
Amber terkejut, Damian begitu keras menamparnya, pipinya terasa panas.
"Sayang, kenapa kau marah padaku? bukankah selama ini aku memanggilmu dengan sebutan 'sayang' padamu tidak ada masalah, bukankah kau yang mengatakan bahwa aku harus memanggilmu dengan panggilan sayang?" tanya Amber tidak senang.
Leticia yang mendengar perkataan Amber tersebut jadi ingin tertawa, sungguh ironis! pikir Leticia tersenyum sinis.
"Dia bukankah pembantumu? sejak kapan dia menjadi istrimu?" tanya Amber marah, dia memegang pipinya yang masih terasa panas akibat ditampar Damian.
"Dia istriku, bukan pembantu!!" teriak Damian tajam.
"Bukankah kau yang mengatakan sendiri padaku kalau dia adalah pembantumu?!" kata Amber berteriak juga pada Damian.
Wajah Damian semakin gelap.
Dia ingat memang pernah mengatakan itu pada Amber, dan dia mengatakannya didepan Leticia saat dia bersama Amber saling berpelukan diruang tamu.
Dan saat itu Leticia menyajikan teh untuk mereka berdua.
Mengingat itu, perasaan Damian jadi tidak enak pada Leticia, dia membenci untuk mengingatnya kejadian itu.
Dia benar-benar keterlaluan kalau mengingat kelakuannya yang sungguh memalukan.
Sekarang dia benar-benar tidak menyukai semua yang telah dia lakukan untuk menyakiti Leticia.
__ADS_1
Damian sangat membenci kelakuannya yang kekanak-kanakan menyakiti hati Leticia.
Dia membenci semuanya, sangat membencinya.
Geraham Damian gemeretak menahan betapa dia begitu marahnya pada dirinya sendiri.
"Pergi dari sini, dan jangan coba-coba datang lagi menginjakkan kakimu di Mansion ku, kalau kau berani datang menginjakkan kakimu kemari lagi, jangan salahkan aku kalau berbuat yang membuatmu sangat menyesal karena telah menyinggung istriku!!" kata Damian dengan nada yang sangat datar dan dingin.
"Tidak! Damian, sayang...kau tidak bisa memperlakukan aku seperti ini!!" teriak Amber histeris, dia sangat mencintai Damian, dia tidak mau di campakkan oleh Damian begitu saja.
"Sialan! sungguh berisik! kau panggil aku lagi sayang, aku akan berlaku kasar padamu!!" teriak Damian dengan wajah yang berang.
Leticia tidak tahan lagi melihat drama kedua pasang kekasih tersebut.
Dia pergi meninggalkan mereka kembali bergabung dengan Bibi Lina untuk membantunya memasak dan mengerjakan pekerjaan lainnya.
Amber terus saja berteriak tidak ingin pergi, Damian tidak memperdulikan teriakan Amber tersebut.
Dia mengatakan pada petugas keamanan Mansion agar jangan membiarkan Amber sampai masuk kedalam rumah lagi.
Dengan kasar Damian mendorong Amber masuk kedalam mobilnya, dan membanting pintu mobil dengan kencang.
Lalu pergi meninggalkan Amber, dan berpesan pada kepala keamanan rumahnya, harus memastikan Amber pergi dari rumahnya.
__ADS_1
Damian kemudian pergi membersihkan diri dan berpakaian rapi.
Masalah dia dengan Leticia semakin bertambah, dia harus meminta maaf pada Leticia.
Dia tidak bisa tenang memikirkan bagaimana kalau Leticia semakin tidak bisa memaafkan dirinya.
Wanita-wanita yang dulu menjadi kekasihnya ternyata sungguh tidak punya sopan santun, mereka semua wanita yang sangat kasar.
Dia sungguh bodoh selama ini kenapa bisa tergoda pada mereka.
Kelakuannya benar-benar membuat dia jadi frustasi sendiri.
Damian bergegas menuruni tangga dan langsung mencari Leticia.
Leticia sedang membersihkan peralatan dapur yang baru selesai dipakai memasak.
Dia tampak serius mengerjakan pekerjaannya, dia tidak sadar kalau Damian di belakangnya sedang memperhatikannya.
Leticia menyusun peralatan dapur yang telah dicucinya bersih, setelah itu mengelap tangannya yang basah.
Leticia lalu membalikkan badannya.
Alangkah terkejutnya dia, Damian berdiri tidak jauh darinya sedang memandangnya.
__ADS_1
"Aku akan menyiapkan sarapan anda!" kata Leticia seakan tahu maksud Damian datang ke dapur pasti untuk menyuruhnya membuat sarapannya.
Bersambung.......