
Pesan Author untuk para Readers :
Bagi para readers yang telah membaca novel saya..terimakasih sudah mampir, tapi kalau ada kata yang salah dalam penulisan, mohon maaf 🙏🙏.
Saya manusia yang tidak sempurna, bisa salah ketik huruf seperti misalnya : nama orang, tempat, tanda koma dan lain sebagainya.
Biasanya saya akan kembali baca yang sudah saya up, dan kemudian merevisinya kembali.
Terimakasih...☺
Kembali ke cerita Letisia dan Damian. Selamat membaca....😊
...****************...
Adik angkat Letisia semakin terbelalak melihat Letisia yang berubah jadi berani, dan terlihat tenang menghadapinya.
"Ka..kau..!" adik angkat Letisia tidak bisa lagi berkata-kata untuk melawan Letisia.
Letisia melipat tangannya ke dada, dan melihat adik angkatnya tersebut belum juga pergi dari sana.
"Kenapa kau belum pergi juga!" katanya dengan nada yang masih datar.
"Apa? kau mengusirku..ini bukan tokomu!" teriak Cindy marah.
"Tapi aku tidak suka melihatmu ada disini, aku jadi tidak fokus memilih sepatu yang kuinginkan!" kata Letisia dengan cueknya.
"Ka..kau, dasar anak pungut..pembantu..kau yang tidak pantas ada ditoko ini, kau yang harus angkat kaki dari sini!" teriak Cindy semakin emosi.
Dan, teriakannya itu akhirnya mengundang banyak orang melihat ke arah mereka.
__ADS_1
"Aku tidak perduli dengan apa yang kau katakan..aku member VIP ditoko ini, jadi aku yang lebih berhak berada ditoko ini!" kata Letisia dengan dinginnya menatap Cindy dengan cueknya.
"Ada apa ini?" tiba-tiba suara bariton Damian terdengar diantara para pengunjung toko yang melihat adegan Letisia dan adik angkatnya bertengkar.
Melihat Damian yang muncul diantara orang-orang yang melihat mereka, otomatis membuat wajah Cindy menjadi cerah.
Habislah kau! bisik hati Cindy begitu gembira, kau akan dipermalukan didepan umum, Tuan Damian pasti akan memarahimu karena berlagak jadi istrinya didepan umum, kau hanya sebagai Pembantunya..jangan pernah bermimpi jadi seorang Nyonya Jhonson.
Cindy tersenyum penuh kemenangan, dia begitu gembira menantikan Letisia dipermalukan oleh Damian.
"Tuan Damian..untung anda datang tepat waktu, lihat dia!" tunjuk Cindy kearah Letisia.
"Dia menggunakan nama anda sebagai Nyonya Jhonson untuk mempermalukan anda..dia membeli begitu banyak sepatu mahal menggunakan kartu anda sebagai member VIP toko ini, dia sungguh tidak tahu malu sebagai Pembantu anda!" sahut Cindy dengan nada yang begitu prihatin berjalan menuju Damian dengan percaya diri.
Letisia masih tetap berdiri dengan bersidekap dengan tangan didadanya, sudut bibirnya tersungging senyuman tidak perduli dengan apa yang dikatakan Cindy.
"Siapa kau?" tanya Damian menatap tajam kearah Cindy.
"Aku Cindy Tuan..putri Hendra Augustine!" sahut Cindy dengan wajah yang begitu senang, dia begitu terpesona melihat Damian yang ternyata begitu tampan.
Begitu mendengar nama Ayahnya, Damian langsung tahu siapa wanita yang bertengkar dengan istrinya.
"Jangan buat wajahmu seperti wanita yang begitu kasihan, sepertinya aku sudah begitu kejam menindasmu!" sahut Letisia dengan senyuman sinisnya melihat tingkah Cindy yang mengadu kepada Damian.
"Lihat Tuan..sungguh percaya diri sekali dia, benar-benar tidak tahu malu dia!" ujar Cindy semakin mendekati Damian dengan wajah yang begitu prihatin.
Damian tidak memperdulikan apa yang dikatakan Cindy tersebut, langkahnya berjalan menuju kearah Letisia.
Rasain! pesona dan aktingku bisa membuat siapapun akan tersentuh..bersiaplah untuk menerima amarah dari Tuan Damian! bisik hati Cindy dengan penuh percaya diri, dia terlihat begitu senang melihat Damian melangkah mendekati Letisia.
__ADS_1
Cindy tahu sikap Damian yang suka emosian kalau ada yang tidak disukainya, amarahnya akan meledak-ledak dan tidak bisa di kontrolnya kalau sudah emosi.
"Apakah dia ada memukulmu sayang?" tanya Damian dengan nada cemas memeriksa tubuh Letisia.
"Tidak sayangku!" jawab Letisia menggelengkan kepalanya.
Cindy terdiam ditempatnya tidak percaya melihat Damian ternyata tidak memarahi Letisia, justru malah mengkhawatirkan Letisia.
"Kenapa dia bisa menindasmu?" tanya Damian memegang tangan Letisia.
"Dia tidak senang melihat aku beli sepatu ditoko ini!" kata Letisia mengadu.
Cindy hampir jatuh terduduk, ternyata Letisia telah menjadi seseorang yang disayangi Damian.
Cindy telah salah memprovokasi Letisia, ternyata Damian mempercayai apa yang dikatakan Letisia.
Tubuh Cindy gemetar dengan gugup, habislah dia! Damian tidak akan berbelas kasihan padanya karena telah memprovokasi istrinya.
Sial! benar-benar sial! maki Cindy dalam hati, dia tidak menyangka Letisia yang sengaja mereka buang ke tangan Damian menjadi kesayangan Ceo Jhonson yang terkenal arogan.
Cindy diam-diam melangkah untuk pergi dari toko tersebut selagi Damian berbicara pada Letisia, dia telah menghina istri Damian, dia pasti tidak akan dilepaskan oleh Ceo arogan itu.
"Berhenti disitu!" teriak Damian dengan lantang.
Lutut Cindy semakin gemetar mendengar teriakan Damian, dia spontan menghentikan langkahnya.
Wajahnya pucat pasi, dia diam berdiri ditempatnya tidak bergerak.
Bersambung.....
__ADS_1