
Letisia merasa Janet sudah terlalu lama ditoilet, dia tahu kalau Janet menghindari Donald, agar adik suaminya itu tidak berisik menyindirnya.
"Aku mau ke toilet sebentar!" ujar Donald tiba-tiba, dan bangkit dari duduknya.
Letisia menyikut Damian, memberi tanda pada suaminya itu.
"Ada apa sayang?" tanya Damian menoleh memandang istrinya.
"Donald kenapa benci sekali pada Janet, dan dia pergi ke toilet..apakah ingin menegur Janet?" tanya Letisia khawatir.
"Jangan khawatir, kalau dia memarahi Janet..aku akan memarahinya kembali!" kata Damian mengelus lengan istrinya untuk menenangkannya.
Sementara itu ditoilet, Janet merasa perasaannya sudah tenang, sepertinya dia sudah bisa kembali ke ruang VIP.
Setelah membetulkan rambut dan pakaiannya, Janet membuka pintu toilet.
Alangkah terkejutnya Janet begitu keluar dari dalam toilet, di depan pintu toilet Donald berdiri memandang kearahnya.
"Kau sepertinya menghindariku ya..tidak senang dengan apa yang kukatakan padamu, bicara kalau tidak senang..jangan kami menunggumu begitu lama untuk memulai makan, aku sudah lapar..tahu!" sahut Donald masih dengan nada yang sarkas.
Janet menatap Donald dengan tajam, dia merasa Donald sepertinya cari masalah dengannya.
Mendapat tatapan tajam dari Janet, tiba-tiba Donald merasa ciut, ada rasa gugup dirasakannya.
__ADS_1
Wajah ramah dan lembut Janet tidak terlihat lagi, dan itu membuat perasaan Donald tidak menentu.
"Anda keterlaluan..aku merasa tidak melakukan hal yang menghina anda, dan aku hanya seorang Pembantu...kenapa anda begitu sibuk mengurusi sikapku mau ramah atau tidak ramah..anda sungguh aneh!" kata Janet dengan wajah datar dan dingin.
Jantung Donald berdegup kencang melihat sikap dingin Janet, gadis itu terlihat bukan Janet yang dikenalnya.
Membuat Donald semakin tidak karuan dengan sikapnya terhadap Janet, dia ingin membuat Janet takut padanya, agar dia bisa mengeluarkan perasaannya yang campur aduk kalau melihat Janet.
"He..hei kau, berhenti!" panggil Donald tersadar dari terpakunya tadi, saat melihat Janet sudah pergi meninggalkannya.
Janet tidak memperdulikan panggilan Donald, dia terus saja melangkah menuju ruang VIP.
"Kak Donald..kenapa ada disini?" tiba-tiba mereka berpapasan dengan seorang wanita cantik saat mendekati ruang VIP.
Wanita itu melirik Janet.
"Kenapa lama?" tanya Letisia dengan suara pelan pada Janet.
"Maaf Nona, aku tadi tidak sengaja menyenggol tissue toilet, jadi aku perbaiki dulu sebentar..karena itulah aku jadi lama!" bisik Janet berbohong.
"Oh" Letisia baru mengerti kenapa Janet lama ditoilet.
Pintu ruang VIP terbuka, dan masuklah Donald bersama dengan wanita cantik tadi.
__ADS_1
"Ma..temanku ingin bergabung dengan kita merayakan kemenangan Mama..tidak apa-apa kan?" sahut Donald membawa wanita cantik tersebut untuk duduk disebelahnya.
Annabelle memandang wanita cantik yang dibawa Donald, Annabelle merasa tidak nyaman dengan kehadiran wanita itu.
"Teman apa pacar?" tanya Damian tersenyum penuh arti, Damian memandang adiknya dengan intens.
Dia merasa Donald seperti ada rasa keterpaksaan mengundang wanita itu untuk makan bersama mereka.
Dan, sepertinya Donald mengundang wanita itu, untuk melakukan sesuatu hal yang tersembunyi.
"Lagi pendekatan kak!" sahut wanita itu menjawab pertanyaan Damian, wanita itu tampak tersenyum malu-malu setelah menjawab Damian.
Damian melirik adiknya, dan melihat raut wajah adiknya itu sepertinya tidak nyaman dengan jawaban wanita cantik itu.
Apa sebenarnya yang ingin dilakukan anak ini? pikir Damian tidak habis pikir dengan sikap adiknya tersebut.
Dan, tidak ada bantahan dari Donald walau dia merasa tidak nyaman dengan jawaban wanita itu.
Damian hanya geleng kepala saja, dia yakin suatu saat adiknya itu akan kerepotan untuk menghadapi wanita cantik yang disampingnya tersebut.
Damian sudah mengalami apa yang dilakukan adiknya sekarang, dia benar-benar menyesal membiarkan wanita yang tidak disukainya menempel pada dirinya.
Membuat kepala pusing dan sangat sulit untuk menyingkirkan mereka karena telah membuat mereka seolah-olah dia mencintai para wanita cantik itu.
__ADS_1
Damian yakin, kalau adiknya akan mengalami apa yang pernah dialaminya.
Bersambun.....