Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 155.


__ADS_3

Janet tidak percaya melihat kapal pesiar yang akan membawa mereka berbulan madu, begitu mewah, sepertinya untuk kalangan para jetset.


Aula kapal begitu luas lengkap dengan bar, cafe, restoran, lantai dansa, dan panggung band untuk menghibur para kalangan orang kaya yang menikmati perjalanan mereka.


Kamar mereka juga begitu mewah, tempat tidur king size di taburi kelopak mawar yang bertebaran diatas tempat tidur, dan ditengahnya kelopak mawar berbentuk love.


Di beberapa tempat tampak diletakkan beberapa vas bunga dengan ukuran besar, nuansa kamar pengantin baru terasa sekali di dalam kamar tersebut.


Dan kamar mandinya juga mewah lengkap dengan bathtub.


Ini bulan madu yang begitu fantastis yang tidak pernah ada dalam pikiran Janet selama ini, dia memang bagaikan Cinderella.


"Bagaimana? kau suka sayang, Janetku yang manis?" bisik Donald memeluk Janet dari belakang, melingkarkan tangannya di pinggang Janet, dan menaruh dagunya dibahu Janet.


"Iya, kamarnya begitu mewah, aku suka!" bisik Janet juga tersenyum, dibelainya pipi Donald dengan lembut.


Ini adalah momen yang paling indah yang akan di alami Janet, dia menjadi Ratu untuk Donald yang tidak pernah ada dalam hayalannya selama ini.


Sementara itu, setelah Donald dan Janet pergi berbulan madu, kini Damian dan Letisia berada didalam mobil, akan kembali pulang ke Mansion mereka.


"Sayang, kita kayaknya belum pergi berbulan madu, apakah kau ingin berbulan madu juga seperti Donald dan istrinya?" tanya Damian meremas tangan Letisia dengan lembut.


"Kita kan sudah berbulan madu!" kata Letisia dengan polosnya.

__ADS_1


"Belum sayang, kapan kita berbulan madu?" tanya Damian bingung, dia mengingat-ngingat kapan mereka pergi berbulan madu.


"Setelah selesai resepsi kita langsung menempati kamar baru kita, apa sayangku tidak ingat?" tanya Letisia dengan polosnya.


"Astaga..phhh!" Damian hampir tertawa ngakak mendengar penjelasan istrinya tentang bulan madu mereka, dia tidak menyangka istrinya begitu polos sekali.


"Sayang itu bukan bulan madu, tapi malam pertama, bulan madu adalah merayakan hari pernikahan kita ketempat-tempat romantis, dan hanya kita berdua saja, menikmati kebersamaan kita berdua memadu kasih!" kata Damian menjelaskan, lalu mengecup tangan istrinya dengan lembut.


"Kita berdua ya, memangnya ketempat seperti apa yang cocok untuk memadu kasih?" tanya Letisia dengan polosnya, keningnya berkerut tidak mengerti.


"Bagaimana kalau ketepi pantai, ada Resort yang indah milik temanku, kita bulan madu kesana saja selama seminggu, bagaimana sayang?" tanya Damian.


"Kenapa lama sekali, bagaimana dengan pekerjaanmu?" tanya Letisia menatap Damian dengan lekat.


"Iya, baiklah..ayo kita pergi berbulan madu!" kata Letisia akhirnya mau juga pergi berbulan madu.


"Baik sayang, aku akan atur perjalanan kita, kita akan menikmati bulan madu kita!" Damian memeluk istrinya dengan perasaan yang begitu bahagia.


Dia akan berduaan saja dengan istrinya selama seminggu, mereka memang perlu lebih dekat lagi, memahami pribadi masing-masing lebih dalam.


Dan juga mereka perlu refresing untuk menenangkan diri, banyak masalah mereka hadapi selama ini, jauh dari pekerjaan untuk sementara.


Damian menghubungi temannya untuk memesan kamar suite di Resort miliknya, kamar suite untuk berbulan madu.

__ADS_1


"Besok kita berangkat untuk berbulan madu, malam ini aku akan menyusun jadwal untuk Jeson selama kita berbulan madu, aku ingin kita tidak diburu-buru untuk segera pulang!" kata Damian.


"Iya, baiklah, aku akan menyusun pakaian untuk kita pakai disana!" sahut Letisia menganggukkan kepalanya.


"Iya sayang, aku akan menyenangkan mu, katakan apa yang tidak sesuai dengan keinginanmu katakan saja, aku siap menuruti apa kata Nyonya Damian!" ucap Damian memeluk tubuh mungil istrinya, lalu mengecup pipi istrinya tersebut.


"Tidak ada, semuanya apa yang sayangku katakan benar dan aku setuju saja!" kata Letisia.


Damian mengelus kepala Letisia dengan lembut, dia memiliki istri yang sederhana, tidak begitu banyak tuntutan dan permintaan yang membuat dia pening kepala.


Padahal keinginan Damian, ia ingin istrinya meminta banyak padanya, karena dia senang disibukkan oleh istri imutnya tersebut.


Dia ingin membayar apa yang telah dilewatkannya sebagai suami, saat pertama kali Letisia diboyongnya ke Mansionnya tidak pernah diperhatikannya.


Semua perhatiannya kepada wanita-wanita yang tidak beres, dan matre, dia memanjakan mereka ketimbang istrinya.


Itu suatu pukulan yang sangat sakit dihatinya kalau dia mengingat itu, uangnya dia hamburkan untuk para wanita penggila kesenangan dan penggila uangnya.


Damian memejamkan matanya untuk menghapus memori yang menjijikkan itu.


Dipeluknya tubuh istrinya dengan erat, dan menghirup aroma tubuh wanita yang dicintainya itu, untuk menghilangkan sakit di kepala dan perasaan serba salahnya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2