Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 84.


__ADS_3

Damian tersenyum sambil berjalan dibelakang mengikuti langkah Letisia, dia merasa lucu dengan tindakannya tadi mencium Letisia.


Dia ternyata salah paham.


Tapi, kemudian dia tersenyum penuh arti, dia merasa senang karena salah paham akhirnya dia bisa mencium Letisia lagi.


Dia ingin kejadian tidak terduga sering terjadi diantara mereka, agar dia bisa sering mencium Letisia.


Astaga! dia benar-benar sudah semakin mesum pada Letisia.


Damian menggelengkan kepalanya, dia harus menghilangkan rasa ingin mencium Letisia.


Itu tidak baik, Letisia nanti akan salah paham padanya, dan akan membuat Letisia akan kembali membencinya.


Dan Letisia akan berpikiran kalau dirinya melampiaskan hasratnya untuk menyalurkan keinginannya pada Letisia.


Karena tidak lagi melakukannya dengan beberapa wanita semenjak mengetahui perasaannya mulai menyukai Letisia.


Damian kembali menggelengkan kepalanya, dia harus bisa menahan keinginannya untuk mencium Letisia.


Mereka masuk kedalam rumah, dan Letisia berhenti melangkah setelah sampai di koridor rumah menuju ruang tengah.


" Anda pergilah lebih dulu ke kamar Tuan, aku akan kedapur dulu untuk membantu Bibi Lina memasak masak siang...sebentar lagi aku akan naik membawa makan siang Tuan " kata Letisia berbalik menghadap kearah Damian yang berdiri dibelakangnya.


Damian tidak menjawab, dia diam saja memandang Letisia.


Setelah Letisia selesai berkata pada Damian, dia langsung berbalik pergi menuju dapur.


Damian diam ditempatnya tidak bergerak melihat Letisia pergi kearah dapur Mansion.


Semakin Letisia jauh melangkah menuju dapur, perasaan Damian terasa kosong.


Tanpa bisa dikendalikan nya, langkah kakinya malah bergerak pergi kearah dapur.


Mengikuti Letisia untuk melihat istri kecilnya tersebut memasak di dapur.


Sementara Letisia tidak menyadari kalau Damian mengikuti dirinya masuk ke dalam dapur.

__ADS_1


Letisia melihat Bibi Lina dan Janet sedang membersihkan masakan untuk makan siang, mereka terlihat begitu fokus sambil mengobrol mempersiapkan bahan-bahan masakan.


" Kamu tahu tidak Bi...aku dengar tadi ada seorang pria tampan mencari Nona Letisia, katanya ingin mengembalikan sesuatu pada Nona Letisia...tapi Toni mengatakan kalau Nona Letisia tidak ada dirumah " kata Janet sambil memotong daging.


Letisia menghentikan langkahnya mendengar apa yang dikatakan oleh Janet, ada seorang pria mencarinya?


Sementara Damian yang akan melangkahkan kakinya masuk kedalam dapur, mendengar juga dengan jelas apa yang dikatakan oleh Janet.


Wajahnya sontak berubah mendengar apa yang dikatakan Janet, seorang pria tampan mencari istrinya.


Damian memegang penyanggah infus dengan begitu eratnya, dia tidak senang mendengar ada seorang pria mencari istrinya.


Siapa pria itu? Letisia kenal dimana? bermacam pikiran hinggap dikepala Damian merasa seperti diselingkuhin.


Dengan langkah panjang Damian melangkah menuju kearah Letisia yang berdiri diam melihat kearah Bibi Lina dan Janet.


Letisia terkejut tangannya ditarik keluar dari ruang dapur dengan setengah menyeretnya.


Bibi Lina dan Janet juga terkejut melihat Letisia dan Damian, mereka tidak tahu sejak kapan sepasang suami-istri tersebut ada didapur.


Janet merasa bersalah karena keceplosan bicara, pasti Damian akan memarahi Letisia.


" Kenapa kita tidak melihat mereka masuk kedapur?" tanya Bibi Lina dengan nada yang gugup.


Bibi Lina juga tidak memperhatikan sekeliling mereka saat bicara, kalau dia tahu Letisia dan Damian masuk kedalam dapur, dia pasti akan menyuruh Janet berhenti bicara.


Mereka terdiam ditempat mereka masing-masing, jadi tidak tenang untuk melanjutkan pekerjaan mereka.


" Tuan lepaskan tanganku, sakit!" jerit Letisia marah pada Damian yang menarik tangannya dengan paksa menaiki tangga.


Damian tidak mendengarkan Letisia, dia sudah terbakar api cemburu.


Damian sangat kesal sekali, istrinya yang jarang keluar rumah bisa dicari seorang pria, dari mana pria tersebut mengenal istrinya.


Dengan kakinya Damian menendang pintu kamar hingga terbuka, lalu dengan kasar menarik Letisia masuk kekamar.


Lalu menutup pintu dengan menggunakan kakinya juga dengan kencang.

__ADS_1


Brakk!


Damian baru melepaskan tangan Letisia setelah pintu tertutup.


" Siapa pria itu...kenapa ada pria mencarimu?" tanya Damian dengan suara keras, wajahnya terlihat begitu sangat marah.


Letisia tidak mendengarkan Damian, dia berjalan kesofa sambil mengelus pergelangan tangannya yang sakit, dan terlihat memerah.


" Letisia! jawab aku, siapa pria itu?!" teriak Damian.


Letisia tetap diam tidak menjawab, karena dia sendiri juga tidak tahu siapa pria yang mencarinya.


Damian dengan langkah panjang berjalan mendekat pada Letisia disofa.


Dengan cepat Letisia bangkit dari duduknya, dan melangkah menjauh dari sofa.


Mulai sekarang dia harus bisa jaga diri dengan baik, baru saja Damian begitu lembut padanya.


Tapi mendengar ada seorang pria mencarinya, tempramennya langsung berubah.


Letisia tertipu dengan sikap lembut Damian, cemburunya sungguh keterlaluan.


Dia saja belum memberikan penjelasan, Damian sudah langsung curiga.


Seharian mereka bersama, kapan dia terlihat menghubungi seorang pria dan menerima telepon pria.


Damian berhenti melangkah melihat Letisia menjauhi sofa, dan raut wajah Letisia terlihat sangat dingin dan datar.


Tanpa sadar Damian menelan ludahnya, dia merasakan dadanya terasa sangat sakit sekali.


Letisia seperti orang asing dan terasa sangat jauh sekali.


Apa aku telah melakukan kesalahan? apa aku telah membuat dia semakin tidak menyukaiku? pikir Damian melihat wajah Letisia yang datar.


Dada Damian terasa semakin terasa sakit, aku telah membuat kesalahan! pikir Damian.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2