Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 122.


__ADS_3

Selesai sarapan, Leticia berencana akan pergi ke salon untuk memanjakan diri ditemani Janet.


Bibi Lina tidak memperbolehkan Leticia untuk melakukan pekerjaan apa pun lagi, sesuai apa yang diperintahkan Damian.


Tapi, mendadak Ibu mertua Leticia datang untuk memastikan, apakah Leticia dan Damian meminum obat yang dia berikan.


"Sudah Nyonya..Tuan Damian dan Nona Leticia meminum obat yang anda berikan, aku yang menyeduhnya sendiri..dan melihat mereka meminum obatnya!" Bibi Lina meyakinkan Annabelle, kalau Leticia dan Damian telah meminum obat yang diberikan Annabelle.


"Baguslah..aku senang mendengarnya!" kata Annabelle merasa puas, "Dan..kenapa sudah terlihat rapi begini, mau kemana?" tanya Annabelle melihat penampilan Leticia yang sepertinya akan pergi keluar.


"Aku bosan di rumah Ma..mau pergi ke salon untuk massage dan refleksi!" sahut Leticia.


"Ah..iya Nyonya, Tuan Damian tidak memperbolehkan Nona Leticia melakukan pekerjaan apa pun lagi..jadi dia ingin pergi ke salon ditemani Janet!" kata Bibi Lina ikut menjelaskan juga pada Annabelle.


"Kalau begitu..ayo, aku juga mau ikut, badanku terasa pegal..mau massage juga biar terasa ringan!" ujar Annabelle seraya meraih tasnya.


Akhirnya Leticia bersama Annabelle pergi ke salon, dan Janet tetap ikut untuk menemani Leticia.


Annabelle membawa Leticia ke salon langganannya, dan merekomendasikan Leticia kepada Manajer salon, bahwa Leticia akan menjadi pelanggan baru salon tersebut.


Tentu saja Manajer senang mendapat pelanggan baru, dan tambah senang ternyata Leticia menantu Annabelle.


"Silahkan Nyonya dan Nona..!" Manajer salon mempersilahkan Annabelle, Leticia dan Janet untuk masuk setelah memilih ruang massage VIP untuk pelanggan khusus tiga orang.


"Hai Tante..mau massage juga ya, bareng denganku saja Tante..di sini bisa untuk dua orang!" seorang pelanggan wanita yang akan masuk ke sebuah ruang VIP juga, berhenti setelah melihat Annabelle.


"Siapa ya..aku tidak kenal!" sahut Annabelle menatap wanita yang merasa sok akrab dengannya, memandang wanita itu dari atas kepala sampai ke bawah kaki.


Sikap Annabelle hampir sama dengan Damian, tidak suka dengan seseorang yang merasa sok akrab dengannya.

__ADS_1


"Saya Jennie Tante..kekasih Damian!" sahut wanita itu sembari tersenyum manis pada Annabelle.


Nah! benar juga, bisik hati Annabelle setelah menilai wanita yang punya niat tersembunyi padanya.


Annabelle ingat wanita ini pernah dia usir saat di rumah sakit, saat itu Damian dirawat di rumah sakit karena terluka.


"Apakah kau belum mendengar berita tentang putraku Damian yang telah menikah?" tanya Annabelle memandang wanita itu dengan tatapan yang tidak senang.


"Saya tahu Tante..tapi wanita itu kan tidak dicintai oleh Damian, mereka hanya menikah kontrak!" kata Jennie dengan percaya diri.


"Kau tipe wanita yang tidak kusukai..terlalu percaya diri dan terlalu ikut campur urusan orang lain, putraku sangat mencintai menantuku..kau jangan cari perhatian padaku, aku tidak suka!" kata Annabelle dengan sinis melihat wanita yang menurut Annabelle bermuka dua.


"Tante..!" Jennie memanggil Annabelle lagi.


"Ayo menantuku..waktu kita terbuang melayani wanita yang tidak penting, nanti Damian jadi cemas menunggumu terlalu lama di salon!" sahut Annabelle menarik tangan Leticia.


"Tan..tante, tunggu..!" Jennie mencoba menahan Annabelle.


Tapi, saat Leticia akan masuk, tiba-tiba tangannya ditahan Jennie.


Dan, sontak Leticia menatap Jennie dengan tajam, dia tidak senang dengan tindakan Jennie tersebut.


"Tunggu..!" kata Jennie memegang pergelangan tangan Leticia.


Leticia diam ditempatnya, menunggu apa yang diinginkan wanita itu.


"Aku tahu sebenarnya kau adalah pembantu Damian..sejak kapan kau bisa menggoda Damian menjadi suamimu..sampai sekarang aku tidak terima diputuskan oleh Damian, aku yang terlebih dahulu mengenal Damian..bukan kau, tapi kenapa kau yang menjadi istrinya!" kata Jennie memegang erat tangan Leticia.


Jennie begitu benci pada Leticia, karena berhasil membuat Damian jatuh cinta padanya.

__ADS_1


Sementara dia dari semenjak mengenal Damian, tidak pernah sekali pun Damian mesra padanya, bahkan memegang tangannya tidak pernah.


Dia yang selalu berinisiatif untuk selalu menempel pada Damian, tapi Damian selalu cuek padanya.


"Lepaskan tanganku!" kata Leticia tajam.


"Tidak! aku ingin kau lepaskan Damian, kau tidak pantas untuk Damian!" kata Jennie dengan suara keras.


"Lepaskan kataku!" suara Leticia terdengar tajam dan dingin, dia mulai kesal dengan Jennie.


"Tidak mau..aku ingin kau merasakan sakit seperti yang ku alami!" teriak Jennie semakin erat memegang tangan Leticia.


Plakkk!!


Leticia memukul tangan Jennie yang memegang tangannya dengan kencang.


"Aaaa...!" Jennie menjerit kesakitan.


"Sudah kubilang lepaskan..kau tidak dengar, jadi kau rasakan akibatnya..kau tidak ada hak mengurusi masalah rumah tanggaku dengan suamiku!" kata Leticia dengan tajam.


"Bagus menantuku..lawan wanita-wanita yang mencoba merebut suamimu, aku akan membantumu membasmi mereka..dasar wanita tidak tahu malu, tidak punya etika dan sopan santun..menginginkan milik orang lain!" sahut Annabelle dengan bangga pada tindakan Leticia.


"Ayo kita masuk Ma..!" Leticia masuk kedalam ruang VIP tanpa menghiraukan Jennie yang meringis kesakitan.


"Tunggu ya pembalasan dariku!" teriak Jennie marah sembari mengelus tangannya yang sakit.


"Aku tunggu!" sahut Leticia tidak takut dengan ancaman Jennie tersebut.


Jennie menghentakkan kakinya dengan kesal, dia benar-benar sangat membenci Leticia.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2