
Leticia melihat wajah Damian yang meringis kesakitan, dengan tubuh yang masih gemetar, Leticia perlahan mendekati Damian.
"Tuan, apakah anda baik-baik saja?" tanyanya.
Damian mengangkat tangan kanannya, dia merasa kalau lukanya terbuka.
"Iya tidak apa-apa" kata Damian, tapi tidak sesuai dengan raut wajahnya yang meringis.
Leticia perlahan duduk disebelah Damian.
Damian menoleh pada Leticia, menatap wajah Leticia yang sepertinya khawatir padanya.
Ada rasa senang dalam hatinya melihat raut wajah Leticia yang khawatir.
"Sini, mari kulihat Tuan!" kata Leticia.
Leticia meraih tangan Damian, lalu membuka perban yang tadi hampir seluruhnya dibuka oleh Dokter Victor.
Damian memandang tangan kecil Leticia yang mengurus lukanya, pria itu merasakan perasaannya yang semakin dalam pada Leticia.
"Lukanya terbuka Tuan, anda terlalu emosi sehingga membuat urat-urat di lengan anda menegang" kata Leticia.
Leticia membersihkan luka Damian dengan alkohol.
Damian sedikit meringis menahan lukanya karena terkena alkohol, terasa perih.
"Ini harus dijahit Tuan, anda harus dirawat di rumah sakit!" kata Leticia lagi.
"Tidak perlu, dirawat di rumah juga akan sembuh!" kata Damian menolak pergi ke rumah sakit.
"Anda nanti demam lagi, sepertinya lukanya infeksi, perlu ditangani oleh Dokter!" ucap Leticia untuk mengingatkan Damian tentang demam yang di alaminya kemarin malam.
"Aku sudah suruh Jenson untuk mencari Dokter yang bisa menangani luka retak!" kata Damian.
Leticia tidak mengatakan apa-apa lagi, Damian tidak bisa dibantah.
Leticia melanjutkan membalut luka Damian setelah dibersihkan.
__ADS_1
Menutup lagi dengan kasa dan kemudian membalutnya dengan rapi.
"Terimakasih" ucap Damian setelah lukanya ditutup rapi lagi oleh Leticia.
"Sup anda sudah hampir dingin, anda harus memakannya sekarang atau mau dipanaskan lagi Tuan?" tanya Leticia.
"Makan sekarang saja" kata Damian.
Leticia mengambil sup ikan untuk Damian.
Meletakkannya diatas meja beserta jus yang dibuat Leticia tadi.
Damian mencoba menyendok sup dengan tangan kirinya.
Terlihat sangat sulit menyendok kuah sup, ada yang tercecer jatuh dari sendok begitu di sendok.
Leticia yang melihat itu, merasa tidak enak juga, sepertinya terlalu cuek tidak peduli akan keadaan Damian.
"Mari, biar aku suapin saja Tuan"
Wajah Damian terlihat berbinar begitu senangnya melihat Leticia berinisiatif menyuap nya makan.
Dengan mulut terbuka lebar dia menerima suapan Leticia.
Sup itu terasa luar biasa sangat lezat begitu dicicip oleh lidahnya.
Damian makan dengan lahap dari suapan sendok Leticia.
"Enak sekali" gumamnya.
Leticia diam saja mendengar perkataan Damian, dia tidak menyangka Damian begitu menikmati sup tersebut.
Dalam sekejap sup pun habis.
Leticia memberikan jus pada Damian, dan sekali teguk jus habis diminum oleh Damian.
"Istirahat lah Tuan, tangan anda jangan gunakan untuk melakukan apapun" kata Leticia, lalu mengambil mangkuk dan gelas kosong dan meletakkan keatas nampan.
__ADS_1
Leticia kemudian mengambil obat Damian, dan memberikan obat apa saja yang akan diminum nya dipagi hari.
Ada tiga tablet obat, Damian melemparkan sekaligus obat itu ke dalam mulutnya.
Leticia kemudian memberikan air putih untuk mendorong obat tersebut.
"Aku akan mengantarkan mangkuk dan gelas ke dapur, anda beristirahatlah!" kata Leticia.
"Baik" jawab Damian.
Damian perlahan bangkit dan berjalan menuju tempat tidur.
Leticia sendiri pergi keluar kamar membawa nampan berisi mangkuk dan gelas kotor.
Damian merebahkan tubuhnya setengah duduk di atas tempat tidur.
Kepalanya disanggah beberapa bantal yang telah disusun oleh Leticia.
Tubuhnya terasa rileks.
Damian memejamkan matanya, dia teringat kejadian barusan.
Victor, Dokter yang sudah lama menjadi Dokter pribadinya dan juga temannya, memang tidak salah memuji Leticia tadi.
Tapi Damian merasa tidak suka kalau Leticia dikagumi oleh pria lain, dia gadis spesial baginya.
Dia serius pada Leticia, dan gadis itu adalah istrinya.
Damian sendiri belum bisa memenangkan hati Leticia, sudah ada pria lain dengan lancang memuji istrinya dengan terang-terangan didepan hidungnya.
Dia sangat kesal, dia tahu Victor sama sepertinya juga, suka main wanita.
Victor sering menggoda beberapa wanita yang pernah jalan dengannya, tapi Damian tidak pernah marah.
Karena menurutnya wanita tersebut hanyalah selingan saja, hanya untuk main-main dan dia tidak ada sedikitpun menaruh perasaan pada wanita-wanita tersebut.
Bersambung....
__ADS_1