Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 75.


__ADS_3

Damian keluar dari kamar mandi , kamar terlihat sudah rapi dibersihkan Letisia.


Tapi Letisia tidak terlihat didalam kamar.


" Sayang!" panggil Damian.


Dengan mendorong penyanggah infus, Damian berjalan menuju walk in closet.


Mungkin Letisia ada didalam membersihkan walk in closet.


Damian membuka pintu walk in closet, dan mengedarkan pandangannya ke seluruh setiap sudut ruangan.


Letisia tidak ada, Damian merasa cemas, wajahnya terlihat takut.


" Letisiaa!!" teriaknya begitu keluar dari walk in closet.


Dengan langkah cepat dia menuju pintu kamar sambil memegang penyanggah infus dengan erat, mendorongnya dengan cepat menuju pintu.


Tangannya meraih gagang pintu, tapi tiba-tiba pintu ada yang mendorongnya dari luar.


Dengan reflek kaki Damian mundur dua langkah.


Dari balik pintu muncul wajah imut Letisia, di tangannya memegang baskom.


Damian diam tidak bergerak ditempatnya, dia memang terlalu berpikiran negatif.


Damian merasa dirinya sangat bodoh, ini rumah mereka, dan tentu saja Letisia tidak mungkin berada di sekitar kamar saja.


Letisia pasti akan keluar kamar untuk melakukan sesuatu, seperti mengambil sarapannya, dan melakukan sesuatu entah apa pun itu disekitar rumah.


Damian jadi malu sendiri pada dirinya yang terlalu posesif pada Letisia, telinganya terasa memerah menahan malu.


" Kenapa Tuan, apakah anda mau keluar kamar?" tanya Letisia melihat Damian berdiri mematung memandangnya yang masuk kedalam kamar.


" Ti..tidak, aku hanya mau melihat kamar kita apakah sudah selesai direnovasi " kata Damian tiba-tiba gugup sendiri merasa malu, dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

__ADS_1


" Oh..aku pergi mengambil baskom untuk mengelap badan Tuan " sahut Letisia berjalan menuju kamar mandi.


Letisia menampung air hangat kedalam baskom.


Sementara Damian mengekor mengikuti Letisia masuk kedalam kamar mandi.


Letisia menyadari kalau Damian mengikutinya memasuki kamar mandi.


" Apakah dikamar mandi atau ditempat tidur badan anda saya lap Tuan?" tanya Letisia, seraya mematikan kran air panas.


" Disini saja " kata Damian berjalan ke arah bathtub.


Damian duduk dipinggir bathtub.


" Baiklah " jawab Letisia.


Letisia meletakkan baskom di kepala bathtub, lalu mencelupkan handuk kecil kedalam air hangat tersebut.


Letisia lalu berjalan kearah Damian.


" Aku akan membuka baju anda Tuan "


Letisia membuka kancing baju tidur Damian.


Dengan tenang Letisia membuka satu persatu baju tidur Damian, matanya fokus pada setiap kancing yang dia buka.


Sementara Damian fokus menatap wajah Letisia, wajah imut itu membuat dadanya kembali berdebar-debar.


Dia ingin mengelus pipi yang lembut itu, dan merasakan nya ditelapak tangannya.


Tadi dia begitu takut ditinggal pergi oleh Letisia, Damian merasa dirinya menjadi semakin bodoh karena dimabuk cinta.


Pikirannya jadi selalu negatif kalau tidak melihat Letisia, dunianya sudah tidak tenang lagi.


Dia ingin Letisia selalu berada disampingnya, dan saat bangun tidur, dia ingin yang pertama dilihatnya adalah Letisia.

__ADS_1


Tangan kecil Letisia perlahan membuka pakaian Damian, dengan hati-hati membuka lengan baju disebelah kanan karena luka dan juga ada selang infus.


Setelah lepas, Letisia melemparkan baju kotor Damian kedalam keranjang pakaian disudut kamar mandi.


Kemudian Letisia memeras handuk didalam air hangat, lalu mulai mengelap badan Damian.


Dengan pelan Letisia mengelap tubuh Damian, mengelap tangan dan dadanya dengan hati-hati.


Mata Damian tidak pernah beralih menatap wajah Letisia, tanpa sadar seperti tadi malam tangannya ter ulur menyentuh pipi Letisia.


Letisia berhenti mengelap bahu Damian, dia merasakan tangan Damian menyentuh pipinya.


Lalu kemudian menatap mata Damian, melihat mata hitam Damian begitu lembut menatapnya.


" Sayang " panggil Damian bergumam.


Letisia tidak menjawab, dia masih menatap Damian menunggu apa yang diinginkan oleh Damian.


" Bolehkah aku menciummu lagi " bisik Damian dengan hati-hati.


Letisia diam tidak menjawab Damian.


Mau mencium lagi? pikir Letisia, dia diam tidak tahu mau menjawab apa.


Tangannya yang mengelap bahu Damian berhenti tidak bergerak, matanya lekat menatap mata Damian yang menatapnya dengan nanar.


" Sayang.." panggil Damian lagi dengan lembut.


Letisia mengerjapkan matanya, dia terhipnotis dengan tatapan lembut Damian.


" Tidak " jawab Letisia dengan tekanan nada yang tajam.


Raut wajah Damian terlihat sedih mendengar penolakan Letisia tersebut.


" Baiklah " kata Damian dengan nada yang lesu.

__ADS_1


Perlahan dia menurunkan tangannya dari pipi Letisia.


Bersambung.....


__ADS_2