Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 121.


__ADS_3

Damian esoknya bangun lebih awal, dengan perlahan dia turun dari tempat tidur.


Dengan pelan kembali menyelimuti istrinya yang masih terlelap.


Damian mendaratkan kecupannya di kening Letisia, dan mengelus dengan lembut pipi istrinya.


Setelah itu dia pun masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri.


Pagi ini dia akan berhadapan dengan Ayah angkat Letisia, untuk mengakui kesalahan yang dibuatnya.


Selesai mandi dan setelah itu berpakaian, Damian melihat istri kecilnya masih terlelap dengan nyenyaknya.


Damian tersenyum melihat wajah Letisia yang begitu imut saat tertidur, kembali dia mendaratkan kecupannya pada kening Letisia.


"Istirahatlah sayang..jangan banyak melakukan pekerjaan rumah lagi, kau harus memanjakan dirimu," gumam Damian mengelus lembut pipi Letisia.


Damian dengan pelan menutup pintu kamar, meninggalkan istrinya yang masih tertidur nyenyak.


Dimeja makan Damian mengatakan kepada Bibi Lina, kalau Letisia masih tidur.


"Kalau Letisia sudah bangun, tolong sarapannya dibawa ke kamar saja bi..jangan biarkan dia melakukan pekerjaan apapun lagi!" kata Damian pada Bibi Lina.


"Baik Tuan, tenang saja..aku tidak akan memperbolehkan dia memegang pekerjaan apapun!" ujar Bibi Lina dengan yakin.


"Terimakasih Bi!" ucap Damian.


"Sama-sama Tuan!"


Bibi Lina begitu senang, Tuan mereka yang terkenal arogan sudah berubah menjadi suami yang begitu lembut dan penyayang.


Memang pengaruh Nyonya muda mereka sungguh luar biasa, bisa menaklukkan seorang Damian yang tukang emosi.

__ADS_1


Bibi Lina tersenyum dalam hati merasa begitu bahagia.


Suasana Mansion akan terasa damai kedepannya, dan terasa hangat oleh cinta Damian kepada istrinya.


Setelah Damian selesai sarapan, Bibi Lina membereskan meja makan.


Membawa piring kotor kedapur untuk dicuci.


Sementara itu Letisia didalam kamar sudah mulai terbangun dari tidurnya, menggeliatkan tubuhnya dengan perlahan.


Selimutnya tersingkap saat membalikkan tubuhnya telentang, dan memperlihatkan tubuh indahnya yang polos.


Tangannya meraba disampingnya, terasa dingin dan kosong.


Mata Letisia seketika terbuka, dan menoleh kesampingnya untuk memastikan.


Memang benar kosong, suaminya tidak ada lagi tidur di sampingnya.


Dan, suaminya pasti sudah pergi untuk menyelesaikan masalah yang telah dibuat oleh Ayah angkatnya.


Letisia memperhatikan dirinya, astaga! Letisia terbelalak melihat tubuhnya yang polos dan penuh bercak merah dikulit tubuhnya.


Dengan cepat Letisia menarik selimut menutup tubuhnya yang polos, wajahnya memerah mengingat tadi malam.


Dia begitu menikmati apa yang dilakukan suaminya, dan bahkan dia juga berusaha untuk membuat dirinya melakukan serangan balik menyambut ciuman suaminya.


Letisia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya menahan malu mengingat apa yang mereka lakukan tadi malam.


Terdengar suara ketukan di pintu kamar, dan pintu perlahan terbuka.


"Anda sudah bangun Nona..!" sahut Janet dari balik pintu melongok kan wajahnya.

__ADS_1


"Iya..!" sahut Letisia menjawab.


"Saya akan membantu anda untuk membersihkan diri..Bibi Lina sedang memasak sarapan anda!" sahut Janet lagi, dan perlahan berjalan masuk ke dalam kamar.


"Tidak apa-apa, biar aku sendiri!"


"Bibi Lina yang menyuruh aku membantu anda Nona..Tuan Damian tadi berpesan pada Bibi Lina untuk membantu mengurus anda..aku akan mengisi bathtub dengan air hangat!" kata Janet, lalu melangkah menuju kamar mandi.


Letisia tidak bisa berkata lagi, dan membiarkan saja Janet mengisi air hangat dibathub.


Perlahan Letisia turun, melilitkan selimut tebal tersebut ke tubuhnya.


Langkah kaki Letisia tersendat-sendat, karena selimut yang membalut tubuhnya sampai menutup kakinya.


Letisia berjalan menuju jendela, membuka tirai jendela lebar-lebar.


Akhirnya cahaya sinar matahari masuk kedalam kamar.


"Aku sudah mengisi air di bathub dengan air hangat Nona, dan selagi menunggu air hangatnya banyak..aku akan membersihkan kamar anda dulu, silahkan Nona kalau mau masuk ke kamar mandi!" sahut Janet keluar dari kamar mandi.


"Baik..terimakasih Janet!" sahut Letisia, berbalik menghadap ke arah Janet.


"Iya Nona..sudah tugasku melayani anda Nona!" kata Janet tersenyum.


Letisia perlahan dengan langkah yang lambat melangkah menuju kamar mandi.


Janet tersenyum melirik Nyonya mudanya, yang berbalut kan selimut ditubuhnya.


Dia yakin kalau di balik selimut tersebut, Letisia tidak memakai apapun.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2