
Leticia melanjutkan makannya.
Damian terlihat tidak berselera lagi makan, dia memandang Leticia yang tampak makan dengan tenang.
Tanpa sadar Damian melirik kearah bibir Leticia, mulut Leticia terlihat sangat enak sekali mengunyah makanannya.
Dan pikirannya pun tanpa sadar membayangkan kejadian didalam walk in closet tadi sore, lembutnya bibir Leticia terasa sangat enak dikecupnya.
Wajah Damian tiba-tiba memerah memikirkan itu, dia seperti pria yang baru pertama kali merasakan berciuman.
Damian mengedipkan matanya, dia tidak percaya dengan apa yang dirasakannya.
Dia mencoba untuk makan kembali.
Ini aneh! dia sudah merasakannya bersama dengan beberapa wanita sebelumnya, wanita yang paling cantik dan paling hot.
Tapi kenapa mencium Leticia rasanya seperti berbeda, merasakan bibirnya yang lembut sangat menyenangkan.
Dan sangat sulit untuk dilupakannya, bahkan ada dorongan yang kuat ingin merasakan kembali rasa bibir itu.
Damian menggelengkan kepalanya, dia mencoba menghilangkan perasaannya tersebut.
Damian kembali memandang Leticia.
Dia melihat Leticia tidak begitu banyak menghabiskan makan malamnya.
"Kenapa sedikit sekali?" tanya Damian.
"Aku sudah kenyang!" kata Leticia seraya mendorong piringnya ke depan.
__ADS_1
Damian jadi ikut-ikutan tidak berselera makan lagi, karena melihat Leticia sudah selesai makan.
"Ya sudah kalau begitu!" Damian pun mendorong piringnya ke depan.
Leticia kemudian bangkit dari duduknya, dia membenahi makanan tersebut untuk dibawa ke dapur Mansion.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Damian melihat apa yang dikerjakan Leticia.
"Aku akan membawa sisa nya ke dapur!" jawab Leticia.
"Letakkan! biarkan Bibi Lina yang melakukannya!" kata Damian tidak senang.
"Biarkan aku yang melakukannya Tuan..ini sudah tugasku!" kata Leticia.
"Leticia!!" bentak Damian.
"Ada apa Tuan, jangan katakan aku adalah Nyonya rumah ini, jadi tidak perlu mengerjakan pekerjaan ini!" sahut Leticia dengan berani.
Mereka tidak saling mencintai, tidak ada yang perlu diperjuangkan dari antara mereka.
Pernikahan mereka bukan keinginan mereka sedari awal. Jadi tidak perlu saling memperhatikan.
Leticia meletakkan semua piring dan mangkuk makanan tersebut keatas troli makanan.
"Aku sudah menemani anda makan malam, jadi anda sepertinya sudah bisa kembali ke rumah anda Tuan!" kata Leticia bersiap untuk mendorong troli keluar dari paviliun.
Damian masih duduk di kursinya, dia tampak tidak senang dengan apa yang dikatakan Leticia.
Dia masih ingin berduaan dengan Leticia agar mereka bisa semakin dekat.
__ADS_1
Tapi sepertinya Leticia tidak ingin lama-lama dekat dengannya.
Damian menghela nafas kesal, kenapa sangat sulit untuk mencairkan hati Leticia.
Banyak wanita akan luluh padanya tanpa perlu dia berkata untuk mendekat padanya, mereka sendiri yang akan datang bagaikan lintah menempel padanya.
Leticia masih berdiri menunggu Damian agar pergi dari paviliun.
Damian dengan berat hati terpaksa bangkit dari duduknya, dia harus sabar menghadapi Leticia yang masih belum terbiasa berdekatan dengannya.
Ini akibat ulahnya sendiri karena terlalu kasar pada Leticia.
"Baiklah!" kata Damian akhirnya mengalah.
Damian melangkah menuju pintu paviliun, saat membuka pintu Damian menoleh pada Leticia.
"Pikirkanlah warna apa yang cocok untuk kamar utama, aku ingin kau yang mengaturnya sesuai seleramu, dan mengatur dekorasinya sesuai seleramu juga" kata Damian.
"Maaf Tuan, aku tidak bisa!" dengan cepat Leticia menjawab.
Damian mematung ditempatnya berdiri, digenggamnya gagang pintu dengan begitu eratnya sampai biku tangannya memutih.
Damian benar-benar hampir tidak bisa mengendalikan dirinya, dia ingin berteriak dan membentak Leticia karena menolak apa yang dikatakannya.
Dia menghela nafas mencoba menenangkan dirinya.
"Kenapa?" tanya Damian dengan nada yang menahan emosi.
"Kita tidak saling mencintai, dan kita bukan suami-istri yang sebenarnya!" kata Leticia, kata-kata itu harus sering diucapkan Leticia pada Damian, agar Damian sadar jangan memberikan harapan yang tidak jelas padanya.
__ADS_1
Damian memijit pelipisnya menahan rasa kesalnya yang sudah mau meledak.
Bersambung.....