
Damian perlahan melepaskan pelukannya, lalu menatap Letisia dengan tatapan tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan.
"Sayang..apakah kau tahu apa yang kau katakan barusan?" tanyanya untuk menyadarkan Letisia agar jangan bicara sembarangan, itu membuat dia seperti hanya seperti bermimpi saja.
"Iya, aku mencintaimu Tuan.." ucap Letisia pelan menatap mata Damian yang begitu nanar menatap matanya.
Letisia tersenyum manis, wajahnya yang lembab karena menangis berangsur-angsur cerah dan terlihat semakin imut.
Selama ini Letisia tidak pernah tersenyum, ini baru pertama kalinya Damian melihat senyuman Letisia.
Senyuman Letisia sangat manis, luar biasa manis! dan cukup membuat Damian begitu terpesona.
Giginya yang putih rapi terlihat sangat cantik dengan senyuman manisnya yang menyilaukan penglihatan Damian.
Letisia terlihat semakin cantik.
Damian merasakan cintanya semakin menggebu-gebu pada Letisia, perlahan tangannya membelai pipi Letisia yang lembut.
"A..aku tidak percaya, katakan lagi sayang..aku seperti bermimpi!" gumam Damian berdiri diatas lutut dengan tegak menatap Letisia yang juga melakukan hal yang sama dengannya.
Berdiri diatas lutut saling berhadapan begitu dekat.
"Aku mencintaimu Tuan.." ucap Letisia sembari tersenyum manis, " Eh, bukan..sayangku Tuan Damian, i love you!" ucap Letisia lagi meralat uacapan pertamanya.
Letisia semakin memperjelas apa yang dikatakannya.
Dan, itu sudah cukup jelas bagi Damian.
Cup!
Tiba-tiba Letisia mengecup pipi Damian.
__ADS_1
Sontak saja membuat Damian membeku mendapat ciuman dari Letisia, ternyata memang benar Letisia mencintainya.
Damian meraih tubuh Letisia dan mengangkatnya dengan kedua tangannya.
Membopong Letisia naik keatas tempat tidur baru mereka, meletakkan tubuh mungil Letisia dengan lembut keatas tempat tidur.
Tangan Damian mengelus pipi Letisia, matanya menatap mata Letisia yang indah, yang mampu membuat Damian terhipnotis karena terpesona.
Perlahan Wajah Damian menunduk, bibirnya dengan pelan mengecup bibir Letisia.
Lalu perlahan mulai mengulumnya, dan disambut oleh Letisia.
Tangan kecil Letisia perlahan mengelus wajah Damian, membalas ciuman Damian pada bibirnya.
Letisia membuka bibirnya menerima lidah Damian yang perlahan masuk ke antara giginya, dan lidah mereka pun bertemu.
Suara geraman Damian terdengar, dia begitu bahagia merasakan tangan Letisia yang mengelus rahangnya dengan lebut.
Itu, membuat Damian semakin memperdalam ciumannya, dan menyesap lidah Letisia dengan lembut.
Damian ingin merasakan setiap inci bibir Letisia, menciumnya semakin dalam dan semakin dalam.
Sementara tangannya dengan lembut membelai kulit kaki Letisia yang terasa lembut ditelapak tangannya, dan semakin naik keatas.
Menyibak gaun Letisia dan merasakan pinggul Letisia yang kecil dan lembut, dan cukup membuat tubuh Damian bergetar sangat mendamba Letisia.
Saat tangan Damian naik semakin keatas mengelus perut rata Letisia, membuat Letisia tanpa sadar mendesah.
"Ahh...!"
Dan, itu membuat Damian merasakan kepalanya seakan melayang, tapi tiba-tiba Damian merasakan kepalanya sangat sakit.
__ADS_1
"Ahhh...!" sekarang gantian dia yang mendesah, tapi bukan mendesah karena terbuai.
Damian merasakan kepalanya sangat sakit sekali, sampai dia menghentikan ciumannya pada bibir Letisia.
Damian memegang kepalanya dengan kedua tangannya, dan menekan kepalanya keatas tempat tidur untuk menahan rasa sakitnya.
Letisia dengan panik dengan cepat duduk tegak dari posisi berbaringnya.
"Tuan..sayangku, kau kenapa..apakah kita perlu panggil Dokter?!" Letisia dengan panik mengelus punggung Damian untuk membantu mengurangi rasa sakit Damian.
Damian tidak menjawab, dan tiba-tiba dia kembali tegak duduk.
Mata Damian menatap Letisia dengan intens, dia terlihat seperti panik.
"Sayang..!" panggilnya dengan nada yang cemas.
"Iya, ada apa?" tanya Letisia memandang Damian dengan tatapan khawatir, tapi tangannya masih terus mengelus punggung Damian dengan lembut.
"Kapan kita pulang, berapa lama aku pingsan?" tanyanya.
Dan sontak membuat Letisia menghentikan tangannya yang membelai punggung Damian.
"A..apakah ingatan sayangku sudah kembali?" tanya Letisia dengan wajah yang terkejut.
Dan kembali Damian terkejut dengan panggilan Letisia padanya.
Dalam beberapa menit saja mereka saling dikejutkan satu sama lain, sungguh tidak terduga.
Tubuh Damian tidak bergerak menatap Letisia.
Bersambung.....
__ADS_1