
Damian menggenggam tangan Letisia dengan erat begitu Letisia menyetujui kalau pernikahan mereka diumumkan didepan umum.
" Kemarilah sayang " Damian menarik tangan Letisia agar mendekat padanya.
Letisia bangkit dari duduknya, lalu mendekat pada Damian.
Damian menarik Letisia duduk di pangkuannya, wajahnya terlihat begitu bahagia dengan senyuman yang manis merekah dibibirnya.
Kalau seandainya Letisia sedang jatuh cinta pada Damian, dia pasti akan sangat berdebar melihat wajah Damian yang bahagia dengan senyuman manisnya tersebut.
Karena Damian terlihat sangat tampan tersenyum manis, tapi sayangnya Letisia belum ada perasaan apapun pada Damian.
Jadi dia tidak terpesona sedikitpun pada ekspresi wajah Damian yang terlihat tampan itu.
Damian mendekap tubuh Letisia dalam pangkuannya, wajahnya dia benamkan keceruk leher Letisia.
" Sayang...aku bahagia sekali kau menyetujui pernikahan kita diketahui umum, aku pria yang sangat bodoh selama ini....aku mengabaikan istriku yang imut dan istimewa, maafkan aku sayang " gumam Damian serak, dia sangat terharu, Letisia akhirnya mengakui dirinya sebagai suami Letisia.
Letisia diam saja dipeluk oleh Damian, dan membiarkan Damian mengendus aroma tubuhnya.
Tangannya tidak ada tergerak sedikitpun untuk membalas pelukan Damian, dia diam kaku membiarkan Damian sesuka hatinya mendekap dirinya.
Damian semakin erat memeluk tubuh Letisia, dan merekapun beberapa saat seperti itu.
Drrrtt!
Tiba-tiba suara getaran ponsel terdengar.
Damian merenggang kan pelukannya, lalu memeriksa ponselnya.
__ADS_1
Dia tidak membawa ponsel.
Drrrtt!
Suara getaran ponsel masih terus terdengar.
" Bukan punyaku, ponselku tertinggal dikamar " kata Damian memandang mata Letisia yang menatapnya.
Letisia memegang saku roknya, ternyata ponsel jadulnya yang bergetar.
Siapa yang meneleponnya, ponselnya tidak pernah sekalipun mendapat panggilan dari siapapun.
Letisia merogoh saku roknya, ternyata benar.
Mata Letisia nanar menatap nama yang tertera dilayar ponsel jadulnya, Cindy.
Adik angkat Letisia.
Wajahnya langsung berubah tidak senang melihat Letisia sepertinya tidak berani menerima panggilan si penelepon, Damian langsung curiga kalau yang menelepon Letisia adalah seorang pria.
" Siapa sayang?" tanya Damian tajam, dia merasa cemburu.
Damian meraih ponsel dari tangan Letisia, dan melihat siapa yang menelepon istrinya.
Cindy.
Damian ternyata salah paham, bukan seorang pria, melainkan seorang wanita.
" Siapa ini sayang?" tanya Damian mengerutkan keningnya.
__ADS_1
" Adik angkatku " jawab Letisia.
" Mau apa dia?" tanya Damian.
" Tidak tahu " Letisia menggelengkan kepalanya.
Damian menekan tanda hijau, lalu menaruhnya ke telinganya.
Lalu Damian mendengarkan apa yang dikatakan oleh adik angkat Letisia diseberang telepon sana.
Wajah Damian terlihat berubah menggelap mendengarkan apa yang dikatakan oleh adik angkat istrinya tersebut.
Dengan sekali sentak Damian mematikan ponsel tersebut, tidak ingin lagi mendengar apa yang dikatakan adik angkat Letisia.
Damian menggenggam ponsel jadul Letisia dengan erat didalam genggaman tangan kirinya, dia terlihat menahan emosi.
" Jadi seperti itukah?" tanya Damian, suaranya terdengar menahan emosinya yang mau meledak.
Sekarang dia tahu kenapa Letisia tadi tidak begitu minat menerima telepon adik angkatnya tersebut.
Suara makian dan teriakan yang merendahkan Letisia, terdengar jelas ditelinga Damian yang dilontarkan adik angkat Letisia.
Karena hutang Ayah angkat Letisia ditagih kembali oleh Damian, sementara Letisia sudah mereka serahkan sebagai pelunas hutang.
Dan, itu membuat bekas keluarga angkat Letisia meradang memarahi Letisia.
Mereka curiga Letisia menghasut Damian untuk menagih kembali hutang yang sudah dianggap lunas.
Damian mengetatkan geraham nya, dia akan membuat perhitungan dengan bekas Ayah Mertua angkatnya tersebut.
__ADS_1
Bahkan adik angkat Letisia saja begitu tidak sopan bicara kasar pada Letisia, sungguh ironis.
Bersambung.....