
Tangan Letisia yang bertengger di dada Damian, perlahan naik keatas memegang bahu Damian.
Letisia merasakan kalau kakinya jadi lemas, ciuman Damian yang mendominasi membuat kakinya gemetar, ciuman yang membuat dia merasa melayang.
Letisia memejamkan matanya menikmati sensasi lidah Damian yang masuk kedalam sela-sela giginya, menyesap lidahnya perlahan dan lembut, membuat tubuh Letisia semakin lemas.
Letisia merasa tubuhnya hampir merosot kebawah, karena kakinya yang terasa melemas, perlahan tangannya dia kalungkan ke leher Damian agar tidak terjatuh lemas.
"Ahh...!" tanpa sadar Letisia mengeluarkan suara mendesah, dia benar-benar merasakan tubuhnya melayang.
Ciuman Damian begitu memabukkan, tubuh Letisia menyukai apa yang dilakukan suaminya itu padanya.
"Sayangku..!" gumam Letisia bergetar di antara ciuman Damian.
Gaun mewah Letisia telah merosot teronggok dibawah kaki Letisia, tangan Damian dengan leluasa membelai tubuh istri kecilnya.
Damian benar-benar menyukai apa yang dirasakannya sekarang, ini sungguh berbeda dengan wanita-wanita yang selama ini di sentuhnya.
Suara indah istrinya yang memanggilnya dengan mesra, membuat dia begitu bahagia.
Istrinya memang sangat istimewa, dia mau gila rasanya karena begitu bahagia, ini luar biasa sangat indah.
Perlahan Damian mengangkat tubuh mungil istrinya, membopongnya ke atas tempat tidur pengantin mereka.
Tujuh bulan mereka berumah tangga, baru sekaranglah dia menyentuh istrinya, Damian merasa dirinya selama ini sangatlah bodoh.
Sungguh bodoh! terjebak dengan cintanya sendiri, yang dia kira untuk wanita yang telah menghianati nya.
Tapi, sebenarnya cintanya telah dia berikan kepada istrinya, yang tanpa dia sadari dari pertama kali melihat Letisia, dia sudah menyukai istrinya tersebut.
Damian membaringkan tubuh Letisia dengan lembut ke atas tempat tidur, masih dengan tetap mengulum bibir istrinya itu.
Tangan Damian dengan cepat membuka jasnya, dan melemparkannya ke sembarang arah.
Dan membuka kancing kemejanya dengan cepat, dan melemparkannya juga ke sembarang arah.
Ereksinya terasa mengeras, dia merasa seakan mabuk oleh rasa yang ditimbulkan tubuh Letisia.
Damian menggeram tidak sabar membuka celananya, dan melemparkannya juga ke sembarang arah ke lantai kamar.
Dan sekarang dia hanya memakai pakaian dalamnya saja, tangannya dengan lembut membelai kaki Letisia yang telah polos.
Bibir Damian perlahan turun ke leher Letisia, mengecup dengan lembut.
Aroma tubuh Letisia semakin membuat Damian terbuai, tangannya mengelus seluruh tubuh istrinya tanpa melewatkan satu inci pun.
Sementara bibirnya sudah berada di dada Letisia, mengecup dada itu dengan lembut.
Lalu lidahnya dia gesekan diujung dada istrinya, dada yang belum pernah disentuh pria manapun.
__ADS_1
Tubuh Damian bergetar begitu bahagia, dia pria pertama yang menyentuh tubuh istrinya, ini suatu hadiah yang begitu istimewa yang dirasakan Damian.
Dia lah pria pertama dan juga yang akan terakhir yang akan selalu menyentuh tubuh istrinya yang indah.
Damian lalu menyesap dada itu dengan lembut, bahkan sangat lembut sekali, menyesapnya dengan perasaan cinta yang mendalam.
Ini benar-benar gila! pikir Damian, tubuh istrinya begitu terasa lembut dan menggairahkan.
Ini benar-benar hadiah yang sangat istimewa, yang didapatkan Damian didalam hidupnya.
Tindakan Damian mengecup dadanya, membuat Letisia kembali mendesah, tubuhnya terasa semakin lemas dan melayang.
Letisia merasakan tangan suaminya membelai daerah sensitifnya, membuat tubuh Letisia bergetar.
"Sayang, apakah kau sudah siap..bolehkah aku merasakan mu?" tanya Damian dengan lembut, kembali mencium bibir Letisia, mengulumnya kembali dengan lembut.
Letisia mengangguk, sepertinya dia sudah siap, walau ada rasa takut, takut merasakan sakit.
"Aku akan pelan-pelan sayang..katakan kalau sakit, aku akan menghentikannya kalau kau tidak tahan" gumam Damian lembut sembari mengecup ceruk leher istrinya itu.
"Iya sayangku" jawab Letisia mendesah, digigitnya bibir bawahnya merasakan tubuhnya mendamba tubuh suaminya.
Damian menanggalkan pakaian dalamnya, dan melemparkannya ke lantai kamar dengan sembarangan.
Perlahan Damian membuka kaki istrinya, dan perlahan dengan hati-hati dia mulai memasuki istrinya.
Membuat Damian terjengkang kebelakang.
"Apakah begitu sakit sayang?" gumam Damian merasa tidak tega, perlahan Damian kembali mendekat pada istrinya.
Dielusnya perut Letisia dengan lembut lalu mengecupnya dengan lembut juga.
Letisia mengangguk, dia tidak sanggup mengeluarkan suaranya.
Damian menarik tubuh istrinya itu kedalam dekapannya, kebahagiaan yang dirasakan Damian semakin bertambah, istrinya benar-benar masih perawan.
Dia perlu membuat tubuh istrinya benar-benar siap dulu, baru akan melakukannya memasuki istrinya.
Tangannya perlahan dengan lembut kembali mengelus daerah sensitif istrinya, dan mengulum bibir Letisia dengan lembut.
Seumur hidup Damian, baru kali ini dia merasakan seorang wanita yang masih perawan.
Dan, ini sungguh mendebarkan, dia merasa hidupnya begitu beruntung mendapatkan istri kecilnya itu.
Damian merasakan kalau istrinya sepertinya sudah kembali siap untuk merasakannya, jemari Damian merasakan daerah sensitif istrinya sudah basah.
"Sayang..aku akan mencoba lagi, apakah boleh?" tanya Damian lembut ditelinga Letisia.
"Iya sayangku..aku sudah siap" gumam Letisia, dia merasakan kalau tubuhnya sepertinya sudah siap lagi menerima suaminya untuk menyelesaikan malam pertama mereka.
__ADS_1
Kembali Damian melakukannya, membuka kaki istrinya dengan lembut.
Dan, mulai memasuki istrinya dengan pelan dan hati-hati.
Agar usahanya lancar, Damian mengulum bibir istrinya dengan perlahan agar Letisia tidak merasa begitu sakit.
Lidah Damian menyusup mencari lidah istrinya, menyesap lidah Letisia dengan lembut dan mengulumnya.
Menaruh tangan Letisia merangkul lehernya, dan sementara pinggulnya dibawah sana bekerja.
Perlahan dia mulai memasuki tubuh istrinya, sembari masih terus mengulum bibir istrinya, dan menyesap lidah Letisia agar semakin terbuai dan tidak merasakan sakit di bawah sana.
Pinggul Damian perlahan bergerak, terasa begitu sulit karena masih tertutup.
Perlahan dia menggerakkan lagi pinggulnya, mendorong dengan pelan dengan tekanan yang dalam.
Damian merasakan mulai terbuka, dan itu membuat Letisia menjerit.
Damian semakin dalam mencium bibir istrinya, dan dibawah sana dia semakin mendorong pinggulnya.
"Aaaa...!" jerit Letisia saat Damian berhasil, dan keringat mengucur didahi Damian.
Tangan Letisia mencengkram leher Damian dengan erat, dan reflek membenamkan wajahnya keceruk leher Damian.
Ini luar biasa! pembukaan ini ternyata penuh tantangan, Damian ingin menangis rasanya.
Damian merasakan darah selaput istrinya merembes membasahi kain sprei.
Ternyata seperti inikah? pikirnya merasa semakin mencintai istrinya, hatinya begitu membuncah karena begitu sangat bahagia.
Perlahan dia melakukan pergerakan dibawah sana, merasakan dirinya didalam istrinya.
Sungguh terasa sangat indah, ini benar-benar sangat berbeda dengan apa yang dirasakannya selama ini.
Ini sangat luar biasa! membuat Damian tanpa sadar, akhirnya menangis bahagia.
Mereka melakukan malam pertama mereka dengan sempurna. Sangat sempurna sekali!
Letisia juga menikmatinya dengan perasaan bahagia, dia semakin erat memeluk tubuh kekar suaminya.
Dibawah sana terasa sangat penuh, tapi karena Damian melakukan dengan lembut, Letisia tidak merasakan terlalu sakit lagi.
Ini justru terasa sangat menyenangkan, Letisia merasa cintanya semakin dalam pada suaminya.
Malam terasa semakin panjang, mereka melakukannya dengan perlahan, menikmati rasa cinta mereka yang begitu indah.
Dan, Damian tidak henti-hentinya selalu mengungkapkan kata cintanya kepada istri kecilnya itu.
Bersambung.....
__ADS_1