
Tidak berapa lama mereka pun sampai di Mansion Damian.
Karena kamar utama masih direnovasi, untuk sementara Damian menempati kamar sebelah.
Dokter baru yang menggantikan Victor menjadi Dokter pribadi Damian, memasang kembali infus Damian.
Dan akan memantau luka tangan Damian sampai sembuh.
Setelah ikut membantu Damian kembali beristirahat, Annabelle meminta Jenson untuk mengantarkannya pulang ke rumahnya.
Dan tinggallah Damian dengan Leticia di dalam kamar sementara Damian.
"Istirahatlah Tuan, ini sudah malam, besok baru kita bicara!" sahut Leticia, lalu meraih selimut.
Lalu berjalan ke arah sofa.
"Sayang, kau mau kemana?" tanya Damian melihat Leticia berjalan ke arah sofa.
"Mau istirahat juga!" jawab Leticia, kemudian merebahkan tubuhnya ke sofa.
"Tidak, sayang tidur lah bersamaku di tempat tidur, kumohon" sahut Damian dengan lembut.
Leticia menghentikan gerakan tangannya yang akan menyelimuti dirinya.
Damian memohon padanya.
Leticia menoleh memandang Damian, tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
Leticia melihat wajah Damian terlihat memelas, dan menyedihkan.
Leticia menghela nafas panjang, dia terpaksa mengalah, ini demi kesembuhan tangan Damian.
Leticia bangkit dari sofa, membawa kembali selimut dalam tangannya.
Lalu naik keatas tempat tidur di sebelah Damian.
__ADS_1
Melihat itu, Damian tersenyum senang, hatinya berbunga-bunga.
"Kemarilah sayang, aku ingin dekat denganmu!" sahut Damian sambil menepuk bantal di dekatnya.
Leticia menggeser tubuhnya mendekat kesamping Damian.
Dan tepat sedikit merapat ke tubuh Damian, dan tangan kiri Damian melingkar di atas kepala Leticia.
"Tidurlah, aku sudah mengantuk Tuan!" kata Leticia, lalu memejamkan matanya.
"Iya sayang" jawab Damian dengan lembut.
Damian mengecup kening Leticia.
Sontak membuat mata Leticia terbuka lagi.
"Apa yang anda lakukan Tuan?" tanya Leticia dengan nada sedikit tajam.
"Mengecup kening istriku, untuk mengucapkan selamat tidur" gumam Damian sembari tersenyum manis.
Damian juga membalas tatapan mata Leticia.
Mata mereka saling memandang beberapa saat, masing-masing dengan pikirannya sendiri.
Leticia menatap mata Damian yang terlihat lembut menatapnya, mata itu terlihat penuh cinta.
Tidak seperti dulu begitu tajam dan penuh benci kalau memandangnya.
Sementara pikiran Damian semakin terpesona dengan mata indah Leticia, mata Damian bergerak menatap setiap inci wajah Leticia.
Dada Damian berdebar menatap wajah Leticia yang imut, hidung kecilnya yang mancung, dan bibir kecilnya yang kenyal terlihat menggoda.
Tanpa sadar Damian menelan ludahnya menatap bibir Leticia.
Tanpa sadar, di luar kendalinya, perlahan tangan kanannya yang terluka dan sedang memakai selang infus bergerak mendekati bibir Leticia.
__ADS_1
Jempolnya perlahan membelai bibir Leticia, Damian mengelusnya begitu lembut dan hati-hati.
Leticia masih menatap Damian, dia diam saja merasakan bibirnya dielus oleh Damian.
Leticia tidak tahu kenapa dia diam saja, dia merasa tidak terancam dengan tindakan Damian tersebut.
Mata Damian nanar menatap bibir Leticia, perlahan jempolnya itu turun dan menarik dagu Leticia semakin mendongak menatapnya.
Dan perlahan kepala Damian menunduk, dia begitu terhipnotis dengan bibir kenyal Leticia.
Dia merindukan rasa bibir Leticia, kali ini dia akan lembut mengecup bibir itu, agar rasa rindunya terobati.
Damian memiringkan wajahnya agar dapat sepenuhnya mengecup bibir Leticia, dan bibirnya akhirnya menempel juga pada bibir Leticia.
Damian tidak berani bergerak, dia baru tersadar setelah bibirnya menempel ke bibir Leticia.
Dia diam sesaat tidak berani bertindak lebih jauh, dan bersiap-siap menerima amarah dari Leticia.
Tapi dia tidak merasakan kalau tubuhnya didorong oleh Leticia.
Damian mencoba menggerakkan bibirnya untuk mencium bibir Leticia, dan dia juga tidak ada merasakan pukulan Leticia ke tubuhnya.
Damian begitu bahagia, Leticia tidak menolaknya.
Perlahan bibir Damian mengulum bibir Leticia.
Oh! Ini sangat manis, begitu lembut, bisik hati Damian bahagia.
Jantungnya berdegup kencang merasakan Leticia diam saja apa yang dilakukannya, dan membuat Damian menginginkan lebih lagi.
Damian mengulum kembali bibir Leticia, dan lidahnya terjulur masuk ke sela-sela bibir Leticia.
Tangannya yang tadi memegang dagu Leticia, perlahan menjalar meraih tengkuk Leticia.
Bersambung.....
__ADS_1