Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 72.


__ADS_3

Damian memperdalam ciumannya dengan hati-hati dan lembut.


Leticia tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya, dia tidak memberontak dan pasrah saja dicium Damian.


Ternyata ciuman bisa membuat kepala melayang, ini pengalaman pertama Leticia merasakan ciuman yang membuat dia serasa melayang.


Leticia merasakan lidah Damian menyusup ke sela-sela bibirnya, dan menjalar masuk menyentuh giginya.


Tanpa sadar bibir Leticia terbuka, dan lidah Damian semakin masuk ke dalam bibirnya.


Damian merasakan bibir Leticia terbuka, dan lidahnya pun menyentuh lidah Leticia.


Ini membuat Damian hampir gila karena senang, hatinya begitu bahagia sampai hampir mau meledak rasanya.


Sementara Leticia, tiba-tiba merasakan tubuhnya gemetar karena lidahnya bersentuhan dengan lidah Damian, membuat otaknya jadi buntu, tidak bisa berpikir lagi.


Bibirnya tanpa sadar bergerak membalas ciuman Damian.


Tindakan Leticia tersebut membuat Damian ingin menangis, dia sangat bahagia.


Damian semakin menarik tengkuk Leticia untuk memperdalam ciumannya.


Dia menggeram bahagia, ini adalah ciuman pertama Damian yang terasa sangat nikmat.


Damian selama ini hanya sekedar berciuman saja dengan para wanita-wanita yang menjadi mainannya, dia tidak pernah merasakan adanya kenikmatan sedikitpun.


Dan lebih cenderung tidak ingin mencium para wanita tersebut, karena terasa hambar dan tidak enak.


Pernah dia berpikir, kenapa berciuman rasanya tidak enak!

__ADS_1


Tapi, ternyata...berciuman itu sangat nikmat, ini benar-benar sangat indah, rasanya dia tidak ingin mengakhirinya.


Damian mendengar suara mendesah Leticia yang tanpa sadar keluar dari bibirnya.


Sontak membuat Damian menjadi kalap, suara mendesah Leticia sangat merdu di telinganya, membuat dia semakin memperdalam ciumannya.


"Sayang, sayangku...aku mencintaimu" gumam Damian di sela-sela ciumannya.


Mereka saling memilin lidah dengan lembut.


Sampai Leticia tidak menyadari kalau tangannya sudah bertengger di dada Damian.


Sampai mereka kehabisan nafas barulah ciuman itu terlepas.


Nafas mereka memburu, dan wajah mereka terlihat memerah.


Bibir Leticia membengkak akibat ciuman Damian, dan basah oleh air liur Damian.


Ini sungguh menyenangkan dan membuatnya ketagihan untuk mencium bibir Leticia lagi.


Jempol Damian mengelus pipi Leticia perlahan, rasanya ini bagaikan mimpi, dan dia tidak ingin terbangun dari mimpi yang indah ini.


"Sayang...kau tidak marah?" tanyanya dengan lembut.


Damian menatap mata Leticia yang terlihat melamun menatapnya.


Leticia merasa masih tidak percaya apa yang telah dialaminya.


Perlahan Damian mengelap bibir Letisia yang basah karena ciuman mereka.

__ADS_1


"Tidak" suara Leticia terdengar sangat pelan dan nyaris tidak terdengar.


Tapi, Damian sangat jelas mendengarnya.


Damian menarik Letisia kedalam dekapannya, memeluk Leticia dengan erat.


Damian begitu senang mendengar jawaban Leticia tersebut, lalu dikecupnya puncak kepala Leticia.


Damian menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua.


"Terimakasih sayang, aku sangat senang" gumam Damian, "Mari kita tidur, sudah larut malam"


Leticia masih tidak sadar dengan tangannya yang masih bertengger di dada Damian, dan tidak bergerak sedikit pun untuk pindah tempat.


Damian sangat suka tangan kecil Leticia yang menempel di dadanya, dan bahkan dia mengharapkan tangan Leticia mengelus kulit dadanya yang liat.


Damian melirik Leticia, ternyata Letisia sudah memejamkan matanya.


Sepertinya sudah tertidur.


Damian pun memejamkan matanya, dan mulai tertidur juga seperti Leticia.


Dini hari Damian mendengar suara sedih seseorang tepat didekatnya, dan suara itu membuat dia jadi terbangun.


"Tidak! ampun, jangan! maafkan aku!"


Suara gumaman sedih, ternyata Leticia mengigau lagi.


"Sayang....jangan takut, aku disini, aku akan melindungimu, aku akan membalaskan apa yang semua kau alami!" bisik Damian dengan lembut sambil kembali mendekap tubuh mungil Leticia kedalam pelukannya.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2