Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 36.


__ADS_3

Leticia memandang Damian yang tengah menghabiskan air jahe yang dia buat.


Dan gelas itupun kosong.


Damian meletakkan kembali gelas kosong tersebut keatas nampan.


Leticia berjalan kembali kedalam kamar untuk mengambil gelas kosong tersebut.


Damian mengangkat nampan tersebut, dan memberikannya pada Leticia.


Leticia menerima nampan tersebut.


Tanpa sengaja jemari mereka bersentuhan saat Damian memberikan nampan tersebut.


Damian sangat menyukai jemarinya menyentuh jemari Leticia.


Berbeda dengan Leticia, dia dengan cepat menghindari jemari Damian tersebut, dia jadi malu karena salah pegang.


Leticia menarik nampan dari tangan Damian, tetapi terasa sangat sulit.


Damian menahan nampan tersebut.


"Tuan?" tanya Leticia memandang Damian, dia merasa kalau Damian mau mencoba untuk menggodanya.


"Kenapa? apakah aku begitu sangat kau benci? maafkan aku selama ini telah bersikap kasar padamu" kata Damian dengan lembut, ditatapnya wajah Leticia yang terlihat tidak senang padanya.


Leticia melepaskan tangannya yang memegang nampan, dia tidak berniat lagi untuk mengambil nampan tersebut.


Dan dia pun berbalik untuk pergi dari sana.


"Leticia!" panggil Damian, dia dengan cepat meletakkan nampan tersebut ke atas meja kecil disamping tempat tidur.


Damian dengan kakinya yang panjang dengan cepat menyusul Leticia yang akan membuka pintu kamar.

__ADS_1


Damian memeluk Leticia dari belakang.


"Jangan pergi, jangan abaikan aku Leticia, kita suami-istri jangan panggil aku Tuan, panggil namaku saja atau panggil dengan sebutan 'sayang' saja" kata Damian bergumam ditelinga Leticia dengan lembut.


Leticia diam saja tidak menanggapi kata-kata Damian tersebut.


"Lepaskan aku Tuan!" kata Leticia mulai kesal dengan tindakan Damian tersebut.


Damian tidak mendengarkan Leticia, dia semakin erat memeluk pinggang Leticia.


"Tidak! sebelum kau memaafkan aku" kata Damian membenamkan wajahnya ke ceruk leher Leticia.


Damian mencium aroma wangi dari tubuh Leticia yang begitu menenangkan, dia sangat menyukai lembutnya wangi tubuh Leticia.


"Tuan! lepaskan!" teriak Leticia mulai marah.


Dia menarik tubuhnya dari pelukan Damian, Leticia menarik tangan Damian yang memeluk pinggangnya.


Leticia merasa kalau Damian memang tidak punya rasa malu sedikitpun, Damian dulu sangat membenci dirinya.


Tapi sekarang berupaya ingin berbaikan dengannya, Leticia merasa kalau Damian ini memiliki sifat seperti anak-anak.


Tiba-tiba Damian memutar tubuh Leticia menghadap padanya.


Tubuh Damian yang tidak memakai pakaian tanpa sadar disentuh tangan Leticia, kedua telapak tangannya menempel di dada kekar Damian.


Terasa keras ditangan Leticia.


Wajah Leticia seketika langsung merona, dia tidak sengaja menyentuh tubuh Damian.


Karena posisinya menghadap Damian, otomatis Leticia menahan tubuhnya agar tidak menempel pada tubuh Damian.


Damian tersenyum merasakan telapak tangan Leticia menempel di dadanya, dia sangat menyukai posisi seperti ini.

__ADS_1


Damian memeluk pinggang Leticia agar merapat ke tubuhnya, dan satu tangannya menekan tangan Leticia yang ada di dadanya.


"Kau suka?" tanya Damian tersenyum senang memegang tangan Leticia di dadanya, lalu menggesekkan tangan Leticia di dadanya.


"Dasar mesum! lepaskan aku Tuan!" teriak Leticia marah.


Leticia mendorong tubuh Damian dengan sekuat tenaga, dia sangat benci dengan sikap Damian itu.


Ini namanya pelecehan, Leticia rasanya semakin membenci Damian.


"Tuan! lepaskan aku!!" teriak Leticia lagi dengan kencang, pelukan Damian terasa sangat erat di pinggangnya.


Telapak tangan yang berada di dada Damian ditekan Damian dengan erat, dan Leticia merasakan dada Damian di telapak tangannya.


Damian melihat bibir ranum Leticia, dia ingin mencium bibir itu lagi, ingin merasakan kelembutannya.


Matanya nanar menatap bibir Leticia, dia tidak merasakan bagaimana kuatnya Leticia mencoba untuk mendorong tubuhnya.


Damian melepaskan pelukannya di pinggang Leticia, dan naik ke atas menarik tengkuk Leticia.


Sementara tangannya yang satu, masih memegang tangan Leticia menempel pada dadanya.


Damian menarik tengkuk Leticia dan menengadahkan wajah Leticia mendongak menatap wajahnya.


Mata Leticia tampak begitu marah memandang mata Damian.


Damian tidak memperdulikan betapa marahnya Leticia padanya.


Yang ada di kepalanya sekarang ingin mengecup bibir Leticia yang lembut, dia bisa gila kalau tidak kesampaian mengecup bibir ranum tersebut.


Perlahan wajah Damian menunduk mengecup bibir Leticia, dan bibir merekapun bertemu.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2