Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 106.


__ADS_3

Tampak didalam aula semua mata melihat ke pintu masuk aula.


Annabelle melihat Damian dan Letisia keluar dari dalam ruang makan VIP.


"Kenapa kalian cepat sekali makannya..tidak usah pedulikan suara yang berisik diluar!" sahut Annabelle kepada putra dan menantunya itu.


"Siapa yang buat keributan itu, sungguh lancang!" kata Damian tidak senang.


"Wanita asing yang tidak tahu malu, Mama sudah usir pergi!" kata Annabelle mencoba menghalangi Damian pergi untuk melihat wanita itu.


"Tapi kenapa dia masih berteriak..membuat keributan saja!"


"Damiann..aku masih mencintaimu..maafkan aku, Damiannn..!!" kembali terdengar teriakan wanita itu.


Wajah Damian langsung berubah begitu mendengar dengan jelas suara teriakan wanita itu, dia tahu siapa yang berteriak tersebut.


"Kenapa dia bisa datang kemari..sungguh tidak tahu malu, merusak acara orang saja!" kata Damian kesal.


Damian menggenggam tangan Letisia erat.


"Aku akan mengusirnya..!"


"Tidak! jangan..nanti hatimu bisa berubah mendengar apa yang dikatakannya..kau sangat mempercayai apa yang dikatakannya!" kata Annabelle tidak membiarkan Damian pergi menemui Elena yang masih terus berteriak.


"Aku bukan Damian yang dulu lagi Ma..aku sudah tidak mencintainya lagi semenjak dia pergi!" kata Damian.


"Bohong..Mama tidak percaya padamu! kau selalu saja mengatakan itu kepada Mama dulu, buktinya kau masih terus teringat padanya dan percaya apa yang dikatakannya!" kata Annabelle dengan suara keras, dia tidak tahu kenapa pesona Elena bisa membuat putranya bisa luluh.


"Ma..,aku sudah berubah..dulu aku memang bodoh bisa tertipu dengan wanita itu, sekarang aku hanya mencintai istriku saja..selamanya hanya istriku, tidak ada lagi wanita lainnya!" kata Damian meyakinkan Ibunya tersebut, tangannya semakin erat menggenggam tangan Letisia.

__ADS_1


"Sungguh?" tanya Annabelle tidak percaya.


"Ya Ma..aku tidak tertarik dengan wanita yang matrealistis, dia hanya pura-pura menyukaiku dulu..dia hanya menginginkan kekayaanku saja!"


"Jadi kau sudah tahu, kalau dia bertunangan denganmu punya niat tertentu?" tanya Annabelle dengan nada yang tidak percaya.


Ternyata Damian telah mengetahui juga kalau Elena wanita yang punya niat tertentu padanya.


"Ya, dia mencoba ingin mengendalikanku..agar keluarganya bisa mengambil alih Group Jhonson!" kata Damian dengan yakin.


"Dan aku menyelidikinya setelah bertunangan dengannya waktu itu, aku mencurigai gerak-gerik orang tuanya yang selalu mendesak agar kami segera menikah!" kata Damian menambahkan.


"Oh, ternyata kau telah mengetahuinya..baguslah, untung kau tidak jadi menikah dengannya!" kata Annabelle merasa lega.


"Ayo sayang!" kata Damian menarik tangan Letisia.


Damian harus menyelesaikan masalah Elena dengan tuntas, agar wanita itu tidak mengganggu rumah tangganya lagi kedepannya.


"Dengar..sayang, aku masih mencintaimu..maafkan aku, aku mengaku salah..aku dijebak lelaki itu, dia ternyata telah merencanakan semuanya setelah kita bertunangan!" kata Elena dengan begitu menyedihkan.


"Aku merasa tidak pernah punya hubungan denganmu..dan kau sungguh lancang memanggil suami orang dengan sebutan 'sayang'..apa kau tidak punya rasa malu sedikitpun, kau sudah menikah tapi masih menginginkan suami orang..benar-benar wanita yang suka berselingkuh!" ujar Damian dengan suara yang lantang dan tajam.


Tamu undangan yang ada didalam aula Hotel tersebut sangat jelas mendengar apa yang dikatakan Damian.


Mereka sontak terkejut tidak percaya dengan apa yang dikatakan Damian.


"Dia sudah menikah, tapi masih menginginkan suami orang..astaga! ck ck sungguh memalukan..aku baru tahu ternyata putri Group Morris kelakuannya seperti ini!" terdengar bisik tamu undangan yang terkejut ternyata wanita yang berteriak dari tadi sudah berkeluarga.


"Elena..kenapa kau disini, memalukan..apa yang kau lakukan?!" teriak seorang pria paruh baya yang tampak datang dengan tergesa-gesa kearah pintu aula Hotel.

__ADS_1


"Papa..!" kata Elena terkejut, wajahnya langsung berubah.


"Sayang..!" seorang pria juga datang dengan langkah cepat menghampiri Elena.


Dan sontak membuat Elena jadi panik.


"Kau sungguh memalukan orang tuamu..apa maksud mu berteriak di acara pernikahan orang..kau mau mempermalukan aku ya?!" teriak lelaki paruh baya itu marah.


"Kenapa kau pergi begitu saja meninggalkan aku..kau ternyata masih mengejar lelaki yang sudah menikah..bukankah kau mengatakan hanya mencintaiku saja..ternyata kau mencintainya!" sahut lelaki yang memanggil Elena 'sayang' tadi.


"Aku tidak mau dengan lelaki yang tidak memiliki apa-apa..kau telah membohongi aku, aku benci padamu..selama ini aku sudah tertipu dengan kata-kata manismu!!" teriak Elena histeris.


"Baiklah kalau begitu..kita bercerai saja!" kata lelaki itu, lalu pergi dari sana.


"Bawa putrimu pergi..aku akan melaporkan pada polisi kalau kalian belum pergi dari sini..aku akan membuka kasus beberapa tahun lalu kalau kau belum membawa wanita aneh ini!!" teriak Annabelle pada lelaki setengah baya yang dipanggil Elena dengan sebutan 'Papa' itu.


"Baik, aku akan membawa putriku..maaf kalau putriku membuat keributan di sini..maaf!" lelaki itu membungkukkan tubuhnya dengan sopan mengucapkan minta maaf.


Setelah itu menarik tangan Elena untuk pergi dari sana, tapi dengan kuat Elena menolak untuk pergi.


"Aku tidak mau, aku mencintai Damian!" teriaknya dengan kencang.


Plakkk!


Lelaki itu menampar pipi Elena, dan seketika Elena pun terdiam.


"Sungguh memalukan, suami orang kau inginkan..apa kau ingin aku masuk penjara dengan sikapmu ini, hah?!" teriak pria tersebut kepada Elena.


Elena terdiam membeku ditempatnya.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2