Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 43.


__ADS_3

Annabelle menggandeng tangan Leticia menuju ruang makan sambil mengobrol.


Damian selalu melirik Leticia yang terlihat fokus pada obrolan Ibunya.


Diruang makan Damian duduk di kursi tempat biasanya Ayahnya duduk, dan Ibunya juga ditempat biasanya dia duduk sebagai Nyonya rumah.


Amira menarik kursi yang seharusnya untuk Leticia duduk dekat Damian, tapi Amira memberikannya untuk Rita.


"Leticia yang seharusnya disitu duduk, Amira!" sahut Annabelle mengingatkan Amira.


"Kan tidak masalah dimanapun dia duduk, biar Rita saja yang duduk disini!" kata Amira cuek.


"Amira!" tegur Damian tidak senang juga dengan kelakuan adiknya tersebut.


"Tidak apa-apa, aku duduk di mana saja kan tidak masalah, aku duduk di sini saja!" kata Leticia menarik kursi di samping Annabelle.


"Oh menantuku, kau memang sangat pengertian" kata Annabelle meraih tangan Leticia dan menggenggamnya dalam tangannya.


"Nyonya...Tuan Donald telah sampai!" sahut kepala Pelayan memberitahukan pada Annabelle kalau putranya telah datang.


"Baguslah, ayo..makanan sudah bisa disajikan, semuanya sudah datang!" kata Annabelle.


"Baik Nyonya!" jawab kepala Pelayan.


Dua orang lelaki tampan memasuki ruang makan.


"Maaf Ma, tadi ada urusan sebentar tidak bisa ditinggalkan!" sahut salah satu pria tersebut.


Lalu menghampiri Annabelle untuk memberikan pelukan dan cipika-cipiki.

__ADS_1


"Aku membawa temanku, kebetulan tadi kami sama, jadi aku ajak saja sekalian datang untuk makan malam bersama!" kata Donald.


"Oh iya, silahkan duduk, anggap seperti rumah sendiri!" kata Annabelle tersenyum ramah.


"Apakah ini kakak iparku?" tanya Donald memandang Leticia.


"Iya benar, kenalkan namanya Leticia!" sahut Annabelle memperkenalkan Leticia.


"Hai kakak ipar, ternyata anda cantik sekali!" kata Donald tersenyum lebar.


"Ehemm!" Damian berdehem tidak senang dengan kata-kata pujian Donald pada istrinya tersebut.


Donald langsung tahu arti dari batuk Damian tersebut.


"Ini temanku, namanya Jerry!" ujar Donald memperkenalkan Jerry pada Leticia.


"Kami sudah saling kenal" sahut Jerry tersenyum memandang kearah Leticia.


"Iya, saat di pesta kerabat jauh minggu lalu" kata Jerry tersenyum memandang Leticia.


Leticia menatap teman Donald tersebut, ah..iya benar! pikir Leticia.


Leticia tidak percaya bisa bertemu lagi dengan Jerry di rumah Ibunya Damian.


Damian yang melihat pemandangan didepannya tersebut, terlihat tidak senang.


Wajahnya menggelap, dia tidak suka melihat Jerry menatap wajah istrinya sambil tersenyum.


Annabelle menepuk tangannya untuk menenangkan suasana, yang terasa agak suram karena aura cemburu dan canggung.

__ADS_1


"Baiklah, karena semua sudah datang, mari kita mulai makan malamnya!" kata Annabelle.


Para pelayan menyajikan makan malam di meja makan, menu makanannya terlihat sangat mewah.


Leticia masih merasa canggung duduk diantara para orang kaya tersebut, dia tidak terbiasa dengan suasana seperti ini.


Rita yang duduk didekat Damian mengambil udang, dan menaruhnya ke piring Damian.


"Aku masih ingat kakak sangat suka makan udang!" kata Rita tersenyum pada Damian.


Damian memandang udang yang diberikan Rita kedalam piringnya, dia terlihat tidak senang.


Apa-apaan ini! pikirnya, apa dia ingin agar aku dan istriku tidak akan pernah bisa dekat selamanya?


Damian merasa Rita sungguh lancang memberikan lauk kedalam piringnya, apa dia sengaja ingin membuat istriku tambah salah paham padaku? pikir Damian.


Damian melirik kearah Leticia yang terlihat tersenyum mendengar perkataan Jerry, sedikitpun Leticia tidak menaruh perhatian padanya.


Damian benar-benar tidak menyukai situasi ini, tadi dia sudah senang merasa Leticia sudah mulai dekat dengannya.


Tapi acara makan malam yang diatur oleh Ibunya ini, sepertinya ingin menjauhkan dirinya dengan istrinya.


Melihat pemandangan di depannya, membuat dia benar-benar sangat jengkel.


Leticia terlihat senang berbicara pada Jerry, dan Jerry terlihat tidak sungkan untuk mengobrol dengan Leticia.


Damian tiba-tiba berdiri, dan mendorong kursinya kebelakang.


Srekkk!!

__ADS_1


Terdengar kaki kursi yang didorong keras dilantai.


Bersambung......


__ADS_2