
Leticia membuka selimut Damian, bajunya basah oleh keringat.
Leticia membuka kancing baju Damian, lalu mengelap badannya yang basah.
Leticia bergegas mengambil pakaian yang baru lagi untuk dipakai Damian.
Leticia tidak menyangka Damian yang berbadan besar seperti ini bisa juga demam.
"Tuan, aku akan ganti baju tidur anda, ini sudah basah" kata Leticia.
Tidak ada jawaban dari Damian, matanya masih tetap terpejam.
Leticia membuka pakaian Damian yang telah basah tersebut, dan menggantinya dengan yang baru.
Damian diam saja apa yang dilakukan Leticia padanya, matanya tetap terpejam.
Leticia menduga penyebab Damian panas pasti karena luka ditangannya, retak tulang ditangannya pasti sangat sakit sekali hingga membuat dia demam.
Leticia bergegas pergi mengambil es untuk mengompres kening Damian.
Tubuh mungil Leticia sangat gesit mengerjakan semua yang dilakukannya untuk menurunkan panas Damian.
Leticia merendam handuk kecil ke dalam air es, memerasnya hingga kering dan kemudian menempelkannya di kening Damian.
Menekannya dengan lembut pada kening Damian.
Berulang kali Leticia melakukannya, merendam handuk kedalam air es.
Memerasnya lalu menempelkannya di kening Damian.
Satu jam Leticia menurunkan panas Damian.
Leticia ter kantuk-kantuk mengompres kening Damian, dan lama kelamaan dia tidak bisa lagi menahan matanya yang mengantuk untuk tetap terbuka.
__ADS_1
Dan perlahan kepalanya pun terkulai di tepi tempat tidur, dan Leticia pun tertidur dengan pulas.
Dini hari Damian terbangun, tubuhnya terasa begitu pegal.
Damian teringat pada Leticia, kepalanya menoleh melihat Leticia yang tertidur di sofa.
Tetapi yang dia lihat kepala seseorang ditepi tempat tidur, tampak tergeletak seperti tertidur.
Damian menegakkan tubuhnya untuk duduk tegak.
Tiba-tiba sesuatu jatuh dari kepalanya.
Damian memungut benda tersebut.
Handuk kecil yang basah, dan dingin.
Damian menoleh kearah nakas, ada baskom kecil berisi air di sana.
Apakah aku tadi demam? bisik hatinya, seperti bingung sendiri.
Damian menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya.
Menaruh handuk kecil tersebut kedalam baskom.
Damian perlahan turun dari tempat tidur, dia meraih tubuh Leticia yang tertidur pulas.
Dia pasti lelah, merawat ku semalam! pikir Damian menatap wajah Leticia yang tertidur sangat pulas.
"Engg...tidak, jangann...!" Leticia tiba-tiba mengigau.
Damian membeku ditempatnya, pria itu menatap istrinya lekat-lekat.
Perasaan Damian campur aduk, dia menelan ludahnya tanpa sadar.
__ADS_1
Dia merasa semakin bersalah pada Leticia, ditariknya perlahan tubuh Leticia kedalam dekapannya.
"Maafkan aku, aku benar-benar telah membuatmu menderita Leticia" gumam Damian dengan suara parau.
Mata Damian terasa panas, dia memejamkan matanya menahan rasa sakit hatinya.
Sudah waktunya dia memberi perhitungan pada orang tua angkat Leticia, mengembalikan semua apa yang diderita Leticia selama bersama orang tua angkatnya.
Damian akan mengurus semua kerugian finansial yang telah diperbuat orang tua angkat Leticia terhadap Leticia.
Hutang mereka akan dia tagih, Leticia bukan sebuah barang yang diperlakukan sebagai pelunas hutang.
Kalau mereka mencoba untuk membuat Leticia dipersalahkan mengenai hutang mereka, dia akan membuat mereka bangkrut selama-lamanya.
Perlahan Damian mengangkat tubuh Leticia dengan tangan kirinya, menariknya dengan perlahan naik keatas tempat tidur.
Menaruh kepalanya dengan hati-hati diatas bantal, lalu menarik selimut dan menyelimuti badan Leticia.
Damian menaruh kembali kursi tempat duduk Leticia tadi ke tempatnya.
Menjauhkan baskom yang tadi dibuat Leticia untuk tempat air es.
Kemudian Damian bergabung dengan Leticia masuk kedalam selimut.
Menarik Leticia masuk kedalam dekapannya, memeluk tubuh istri kecilnya tersebut dengan lembut.
Dan diapun melanjutkan tidurnya.
Damian tersenyum senang, akhirnya dia bisa tidur bersama dengan istrinya yang imut.
Aroma tubuh Leticia bagaikan aroma terapi baginya, sangat menenangkan.
Bersambung.....
__ADS_1