Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 66.


__ADS_3

Leticia diam saja mendengarkan apa yang dikatakan oleh Damian, walau dia sudah tenang, tapi perasaannya masih belum tenang.


Leticia masih mode shock karena melihat Damian tadi begitu menakutkan meninju Jerry, dan dia tadi jelas sekali mendengar wajah Jerry kena hantam tinju Damian.


Leticia melirik kearah baju Damian, ternyata dia masih mengenakan baju seragam pasien.


"Aku tidak tahu siapa yang memberitahukan kalau aku ada di rumah sakit pada Amira, aku terlalu memanjakan adikku itu, sehingga dia bisa sesuka hatinya berbuat apa saja semaunya, aku telah menghukumnya!" kata Damian, masih dengan lembut mengelus pipi Leticia


Leticia masih tetap diam.


"Sayang" panggil Damian dengan lembut, "Apakah kau memang ingin pergi dengan lelaki itu?"


Damian menatap mata Leticia tanpa berkedip, dia merasa Leticia sepertinya kecewa telah ditemukannya.


"Kami bertemu didepan rumah sakit, saat aku mau ke halte!" akhirnya Leticia buka suara.


"Dia akan membawamu kemana, apa yang telah dia katakan padamu?" tanya Damian beruntun, dia sedikit menggoncang bahu Leticia tanpa sadar.


"Tidak ada, hanya membawa aku pergi makan malam saja!" kata Leticia menjelaskan.


Damian memeluk kembali Leticia, dia telah salah paham pada Jerry.


Tapi Damian tidak perduli pada Jerry, yang dia pedulikan adalah istrinya.


"Sayang, aku akan terus mengejar mu sampai kau menyukaiku, aku mencintaimu!" kata Damian memeluk tubuh Leticia dengan eratnya.


Perasaan Leticia campur aduk, dia tidak menyangka suaminya yang begitu arogan dan selalu berbuat kasar padanya jatuh cinta padanya.

__ADS_1


Tidak lama kemudian mereka sampai di rumah sakit.


Damian menggenggam tangan Leticia dengan erat saat turun dari mobil, dan tidak melepaskannya sampai dikamar rawat inapnya.


"Damian, putraku...bagaimana dengan menantuku!" Annabelle Ibu Damian berseru dengan panik begitu Damian membuka pintu kamar pasien.


Annabelle ternyata sudah menunggu mereka dari tadi dikamar Damian, dia terlihat khawatir.


Begitu melihat Leticia dibelakang Damian, wajahnya langsung berubah cerah.


"Oh menantuku, aku begitu khawatir saat mendengar kau hilang, aku buru-buru datang kemari, aku sudah memarahi Amira, dia memang sungguh lancang menyuruhmu pergi, untunglah kau tidak kenapa-napa!" sahut Annabelle memeluk Leticia.


Leticia terdiam ditempatnya berdiri menerima respon dari Annabelle, dia tidak menyangka Annabelle peduli padanya.


"Apakah ada seseorang yang mengganggumu dijalan tadi, sehingga kau tidak bisa pulang?" tanya Annabelle.


"Apa kau sudah makan?" tanya Annabelle.


"Sudah!" angguk Leticia.


"Aku belum!" sahut Damian.


"Aku akan memesan makan malammu dari kantin!" kata Annabelle pada Damian.


Annabelle kembali memandang Leticia.


"Duduklah, kau mungkin capek, aku akan memesan teh hangat untukmu juga "

__ADS_1


Annabelle kemudian meninggalkan kamar pasien, dan tinggallah mereka berdua.


Sementara Jenson pergi untuk memanggil Dokter agar memeriksa luka Damian.


"Kemari lah, sinilah duduk!" Damian menarik tangan Leticia untuk duduk ditepi tempat tidur pasien bersamanya.


Leticia duduk di sebelah Damian.


Damian meraih tangan Leticia, dan membawanya ke dalam genggamannya.


Saat dia ingin mengatakan sesuatu, pintu kamar pasien terbuka.


Tampak Dokter masuk bersama Jenson.


"Coba saya lihat lukanya Tuan!" kata Dokter.


Dokter kemudian memeriksa luka Damian.


"Untunglah tidak apa-apa!" Dokter kembali membalut luka Damian, "Saya akan kembali pasang infusnya, tubuh anda masih lemah"


Dokter memasang kembali infus Damian.


"Tolong jangan terlalu banyak bergerak dan tangan yang terluka jangan terlalu banyak menggunakan tenaga, agar cepat sembuh" kata Dokter menjelaskan.


Setelah memasang infus, dan memberikan nasehat pada Damian, Dokter itupun pergi.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2