Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 152.


__ADS_3

Tidak butuh waktu lama Jenson sudah mendapatkan informasi tentang kejadian yang dilakukan Janet ditoko perhiasan, lalu menyampaikan nya kepada Damian.


"Apa? katakan sekali lagi, aku kurang menyimak apa yang kau sampaikan!" kata Damian merasa tidak percaya apa yang didengarnya.


"Nona Janet mengamuk karena Tuan muda Donald dihina dan dikatai sampah penyuka sesama jenis!" kata Jenson mengulangi laporannya.


"Ayo! cepat kita temui siapa wanita itu yang berani sekali mengatakan adikku penyuka sesama jenis, sayang ayo kita pergi!" panggil Damian berteriak memanggil Letisia dengan tidak sabaran, dia jadi terbakar emosi.


"Iya, sebentar aku datang!" Letisia menyambar tas kecilnya, dan berlari kecil menyusul Damian yang berjalan dengan cepat menuju mobil mereka.


Dikantor polisi tampak begitu riuh dengan dua wanita cantik yang mengaku sebagai Aktris, histeris kepada polisi agar segera diselesaikan masalah yang tengah dihadapinya.


"Sabar Nona, kami sudah laporkan pada keluarg Jhonson sesuai apa yang anda katakan, sebentar lagi mereka akan sampai!" sahut Pak Polisi menenangkan wanita yang terlihat awut-awutan.


"Aku ingin dia dipenjarakan, dia sudah melukai aku dan menarik rambutku sampai botak!" jerit wanita itu berteriak histeris.


Teman wanita itu juga ikut berteriak sembari membenarkan apa yang dikatakan wanita yang mengenaskan itu.


Pintu ruang polisi terbuka, dan masuklah Damian beserta Letisia dan Jenson ke dalam.


"Siapa yang menuntut adikku!" sahut Damian dengan suara lantang.


"Halo Tuan Jhonson, silahkan duduk dulu..kami akan jelaskan permasalahan yang terjadi!" sahut seorang Polisi yang tampaknya mengenal Damian.


Polisi itu menarik satu kursi untuk Damian, dan dengan terpaksa Damian menghenyakkan bokongnya ke atas kursi yang disodorkan Pak Polisi tersebut.


"Katakan, sungguh menjengkelkan..mau coba-coba memprovokasi keluarga Jhonson ya!" sahut Damian dengan nada yang mulai marah.


"Begini Tuan..ini kesalah pahaman saja, Nona-nona itu hanya sembarangan bicara saja, biasa kalau wanita cemburu buta....!"


"Siapa yang cemburu buta, kesalah pahaman apa, sialan..aku datang kesini mau menuntut, aku dianiaya seorang wanita monster, aku ingin dia berlutut meminta maaf padaku karena sudah menindasku, apa dia tidak tahu siapa yang telah di aniaya nya!" teriak wanita itu histeris, memotong perkataan Pak Polisi.


"Nona...tenang dulu!" Pak Polisi mencoba untuk menenangkan wanita cantik yang awut-awutan itu, yang sudah mulai ribut lagi.

__ADS_1


"Mana dia, perempuan itu..kenapa dia malah menyuruh orang lain yang datang untuk menyelesaikan masalahnya!" teriak wanita itu.


"Iya benar, mereka tidak berani datang karena takut kami tuntut ya!" teriak wanita yang satu lagi.


"Dasar sampah hanya bisanya berlindung dibalik orang lain saja!"


Brakk!!


Damian menendang kursi yang ada didepannya, lalu berdiri dengan cepat, dengan langkah panjang dia mendekati kedua wanita itu.


"Apa tadi kau bilang, aku kurang jelas mendengarnya...siapa yang kau bilang sampah!" teriak Damian didepan kedua wanita itu.


Ke dua wanita itu menciut begitu melihat aura menakutkan dari Damian, wajah dingin dan datar Damian sangat menyeramkan.


"A..anda siapanya lelaki itu, kami mengatakan yang sebenarnya, kenapa anda marah..anda membela orang yang salah, dia telah menipu anda!" sahut wanita yang awut-awutan itu.


"Apakah anda tidak lihat bagaimana keadaan temanku akibat dari ulah dari wanita yang mengaku sebagai istrinya, mereka berakting sebagai suami-istri untuk mengelabui orang agar sifat aslinya tidak ketahuan!" sahut wanita yang satu lagi membela temannya.


"I..itu, dia sering jalan dengan teman lelakinya, dan hubungan mereka dengan seorang wanita tidak pernah bisa bertahan dalam seminggu, mereka sama-sama memutuskan teman-teman kami hampir bersamaan!" sahut wanita yang awut-awutan itu mulai menjelaskan.


"Oh, seperti itu pandangan kalian menilai seseorang ya, dan...kalau begitu kalian berdua ini juga punya hubungan yang tidak wajar juga kan, kalian saling menyukai seperti layaknya lain jenis kan?!" kata Damian dengan tajam, tatapan matanya terlihat jijik melihat kedua wanita itu.


"Ti..tidak, kami bukan yang seperti itu..!" teriak wanita yang tidak awut-awutan dengan wajah memerah.


"Oh ya, aku akan selidiki kalian berdua, siapa kalian dan keluarga kalian, aku akan menuntut kalian karena telah menghina adikku tanpa ada bukti yang benar...dan aku akan pastikan kalian yang berlutut meminta maaf kepada adikku Donald Jhonson, Jenson cepat cari tahu siapa kedua wanita sampah ini!" teriak Damian dengan lantang.


"Baik Tuan!" jawab Jenson dengan cepat.


"Putriku..ada apa ini, kenapa kau bisa masuk ke kantor Polisi, ada masalah apa?" seorang pria enam puluhan tahun menghanbur masuk kedalam ruang introgasi Polisi.


"Papaaa..hu..hu..huuu!" jerit wanita yang awut-awutan itu bangkit berdiri menyambut Ayahnya yang datang untuk menebusnya.


"Ada apa, kenapa kau seperti ini?" tanya pria tua itu melihat kondisi putrinya yang awut-awutan.

__ADS_1


"Aku dianiaya seorang wanita monster Papa..huaaa!" jeritnya histeris menangis dengan kencang.


"Siapa wanita itu yang berani menyentuh putriku..!" sahut orang tua wanita itu.


"Adikku yang melakukannya, dia pantas mendapatkannya karena telah menghina adikku!" sahut Damian.


Sontak orang tua wanita itu menoleh ke arah Damian, dengan wajah galak dia mulai memarahi Damian.


"Keterlaluan...ka...!" tiba-tiba orang tua itu tidak melanjutkan amarahnya, wajahnya langsung terlihat pucat.


"Kenapa? lanjutkan apa yang ingin kau sampaikan padaku!" sahut Damian dengan nada tajam tapi datar.


"Aduhh..Tuan Damian, saya tidak tahu kalau itu adalah anda, maafkan kelancangan saya, maaf!" lelaki tua itu membungkukkan tubuhnya dalam-dalam kepada Damian.


"Papa!!" wanita yang awut-awutan itu terkejut melihat Ayahnya membungkuk hormat pada Damian.


Apa-apaan ini! pikirnya, Ayahnya orang terpandang dikota mereka, tidak mungkin lelaki itu yang lebih terhormat dari Ayahnya.


"Tuan, aku sudah mendapatkan informasi tentang keluarga Nona-nona itu!" Jenson masuk kedalam ruang introgasi.


"Bagus! kemari katakan siapa kedua orang tua wanita ini!" sahut Damian tidak sabaran.


"Maaf Tuan Damian, putriku memang keterlaluan, maafkan lah dia..sini kau! tunggu apa lagi, cepat berlutut minta maaf pada Tuan Damian!" teriak pria tua itu kepada putrinya.


"Papa...apa maksudnya ini, lelaki ini melindungi seorang lelaki pecundang!" sahut wanita itu tidak mau menuruti perkataan Ayahnya.


Plakkk!


Dengan cepat pria itu menampar putrinya, wajahnya terlihat begitu marah menatap putrinya tersebut.


"Sungguh lancang kau menghina keluarga Jhonson, apa kau tidak tahu siapa Tuan Damian Jhonson, kau mencoba memprovokasi raja bisnis dikota kita, dia adalah atasan Papa!" sahut pria itu dengan suara keras memarahi putrinya tersebut.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2