
Leticia dengan langkah terpaksa pergi untuk memberitahukan pada Damian pesan yang dikatakan Ibu Damian.
Dengan langkah tidak bersemangat Leticia melangkahkan kakinya menemui Damian.
Damian yang telah selesai mandi, sekarang tengah duduk di ruang tengah sambil membuka laptop di atas pangkuannya.
Leticia dengan canggung perlahan mendekati Damian yang tengah fokus mengetik di laptonya.
"Tuan!" panggilnya dengan sopan.
Damian menghentikan tangannya, lalu memandang Leticia.
"Tadi Nyonya besar menelepon, dia berpesan agar Tuan datang ke rumah Nyonya malam ini, kata Nyonya adik anda sudah pulang dari luar negeri!" kata Leticia dengan lancar.
Damian tidak menjawab perkataan Leticia tersebut, dia masih terus memandang Leticia.
Peran Leticia dengan memanggilnya dengan kata 'Tuan' memang terlihat seperti pembantu.
Damian ingin memulai dari awal hubungannya dengan Leticia, tapi kalau Leticia memanggilnya dengan sebutan 'Tuan' sampai kapanpun sepertinya hubungan mereka tidak akan pernah bisa ketitik yang seharusnya.
Damian menghela nafas, dia frustasi dengan peraturan yang telah di berikannya pada Leticia saat pertama kali masuk ke Mansion nya.
"Leticia jangan panggil aku 'Tuan', aku bukan Tuanmu, aku suamimu!" sahut Damian.
"Maaf, aku tidak bisa!" jawab Leticia.
__ADS_1
"Duduklah disini!" Damian menepuk tempat duduk disebelahnya.
"Maaf!" ucap Leticia tidak mau mendengarkan Damian, dia masih tetap berdiri ditempatnya.
Damian pun terdiam dengan sikap dingin Leticia padanya, layaknya seperti pembantu dengan atasan.
Leticia merasa dia tidak perlu berlama-lama lagi di sana, dia pun berbalik akan pergi meninggalkan ruang tengah tersebut.
"Maafkan aku!" sahut Damian, "Maaf!"
Ruang tengah tiba-tiba terasa hening setelah Damian mengucapkan kata maaf.
Leticia menghentikan langkahnya yang akan pergi dari sana.
Damian Ceo yang memiliki beberapa perusahaan di bidang Perhotelan dan Restoran dan terkenal arogan, meminta maaf dengan suara memelas pada istri yang selama ini tidak dianggapnya.
"Aku tahu selama ini terlalu kasar padamu, jadi wajar kalau kau begitu membenci ku, maukah kau memulai dari awal hubungan kita? hubungan layaknya sebagai suami istri?" kata Damian dengan hati-hati.
Leticia masih tetap diam, dia menunduk mendengarkan perkataan Damian tersebut.
"Leticia!" panggil Damian.
"Maaf Tuan, hubungan dari awal apa yang harus kita jalankan, kita tidak saling mencintai, aku rasa itu tidak perlu, Tuan urus lah terlebih dulu para Kekasih anda yang telah anda gantung begitu saja, jangan sampai mereka bermusuhan lagi denganku, karena merebut perhatian anda dari mereka, kasihan mereka telah anda nikmati tapi kemudian anda campakkan begitu saja!" kata Leticia dengan tenang.
Wajah Damian menggelap mendengar perkataan Leticia tersebut.
__ADS_1
Itu semacam tamparan yang sangat menyakitkan menusuk jantungnya.
Apalagi perkataan itu keluar dari mulut Leticia, istrinya yang mulai membuat jantungnya berdebar-debar seperti anak remaja yang baru pertama kali merasakan asmara.
Damian mengepalkan tangannya begitu erat. Damian tidak senang mendengar perkataan Leticia tersebut.
"Aku hanya bermain-main saja dengan mereka, aku tidak ada menyukai satupun dari mereka!" kata Damian mulai kesal.
"Tapi anda begitu senang saat mereka menempel pada mereka, dan dibelai oleh mereka kan?" kata Leticia mengingatkan Damian.
"Tidak bukan seperti itu!" kata Damian mulai tambah kesal.
"Membawa mereka satu persatu bergantian, menikmati cinta satu malam bersama mereka ke kamar anda!" kata Leticia untuk mengingatkan Damian akan kelakuannya yang Playboy.
"Leticia!!" teriak Damian dengan kencang sembari melompat berdiri.
"Kenapa Tuan? apa anda tidak senang karena aku menyinggung para kekasih anda?!" tanya Leticia tajam.
"Bukan seperti itu, kau jangan mengungkit masalah itu lagi!" kata Damian tidak senang, dia tidak suka lagi kalau dirinya di ingatkan pernah bersama dengan para wanita, yang sekarang dalam pandangan Damian, ternyata sangat menjijikkan.
"Tapi bukankah kenyataannya seperti itu Tuan? anda pria murahan yang tebar pesona kepada semua wanita, suka dikelilingi wanita yang cantik dan menggairahkan!" kata Leticia mencibir.
" Leticia!!!" teriak Damian dengan lantang.
Leticia terlonjak ditempatnya berdiri mendengar teriakan Damian yang menggelegar.
__ADS_1
Leticia terkejut melihat reaksi Damian yang begitu emosi mendengar apa yang dikatakannya.
Bersambung.....