
Janet menatap tajam Donald, sembari memberi tekanan pada tangannya dengan kuat, menekan dada Donald ke tembok paviliun.
Donald meringis merasakan tekanan tangan Janet yang kuat, tapi dia tidak melawan ataupun marah.
Tangannya perlahan menyentuh rambut Janet yang tergerai indah, memainkan helaian rambut Janet di jemarinya dengan lembut.
Sontak membuat Janet terkejut dengan tindakan Donald tersebut, dengan kasar Janet menepis tangan Donald yang memegang rambutnya.
Plakk!
"Dasar mesum..kau tidak punya sopan santun, rasanya aku tidak bisa lagi berlaku sopan padamu..ternyata kau pria yang memiliki otak tidak beres!" kata Janet dengan suara keras, dia merasa dilecehkan Donald.
Tangan Janet mencengkram kemeja Donald dengan erat, dan menarik kemeja itu, sehingga wajah Donald menunduk.
Dan Janet menatap mata Donald dengan tajam, wajah Janet terlihat begitu sangat kesal sekali.
Donald tetap tidak memberikan perlawanan ataupun membentak Janet, seperti yang biasa dia lakukan, matanya tampak terpaku menatap wajah Janet yang marah.
"Dengar ya..aku tidak takut padamu walaupun kau itu Tuan mudaku, kau jangan sesuka hatimu menghinaku dan melecehkanku..kau camkan itu, aku akan berbuat kasar juga kalau kau menghina dan menggangguku!" kata Janet dengan datar, tapi nada suaranya sangat tajam.
Dengan kasar Janet melepaskan kemeja Donald yang dia cengkraman dengan erat, lalu mendorong dada Donald dengan kasar juga hingga punggung Donald membentur tembok paviliun.
"Menyebalkan!" ujar Janet dengan sinis, "Merusak suasana saja!"
__ADS_1
Janet berbalik meninggalkan Donald yang masih diam, dan masih terus saja menatap Janet dengan lekat.
Tiba-tiba tangan Janet ditarik Donald, dan tubuh Janet didorong Donald ketembok paviliun.
Sekarang posisi Janet sama seperti posisi Donald tadi, hanya saja kedua tangan Janet di cengkram Donald keatas kepala Janet dengan erat.
Tubuh Donald merapat ke tubuh Janet, dan wajah mereka terlihat begitu sangat dekat, nyaris bersentuhan.
"Sialan..brengsek! Donald apa yang kau lakukan, lepaskan aku!" teriak Janet marah.
"Diam..jangan bergerak, aku sekarang yang bicara!" gumam Donald menatap mata Janet dengan tatapan yang sulit diartikan Janet.
"Mau apa kau!" teriak Janet, dia tidak menyangka adik Tuannya sungguh kurang ajar padanya.
"Apa hakmu melarangku bicara dengan pria lain...brengsek, kau bukan siapa-siapaku, lepaskan aku Donald!" teriak Janet, dia sudah tidak punya rasa sopan santun lagi pada Donald.
"Mulai hari ini kau adalah orangku...aku tidak mengijinkan kau bicara dengan pria lain!" kata Donald mengelus pipi Janet dengan lembut.
Mata Janet terbelalak menatap Donald, apa maksudnya? pikir Janet bingung, apa yang di bicarakan anak kecil ini?
"Atas dasar apa kau katakan aku orangmu..lepaskan aku, tanganku sakit!" jerit Janet meronta, mencoba melepaskan tangannya yang di cengkraman Donald diatas kepalanya.
"Tidak! sebelum kau berjanji!" kata Donald semakin mengeratkan cengkramannya.
__ADS_1
Janet benar-benar sangat kesal, dia mencoba tenang, dia tidak boleh gegabah menghadapi Donald.
Janet belum mengerti apa yang dimaksudkan oleh Donald barusan, dia perlu bertanya pelan-pelan agar dia mengerti maksud dari perkataan Donald.
"Donald..aku tidak mengerti apa yang kau katakan tadi, tolong perjelas padaku..agar aku mengerti maksud dari perkataanmu tadi!" kata Janet dengan tenang dan datar.
"Dengar..aku menyukaimu, sudah lama aku memperhatikanmu, kau berbeda dengan wanita yang selama ini kukenal!" ucap Donald dengan suara pelan.
Mata Janet kembali terbelalak tidak percaya dengan apa yang didengarnya, dia merasa telinganya bermasalah, dan dia salah dengar.
"Ha..ha..haaa!" tiba-tiba Janet tertawa lucu, sampai kepalanya menunduk sanking lucunya.
"Kenapa kau tertawa!" sahut Donald merasa tidak senang, sepertinya Janet menertawakan perasaan sukanya pada Janet.
"Apa kau buta..apa kau tidak tahu umurku lebih tua darimu, aku tidak pernah bermimpi disukai atau menyukai seorang pria dibawah umurku...aku menyukai pria yang lebih tua dariku, kau bercanda ya?" tanya Janet tertawa lucu.
Wajah Donald langsung menggelap mendengar apa yang dikatakan oleh Janet, dia merasa diremehkan Janet karena usianya yang lebih muda dari Janet.
"Umur bukan masalah bagi seseorang untuk saling mencintai..aku tidak perduli dengan umurmu yang lebih tua dariku, aku menyukaimu sebagai wanita!" ungkap Donald mencurahkan isi hatinya yang sebenarnya.
"Tapi aku peduli dengan umur, aku tidak menyukai brondong..yang suatu saat perasaannya bisa berubah karena masih muda, dan akan mencari wanita yang lebih muda lagi karena suatu saat akan bosan padaku..karena umurku semakin tua!" kata Janet dengan cibiran, dia tidak menyukai pria dibawah umurnya, apa lagi seorang aktor tampan seperti Donald.
Akan banyak gadis-gadis muda yang akan jadi saingannya kelak, dan tentu saja dia pasti akan kalah karena umurnya yang tua dari Donald.
__ADS_1
Bersambung.....