Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 45.


__ADS_3

Damian membawa Leticia makan di Restoran miliknya, dia tidak perlu melakukan reservasi terlebih dahulu.


Mereka langsung diantar sang Manajer keruang VVIP, dan dilayani langsung oleh Manajernya.


Karena Leticia tidak begitu mengerti dengan menu makanan yang ada di buku menu, terpaksa Damian yang memesan untuk makan malam mereka.


Leticia memandang makanan mewah yang disajikan di atas meja mereka, semuanya terlihat sangat lezat.


Ini pasti mahal! pikir Leticia.


"Makanlah pelan-pelan, jangan sungkan, kalau mau menu yang lain katakan saja" kata Damian.


"Tidak, ini saja sudah cukup!" kata Leticia.


"Baiklah!"


Damian memandang Leticia, melihat istrinya itu yang tampaknya sangat suka dengan menu makanan yang di pesannya.


"Bagaimana, enak?" tanya Damian.


"Iya!" Leticia mengangguk.


Damian tersenyum senang melihat Leticia menikmati makan malam mereka.


Dia akan sering-sering membawa Leticia makan diluar, dengan begitu mereka pasti akan semakin dekat.


"Apakah kau suka menonton film?" tanya Damian.


"Sedikit "

__ADS_1


"Film apa yang kau suka?"


"Apa saja tidak masalah!"


"Setelah selesai makan malam, bagaimana kalau kita pergi menonton film?" tanya Damian hati-hati, dia harus berusaha lebih lagi menyenangkan hati istrinya itu, kalau ingin Leticia mau dekat dengannya.


"Apakah ini tidak terlalu kemalaman untuk menonton film?" tanya Leticia, seperti enggan untuk pergi.


Leticia belum pernah pergi sekalipun menonton film, jadi dia tidak mengerti bagaimana cara menonton film.


"Ini tidak terlalu malam, kalau kau mau, setelah selesai makan kita bisa pergi menonton!" kata Damian penuh harap.


"Baiklah!"


Akhirnya Leticia mau diajak Damian untuk menonton film, karena dia pun penasaran cara menonton film di bioskop.


Damian begitu senang melihat Leticia mau diajaknya menonton film.


Tidak lama kemudian, mereka selesai makan malam, Damian menggenggam tangan Leticia yang kecil keluar dari ruang VVIP tersebut.


Damian dengan langkah pelan mengikuti langkah kaki Leticia yang pendek, sambil menggenggam tangan Leticia mereka terlihat jauh berbeda.


Damian terlihat seperti seorang Paman dan Leticia seperti keponakan Damian, tidak terlihat seperti istri Damian.


Hampir semua pengunjung restoran memandang kearah mereka, sebagian pelanggan mengenal siapa Damian.


Mereka mengenal Damian seorang playboy yang memiliki banyak kekasih, seorang Ceo yang mendominasi dalam hal berbisnis.


Dan juga disegani karena Damian bisa membuat satu perusahaan bangkrut kalau menyinggungnya, dan juga pemilik restoran tersebut.

__ADS_1


Mereka merasa heran apakah seorang Damian sudah mengganti seleranya dalam berpacaran?


Gadis yang berjalan di sampingnya sangat muda, dan terlihat seperti keponakannya.


Damian begitu tidak senang melihat mata para pengunjung lelaki restoran tersebut memandang istrinya.


Damian merangkul pinggang Leticia posesif, rasanya dia ingin menutup kepala Leticia dengan jasnya, agar mereka tidak memandang wajah imut istrinya tersebut.


Damian membawa Leticia keluar dari restoran tersebut, dia merasa kesal mata para lelaki itu memandang Leticia.


Damian tidak tahu kenapa dia bisa seperti ini, biasanya kalau dia jalan dengan wanita manapun, dia tidak perduli mau banyak pasang mata melihat dia dengan wanita tersebut.


Tapi dengan Leticia dia merasa tidak rela berbagi pada orang lain untuk melihat wajah cantik istrinya.


"Damian!" seseorang memanggil Damian.


Damian menghentikan langkahnya, menoleh pada orang yang memanggil namanya.


Terlihat seorang pria bersama dua orang wanita dibelakangnya berjalan menghampiri Damian.


"Tidak menyangka kita bertemu disini, sedang apa disini?" tanya pria tersebut, dan matanya melirik kearah Leticia.


"Kau pikir saja sendiri, kalau di restoran orang mau apa? apakah mau pesan kamar?" kata Damian terlihat tidak senang.


"Maaf, aku hanya bercanda!" pria tersebut tersenyum menanggapi perkataan Damian.


"Hai Damian, lama tidak jumpa!" salah seorang wanita dibelakang pria tersebut menyapa Damian dengan senyuman manja.


Wanita itu perlahan dengan langkah gemulai, berjalan mendekati Damian.

__ADS_1


Dengan senyuman manisnya, dia memasang wajah yang seimut mungkin pada Damian.


Bersambung.....


__ADS_2