
Mereka saling memandang satu sama lain.
"Barusan kau panggil apa aku sayang?" tanya Damian dengan pelan, dia merasa dejavu.
"Sayangku" ucap Letisia pelan juga.
Wajah Damian terlihat semakin terkejut, reflek tangannya meraih bahu Letisia.
Kenapa Letisia dalam sekejap bisa berubah manis padanya, dan terlihat begitu imut.
Damian merasa bermimpi, ini sungguh membuat dia tidak percaya sama sekali.
Damian menggoyang bahu Letisia dengan pelan.
"Jadi ka..kau memafkan aku sayang..kau tidak marah padaku?" tanya Damian, "Aku bisa jelaskan padamu, kalau aku dan wanita itu sudah tidak punya hubungan apa pun lagi..dia telah menikah, aku tidak tahu kenapa dia bisa kembali lagi..aku sudah melupakannya, yang kucintai hanya kau seorang, istriku!" kata Damian menjelaskan tentang hubungannya dengan wanita bekas tunangannya, yang terakhir kali saat meninggalkannya didalam kantornya.
"Iya, aku tahu..aku juga minta maaf, seharusnya aku tidak meninggalkanmu dengan wanita itu Tuan, hingga mengalami kecelakaan tabrak lari itu!" kata Letisia juga menjelaskan.
"Sayang..aku senang kau memanggilku dengan sebutan 'sayangku' tadi..aku ingin mendengar lagi kau memanggilku dengan panggilan itu!" Damian menarik Letisia mendekat padanya.
"Sayangku" gumam Letisia tanpa rasa canggung.
__ADS_1
"Aku ingat sekarang..kau mengungkapkan perasaanmu padaku, apakah itu benar sayang..aku masih seperti bermimpi!" Damian mengelus pipi Letisia.
"Iya, itu benar!" angguk Letisia meyakinkan Damian.
Damian dengan cepat menarik Letisia masuk kedalam dekapannya, tubuh mungil Letisia di peluknya dengan erat.
"Sayang, aku senang sekali..terimakasih sudah mencintaiku, aku benar-benar bahagia..sayang..aku semakin mencintaimu!" kata Damian dengan suara bergetar.
Dikecupnya belakang leher Letisia bertubi-tubi.
"Aku juga bahagia, terimakasih juga sudah mencintaiku gadis yatim piatu yang tidak tahu asal-usulnya..aku merasa di hargai!" ucap Letisia dengan perasaan bahagia juga.
"Kau pantas mendapatkannya sayang..kau gadis yang istimewa, aku beruntung mendapatkan istri yang imut seperti mu, aku begitu bodoh selama ini..telah mengabaikan istriku yang spesial!" kata Damian memgelus kepala Letisia.
Letisia tersenyum mendapatkan kecupan dari Damian, dan dia pun membalas kecupan Damian dengan ciuman dipipi.
Lagi! Damian merasa dejavu mendapatkan ciuman Letisia itu, hatinya terasa penuh.
Penuh dengan perasaan yang membuncah, ingin meledak karena bahagia.
"Aku setuju kalau kita mengadakan resepsi pernikahan kita seperti yang pernah sayangku katakan padaku waktu itu!" kata Letisia.
__ADS_1
"Benarkah sayang..kau menyetujuinya?"
"Ya!" angguk Letisia dengan yakin.
Kembali Damian memeluk Letisia dengan bahagia, sampai dia mengeluarkan tawanya karena begitu sangat gembira.
Dia aka akan mengumumkan pernikahannya didepan publik, agar semua orang tahu kalau dia sudah menikah.
Dan, para wanita mainannya yang tergila-gila padanya tidak mengganggu hidupnya lagi, dan dia akan bebas membawa istrinya ke acara-acara tertentu, resmi maupun tidak resmi.
Satu hari berlalu, dan saat ini mereka sedang bersiap-siap akan menghadiri resepsi pernikahan mereka.
Letisia terlihat begitu cantik dengan gaun putih yang mewah.
Damian rasanya tidak ingin pergi begitu melihat istrinya yang cantik, dia tidak ingin berbagi dengan orang lain mengagumi kecantikan istrinya itu.
"Oh, menantuku..kau begitu cantik, tidak disangka kau bisa berubah begini!" sahut Annabelle memandang Letisia yang cantik.
"Ayo, kita berangkat!" kata Damian memberikan tangannya untuk dirangkul Letisia.
Letisia merangkul lengan Damian, dan melangkah menuju mobil pengantin untuk berangkat ke ke gedung Hotel tempat resepsi diadakan.
__ADS_1
Bersambung.....