
Besoknya sesuai dengan apa yang telah diatur oleh Damian dan Letisia, pagi-pagi Letisia memberitahu Bibi Lina, kalau nanti malam mereka akan membuat pesta kecil-kecilan untuk keluarga dan para bawahan Damian.
Bibi Lina senang mendengar apa yang disampaikan Letisia, sudah lama mereka tidak menikmati kebersamaan.
"Baik Nona, aku akan membuat hidangan yang lezat untuk nanti malam!" sahut Bibi Lina dengan penuh semangat.
"Kita akan pakai taman belakang untuk pestanya!" kata Letisia, "Aku akan memberitahukan pengurus kebun untuk membantu menata dan menghias taman belakang!"
Letisia meninggalkan Bibi Lina didapur menuju pintu belakang Mansion, setelah memberitahukan mengenai pesta nanti malam.
Letisia menemui pengurus kebun, dan memberitahukan untuk menyusun dan mengatur taman belakang untuk pesta nanti malam.
Janet dan Dona yang belum mengetahui perihal pesta dadakan yang direncanakan Letisia, mengerjakan tugas mereka seperti biasa membersihkan setiap ruang Mansion.
Bibi Lina datang mencari Janet.
"Ayo temani Bibi kepasar berbelanja..nanti malam Nona Letisia mau mengadakan pesta!" sahut Bibi Lina pada Janet.
"Pesta?" Janet dan Dona kaget mendengar apa yang dikatakan Bibi Lina.
"Iya!" jawab Bibi Lina.
Janet dan Dona saling pandang tidak percaya, tapi kemudian mereka tersenyum lebar.
"Pesta? asikk..!" teriak mereka serentak kegirangan.
Janet langsung bergegas mengikuti Bibi Lina untuk pergi kepasar.
Pesta dirumah tentu saja sangat mengasyikkan, sudah lama mereka tidak berkumpul bersama menikmati waktu untuk bersenda gurau.
Mansion terlihat sibuk mempersiapkan pesta untuk malam nanti, dan taman belakang telah disulap menjadi tempat pesta.
__ADS_1
Tiga meja panjang telah disiapkan, beberapa vas bunga diletakkan diatas meja untuk memperindah suasana meja.
Jam enam malam taman belakang terlihat begitu terang dan terlihat indah, dengan dekorasi yang begitu mewah.
Letisia sebelum pesta sudah mengatakan pada Janet dan Dona harus berdandan cantik, dan mengenakan pakaian terbaik mereka agar suasana pesta lebih terasa momennya.
Kedua wanita lajang tersebut cekikikan begitu senang, akhirnya bisa dandan cantik malam ini.
Menghabiskan malam dan berkenalan dengan lelaki, pasti momen yang sangat ditunggu-tunggu.
Damian telah mengundang Ibunya bersama kedua adiknya, Donald dan Amira.
Beberapa mobil telah terparkir di pelataran halaman Mansion, dan mobil Donald pun datang juga, dan perlahan bergabung bersama dengan mobil-mobil tersebut.
Amira dengan wajah juteknya mengikuti langkah Annabelle masuk kedalam Mansion.
Ditaman belakang terlihat begitu meriah dengan berbagai makanan tersedia diatas meja, lengkap dengan dessertnya.
Tiga botol anggur didalam wadah berisi es juga diantara prasmanan tersebut.
Janet dan Dona terlihat sangat cantik dengan gaun terusan selutut, rambut Janet yang biasa selalu diikat, malam ini dia gerai.
Rambut Janet terlihat begitu indah tergerai, beberapa anak buah Damian tampak begitu tertarik untuk mengobrol dengan Janet.
Annabelle disambut Letisia begitu datang bergabung di taman belakang, mereka berpelukan dengan hangat sambil cipika-cipiki.
Sedangkan Amira tidak ada niat sedikitpun ingin berbaikan dengan Letisia, wajahnya tetap ditekuk begitu berpapasan dengan Letisia.
Dan, Letisia tidak begitu memperdulikan sikap Amira tersebut, dia juga menganggap Amira seperti tidak ada diantara mereka.
Dan Donald, seperti yang diperkirakan Letisia tampak diam ditempatnya melihat Janet berbincang dengan seorang pria, dan terlihat begitu asik sambil sesekali tertawa.
__ADS_1
Dan, penampilan Janet yang berbeda membuat Donald tidak berkedip melihat Janet, dia terlihat tidak percaya melihat penampilan Janet yang cantik.
Donald dengan langkah cepat berjalan kearah Janet, dan pria yang mengobrol dengan Janet.
Dengan kesal dia berjalan ke antara kedua orang itu, dan hasilnya Janet dan pria itu terpisah beberapa langkah.
Air minum yang dipegang Janet nyaris tumpah mengenai gaun Janet, dan itu membuat wajah Janet menggelap.
Janet sudah tidak tahan lagi dengan sikap Donald, dia perlu bicara pada Donald, dan memberi pelajaran pada aktor muda itu.
Dengan kesal Janet meletakkan gelasnya keatas meja, lalu dengan langkah cepat Janet menghampiri Donald yang tampak menuangkan anggur kedalam gelasnya.
Tanpa sungkan lagi, Janet menyambar tangan Donald, dan memegangnya dengan erat.
"Aku ingin bicara denganmu!" ujar Janet datar dengan wajah yang terlihat marah, dia tidak bisa lagi untuk bersikap sopan pada Donald.
Belum sempat Donald mengeluarkan suaranya, tangannya telah ditarik Janet dengan paksa.
Donald menatap tangannya yang ditarik Janet, dia merasa tidak percaya dengan apa yang dialaminya ini.
Sudut bibir Donald terlihat bergerak, dan menyunggingkan senyuman, dia terlihat senang.
Janet membawa Donald ke paviliun tempat Letisia dulu tinggal, dengan kencang Janet membuka pintu paviliun.
Lalu dengan kencang mendorong tubuh Donald ke tembok paviliun, dan menekan dada Donald dengan tangannya.
"Kita perlu bicara!" sahut Janet dengan datar, nada suaranya terdengar begitu tajam.
Donald diam saja tidak menanggapi perkataan Janet, matanya menatap Janet dengan lekat.
Baru ini Donald menatap wajah Janet dengan jarak yang begitu dekat, ternyata wajah Janet begitu bening dan imut.
__ADS_1
"Apa masalahmu selalu menggangguku..apa yang telah kuperbuat padamu sehingga kau begitu tidak senang padaku!" ujar Janet marah dengan wajah yang terlihat begitu merah karena emosi, dia tidak punya rasa sopan santun lagi pada Donald.
Bersambung....