
Letisia seumur hidup baru kali ini merasakan memanjakan diri, tubuhnya terasa begitu ringan begitu selesai di massage dan refleksi kaki.
Ternyata jadi orang yang berduit enak juga, bisa pergi ke salon kapan saja untuk memanjakan diri.
Janet yang ikut menemani juga merasakan ikut di massage, sampai tertidur merasakan pijatan ditubuhnya.
"Bagaimana menantuku, apakah tubuhmu terasa ringan?" tanya Annabelle setelah mereka selesai berpakaian kembali, dan sekarang tengah duduk diruang tunggu, menunggu Damian datang menjemput Letisia dan Janet.
"Iya Ma..terasa begitu ringan dan tubuh terasa segar!" kata Letisia merasa puas dengan hasil massage salon tersebut.
"Lain kali sering-seringlah datang kemari kalau merasa tubuhmu letih..kau harus memanjakan dirimu, kau sekarang sudah menjadi istri Ceo Group Jhonson..seorang Nyonya muda yang kaya, jangan takut soal uang..Damian pasti berikan padamu!" kata Annabelle menepuk lengan Letisia pelan.
Tidak berapa lama Damian datang untuk menjemput Letisia dan Janet.
Ternyata dia datang bersama adiknya Donald, seorang aktor yang mulai naik daun.
"Kenapa kalian bisa sama?" tanya Annabelle melihat Damian dan Donald masuk kedalam ruang tunggu salon.
"Aku ketemu dia di kantor polisi, temannya buat masalah dilokasi syuting dengan teman aktor lainnya, dan mereka akhirnya berakhir dikantor polisi untuk menyelesaikan masalah mereka!" kata Damian menjelaskan pada Annabelle, seraya melangkah mendekati Letisia.
Menarik istri kecilnya itu kedalam pelukannya, lalu mengecup kepala istrinya dengan sayang.
"Bagaimana sayang..apakah tubuhmu sudah terasa enakkan?" tanya Damian seraya mengelus punggung Letisia.
"Iya, terasa ringan!" kata Letisia.
"Aku juga mau di massage!" kata Damian, matanya melihat kedalam salon.
__ADS_1
"Tidak boleh massage di salon, semua yang pekerja massage nya wanita..tidak boleh!" kata Letisia dengan tegas.
"Tapi aku mau juga sayang, badanku terasa letih!" ujar Damian setengah merengek agar diperbolehkan untuk massage juga.
"Aku yang akan pijat dirumah, sayangku tidak boleh di massage di salon!" kata Letisia dengan nada sedikit tajam.
Senyuman senang mengembang dibibir Damian, itu yang dia tunggu. Dia tidak ada niat untuk di pijat di salon, dia tidak ingin tubuhnya disentuh oleh wanita lain.
Di pijat oleh istrinya yang imut, pasti akan menyenangkan tangan kecil itu memijat tubuhnya.
Otak mesum Damian menari-nari di kepalanya, dia menantikan tangan istrinya memijat tubuhnya.
"Ayolah kalau begitu, mari kita pulang!" kata Damian dengan bersemangat, perasaannya begitu bahagia.
"Mama mertua, kami pulang dulu!" sahut Letisia kepada Annabelle.
"Mama..aku tidak akan pernah lagi menyakiti istriku!" sahut Damian kesal mendengar perkataan Ibunya tersebut.
"Mana tahu, suatu waktu..!" kata Annabelle dengan cueknya.
"Tidak akan pernah kapanpun!" ujar Damian dengan tegas.
"Baguslah kalau begitu..ayo Donald, kita pulang!" sahut Annabelle kepada Donald.
"Aduhh!" tiba-tiba Janet tanpa sengaja bertabrakan dengan Donald, sehingga Janet hampir terjatuh.
"Matamu kemana sih..tidak lihat ada orang disampingmu?" kata Donald dengan suara kencang menatap Janet dengan tajam.
__ADS_1
"Maaf Tuan, aku tidak sengaja..maaf!" Janet cepat-cepat membungkukkan tubuhnya minta maaf pada Donald.
"Kasar sekali kau bicara pada seorang wanita..pantasan saja sampai sekarang kau belum mendapat kekasih!" sahut Annabelle marah mendengar Donald berteriak pada Janet.
"Dia sengaja..mau cari perhatian padaku!" kata Donald dengan percaya diri.
Plakkk!
Satu pukulan mendarat dikepala Donald.
Donald langsung meringis memegang kepalanya, matanya memandang Damian tidak senang.
"Sengaja kepalamu! kalian sama-sama berbalik mau melangkah jadi tidak sengaja saling tabrakan!" kata Damian menatap adiknya tersebut dengan tatapan tajam.
"Oke..oke, aku salah..tapi dia harusnya jaga jarak denganku, apa dia tidak tahu aku ini juga Tuannya...harusnya dia punya etika sopan santun!" kata Donald membela diri, matanya melirik Janet yang menunduk dengan tatapan tidak senang.
"Mama...cepat bawa putramu ini pulang, semoga dia perjaka tua tidak bisa mendapatkan seorang istri, kalau sikapnya seperti itu pada wanita, terlalu kasar!" sahut Damian pada Annabelle.
"Ayo!" Annabelle menarik tangan Donald dengan paksa pergi dari ruang tunggu salon tersebut.
Letisia merasa, sikap Donald hampir sama dengan sikap Damian saat dulu berhadapan dengannya.
Terlalu arogan, dan emosinya yang selalu meledak-ledak.
Mereka punya sifat yang sama, pikir Letisia melihat Donald ditarik paksa oleh Ibu Mertuanya.
Bersambung......
__ADS_1