
Leticia merasa tidurnya sangat nyaman sekali, tanpa sadar dia tersenyum dalam tidurnya.
Semakin meringsut masuk ke tempat yang nyaman tersebut, dan merasakan tubuhnya seakan terlindungi.
Damian merasakan Leticia semakin masuk kedalam pelukannya, dia pun mengalungkan tangannya memeluk pinggang Leticia.
Mereka pun tertidur dengan pulas.
Jam enam pagi Leticia terbangun dari tidurnya.
Leticia merasa tubuhnya seperti ada yang menekan, dia mencoba untuk bergerak.
Tidak bisa.
Leticia membuka matanya, lalu melihat sekelilingnya.
Ternyata dia sudah berada ditempat tidur.
Dan Leticia sekarang menyadari kalau dirinya berada dalam pelukan Damian.
Leticia ingin mendorong tubuh besar Damian, tetapi saat tangannya menyentuh dada Damian yang terbuka, Leticia merasakan tubuh Damian masih panas, walaupun tidak sepanas tadi malam.
Ternyata Damian belum sembuh betul dari demamnya.
Terpaksa Leticia menahan diri untuk tidak mendorong tubuh Damian.
Leticia mendongak melihat wajah Damian yang terlihat masih tertidur dengan nyamannya.
__ADS_1
Rahang Damian yang tegas nampak telah ditumbuhi brewok.
Baru kali ini Letisia memperhatikan wajah Damian, dan dari jarak yang sangat dekat.
Damian memiliki wajah yang sangat tampan dengan hidung yang begitu mancung.
Memiliki wajah yang tampan dan kekayaan yang berlimpah, wanita manapun pasti dengan suka rela melemparkan diri kedalam pelukan Damian, pikir Leticia.
Karena itulah para wanita itu berbondong-bondong mau saja dijadikan mainan oleh Damian.
Tidak dengan dengan dirinya, Leticia tidak tergoda sama sekali dengan ketampanan dan kekayaan Damian, dia hanya tertarik dengan kebebasannya.
Leticia ingat saat Damian membuat surat kontrak dan surat perjanjian yang harus ditandatanganinya.
Damian sangat membencinya, membuat surat perjanjian tersebut agar Leticia tidak tertarik padanya.
Dan juga tidak mencampuri urusan masing-masing, maupun urusan pribadi.
Dan dilarang jatuh cinta pada Damian, tidak boleh sembarangan masuk kedalam kamarnya yang seharusnya kamar Leticia juga.
Dan harus sopan berbicara padanya, serta jaga jarak kalau bertemu tidak sengaja didalam rumah.
Semua pengaturan yang dibuat Damian untuk dipatuhi Leticia tentu saja membuat Leticia senang.
Dia juga tidak ada niat untuk tertarik pada Damian, hatinya sudah dingin, sedingin es didalam freezer.
Sedari kecil menghadapi kekerasan, penindasan, dan tidak pernah merasakan kasih sayang.
__ADS_1
Bagaimana dia bisa mengenal apa itu yang namanya cinta, perhatian dan kasih sayang?
Hatinya sudah beku.
Di usianya yang masih muda Leticia sudah memiliki sikap seperti layaknya wanita dewasa, tetap tenang walau ditindas dan tidak cengeng.
Itu dikarenakan kehidupan yang di jalaninya sangat keras.
Perubahan sikap yang Damian tunjukan beberapa hari ini membuat perasaan Leticia belum juga mencair.
Sedari awal bertemu sudah bersikap kasar padanya, dan sekarang ingin berbaikan, membuat Leticia belum bisa beradaptasi dengan keadaan yang diberikan Damian.
Leticia perlahan mencoba untuk keluar dari pelukan Damian.
Damian malah semakin erat memeluk pinggang Leticia.
"Tuan, sudah siang, biarkan aku pergi, aku mau bantu Bibi Lina di dapur!" kata Leticia seraya menarik tangan Damian.
"Istirahatlah lagi, jangan cepat sekali bangun, tadi malam kau pasti capek, biarkan mereka yang bekerja, mulai hari ini jangan masuk ke dapur, bersantai lah, aku tidak mengijinkan kau mengerjakan pekerjaan rumah lagi!" kata Damian mengelus punggung Leticia lembut.
"Baiklah, sesuai apa yang Tuan mau, tapi aku ingin memberitahukan pada Bibi, kalau anda sakit, agar Bibi Lina memasak makanan yang bisa membuat luka pada tangan Tuan cepat sembuh!" kata Leticia mengingatkan Damian akan luka di tangannya.
"Oh" gumam Damian.
Iya juga, pikirnya.
"Baiklah, jangan terlalu lama, kau perlu istirahat lagi!" kata Damian dengan berat hati melepaskan tangannya dari memeluk Leticia.
__ADS_1
Leticia pun perlahan beranjak turun dari tempat tidur.
Bersambung.....