Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 147.


__ADS_3

Sampai mereka kehabisan nafas, barulah ciuman itu terlepas. Wajah Janet tampak memerah, dan bibirnya membengkak.


Donald tersenyum senang melihat penampilan Janet, terlihat begitu menggoda dengan bibir yang bengkak dan basah.


Rasanya Donald ingin mengulum kembali bibir yang terasa manis dan lembut itu, sungguh menyenangkan dan tidak bisa untuk dilepaskan.


"Maaf malam itu aku menggigit bibirmu" gumam Janet lembut, telunjuknya mengelus bekas luka disudut bibir bawah Donald.


"Ini tanda cinta, aku tidak merasakan sakit" gumam Donald tersenyum lebar.


"Tanda cinta bukan seperti ini!"


"Jadi yang seperti apa tanda cinta? apakah membuat tanda merah disini?" tanya Donald menunjuk lehernya, "Atau disini?"


Donald menunjuk dadanya yang sedikit terbuka , lalu matanya dia kerlingkan satu pada Janet.


"Aku mau tanda cinta darimu disini!" kata Donald.


"Dasar, tanda cinta mana ada dengan membuat tanda merah ditubuh!" kata Janet mencubit dada Donald.


"Aduh, sakit!" Donald memegang dadanya.

__ADS_1


"Lebay, aku mana ada begitu kuat mencubit, coba ku lihat apakah ada merah?" tanya Janet lalu dengan jahil membuka kancing kemeja Donald.


"Tuh kan, tidak ada sedikitpun memerah!" Janet meraba dada Donald yang telah terbuka, memeriksa bekas cubitannya.


Donald tersenyum semakin melebar melihat betapa polosnya Janet, dia hanya mengerjai Janet saja, tapi Janet menganggap serius dan memeriksa dadanya.


Sekali angkat, tubuh Janet dipeluk Donald gregetan, dan kembali Donald menyerang bibir Janet, mencium dan mengulum bibir yang masih membengkak itu.


Kaki Janet menggelantung diangkat Donald, tangan Janet merangkul leher Donald dengan erat karena takut jatuh.


"Donald, sudah! hentikan, aku mau ganti baju..pakaian ini jadi kusut!" kata Janet di sela-sela ciuman Donald.


Bibir Janet semakin terasa membengkak, dan mereka kembali kehabisan nafas, barulah Donald melepaskannya.


Bibir Janet terlihat memerah dan basah akibat ciuman Donald mengulum bibir Janet dengan rakus.


Mata Donald nanar menatap bibir yang merekah membengkak itu.


"Sudah cukup, ini ditempat umum, hentikan Donald..ayo kita pulang!" Janet mencoba untuk turun dan melepaskan diri dari pelukan Donald.


"Baiklah, ayo aku bantu berganti baju!" Donald melepaskan Janet dari pelukannya.

__ADS_1


Donald membelikan Janet beberapa stel pakaian mewah, dan sesuai dengan seleranya.


Janet hanya mengikuti saja apa yang diinginkan oleh Donald. Setelah membayar apa yang mereka beli, mereka pun pulang.


Satu minggu sudah Janet tinggal dirumah Ibu mertuanya untuk saling dekat dengan Donald, dan ternyata hasilnya bisa membuat Janet menyukai Donald.


Dan mereka pun mengutarakan rasa cinta mereka, dan Janet bersedia menikah dengan Donald.


Dan, tentu saja Donald begitu senang sekali.


Annabelle membelikan sebuah Vila sebagai hadiah rumah pengantin untuk mereka di sebuah kompleks Vila termewah di kota mereka.


Vila yang akan menjadi tempat tinggal mereka setelah menikah.


Setelah satu minggu, Donald mulai sibuk mempersiapkan hari pernikahannya dengan Janet.


Sementara Damian dan Letisia merasa puas hasil dari rencana mereka berhasil, dan mereka tidak menyangka kalau Donald langsung melamar Janet untuk menjadi pengantinnya.


Damian akan memberikan kursi Direktur kalau Donald tidak ingin berkecimpung lagi didunia Intertaiment, dia tetap akan membuat kursi itu kosong sampai Donald mengundurkan diri dari status Aktornya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2