng-gelengkan kepalanya, membuang pikirannya yang membuat dadanya terasa agak berdebar.
Tentu saja Damian bisa membuat dia melayang, karena Damian ahlinya dalam mencium wanita! pikir Letisia.
Sudah banyak wanita yang diciumnya, dan ciuman yang membuatnya melayang, pasti membuat para wanita itu tidak rela ditinggalkan Damian.
Mereka dengan tidak tahu malu mengejar Damian, walaupun dipermalukan oleh Damian, mereka tidak perduli sama sekali.
Letisia harus membuang pikirannya yang rasanya seperti ada sedikit desiran mulai mengagumi Damian.
Damian adalah pria impian setiap wanita, akan banyak masalah yang akan dia hadapi menjadi istri Damian.
Letisia harus membangunkan Damian, ini sudah siang, dia harus membersihkan diri lalu sarapan.
Letisia perlahan mendekati tempat tidur, berdiri di samping tempat tidur.
Dengan pelan tangan Letisia menyentuh bahu Damian, dan menggoyang nya pelan.
" Tuan...bangun sudah siang, anda harus sarapan " kata Letisia.
__ADS_1
Ternyata Damian bereaksi dengan goyangan yang dibuat Letisia pada bahunya.
Perlahan mata Damian terbuka, dan melihat Letisia berdiri di dekatnya memandang kearah nya dengan tatapan matanya yang indah.
" Bangun Tuan, sudah waktunya untuk sarapan...apakah anda mau sikat gigi terlebih dahulu?" tanya Letisia.
Suara Letisia terdengar sangat lembut didengar telinga Damian, bibirnya tersenyum senang menatap Letisia.
" Maukah kau membantuku sikat gigi?" tanya Damian dengan suara agak manja.
Hah! Apa aku salah dengar ya? pikir Letisia mengerutkan keningnya mendengar suara Damian yang agak lain.
" Sepertinya tidak bisa Tuan, anda harus pergi sendiri kekamar mandi untuk sikat gigi " kata Letisia.
" Baiklah...aku akan sikat gigi dulu baru setelah itu sarapan " ujar Damian menyingkirkan selimutnya.
Lalu turun dari tempat tidur, memakai sandal kamar lalu mendorong penyanggah infus ke kamar mandi.
Setelah Damian masuk kekamar mandi, Letisia membereskan tempat tidur.
Seperti biasa tiap pagi, setelah bangun tidur, sprei selalu harus diganti dengan yang baru.
Letisia mengganti sprei tempat tidur dan bantal, Letisia juga mengganti selimut yang mereka pakai tadi malam.
Setelah itu, Letisia mengambil pakaian baru Damian.
__ADS_1
Bersambung.....