Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 148.


__ADS_3

Donald akhirnya menyelesaikan beberapa urusan berkaitan dengan pernikahan mereka, kini saatnya ia pergi membawa Janet untuk melihat cincin pernikahan mereka.


"Kita mau kemana?" tanya Janet mengikuti langkah Donald yang menarik tangannya untuk naik ke mobil.


"Ke toko perhiasan!" jawab Donald seraya membuka pintu mobilnya, lalu membawa Janet masuk kedalam mobil.


Setelah mereka masuk, mobil perlahan berjalan meninggalkan pelataran Mansion.


Tidak butuh waktu yang lama untuk sampai ke toko perhiasan, Janet termangu melihat toko perhiasan yang dituju Donald.


Toko perhiasan Emerald di kota mereka adalah toko perhiasan yang terbesar dan termahal.


Donald menggenggam tangan Janet masuk kedalam toko.


Mereka disambut oleh Manajer toko dengan ramah, dan mempersilahkan Donald untuk masuk kebagian ruang perhiasan khusus pelanggan VIP.


"Kau suka cincin yang model seperti apa, lihat lah pelan-pelan, apapun yang kau pilih aku setuju saja!" kata Donald membawa Janet melihat etalase yang berisi khusus cincin pernikahan.


Dengan sopan karyawan toko dengan menggunakan sarung tangan memberikan satu kotak cincin untuk diperlihatkan pada Janet.


Mata Janet terbelalak melihat harga sepasang cincin begitu mahal sekali, tanpa sadar Janet menelan ludahnya dengan gugup.


"Mahal sekali!" bisik Janet pada Donald.


"Tidak apa-apa, untuk dipakai sekali seumur hidup..mahal sedikit tidak masalah!" bisik Donald tersenyum.


"Bagaimana dengan yang ini, desainnya sangat indah..pasti cocok dijari anda Nyonya!" sahut Pelayan itu menunjukkan sepasang cincin yang terlihat cukup mewah.


Mata Janet nanar melihat cincin itu, memang sangat indah, tapi harganya begitu mahal, membuat Janet berpikir lagi untuk memilihnya.


"Ayo, kita coba lihat disini!" terdengar suara seorang wanita memasuki ruang VIP tersebut.


Dua wanita cantik dan berpakaian seksi masuk kedalam ruang VIP tersebut.

__ADS_1


Mereka melihat etalase cincin.


Sementara Donald dan Janet fokus dengan cincin mereka, memilih satu yang akhirnya Janet pilih, walau menurut Janet harganya terlalu mahal.


"Lihat siapa disana!" tiba-tiba seorang wanita itu menunjuk kearah Donald dan Janet.


"Eh, bukankah itu Donald si pecundang yang menipu banyak orang?!" sahut wanita satu lagi.


"Siapa wanita yang akan menjadi korbannya itu?" tanya wanita yang pertama.


Ruangan VIP tersebut walau luas, tapi kalau seseorang bicara sedikit kencang akan terdengar keseluruh ruang VIP tersebut.


Janet mendengar dengan jelas apa yang dikatakan oleh kedua wanita cantik tersebut, telinganya tidak salah dengar apa yang telah didengarnya.


Kedua wanita itu membicarakan Donald, tentu saja telinga Janet jadi membesar mencoba mendengar lagi apa yang akan dibicarakan oleh kedua wanita cantik itu.


"Ternyata rumor yang beredar itu benar, dia sudah mengetahui siapa sebenarnya temannya yang bernama Jerry itu, tapi dia tidak mengatakannya pada Lana, bisa jadi mereka berdua memang mempunyai hubungan, makanya dia diam saja!" kata wanita kedua.


Janet menoleh memandang kearah kedua wanita cantik tersebut, telinganya tidak begitu senang mendengar perkataan kedua wanita itu.


"Jangan dengarkan mereka, ayo kita bayar cincinnya!" bisik Donald menggenggam tangan Janet untuk pergi dari ruang VIP tersebut.


"Kasihan wanita itu dijadikan kambing hitam, agar tidak ketahuan siapa dia sebenarnya, pencinta lelaki perkasa sama seperti temannya Jerry, sungguh kasihan..ck ck!"


Apa maksudnya? pikir Janet semakin tidak senang dengan apa yang dikatakan kedua wanita itu.


Janet memandang kedua wanita cantik itu, yang tampak kembali beralih melihat ke kotak cincin untuk melihat cincin yang mereka inginkan.


Langkah Janet berhenti, dia tidak tahan dengan perkataan kedua wanita cantik itu, dia ingin tahu kejelasan dari kedua wanita itu yang tanpa segan membicarakan Donald tepat didepan hidung orang yang dibicarakan.


Dan, Donald diam saja tidak ada minat untuk menanggapi kedua wanita itu, yang membuat Janet justru tidak senang dengan apa yang dikatakan kedua wanita tersebut.


Kata-kata 'pecundang' tadi rasanya tidak enak didengar telinga Janet, sungguh lancang! mereka menghina Tuan muda Group Jhonson, mau cari mati ya!

__ADS_1


Janet melepaskan tangannya yang digenggam Donald.


"Janet!" Donald memandang Janet melangkah berjalan menuju kedua orang wanita itu.


"Permisi, tadi aku mendengar nama calon suami ku disebutkan..dan, sepertinya Nona berdua kenal baik dengan suamiku!" sahut Janet mendekati kedua wanita itu.


Kedua wanita tersebut menoleh memandang pada Janet, dan tampak wajah mereka berdua pura-pura bingung tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Janet.


"Maksudnya apa ya?" tanya salah seorang wanita itu seperti kebingungan memandang Janet.


"Nona tadi ada menyebutkan nama Donald, apakah anda berdua kenal dengan suamiku?"


"Apa? Donald suami situ ya, astaga..malang sekali, apa Nona tidak menyadari siapa suami anda sendiri?" seorang wanita itu menutup mulutnya begitu selesai mengatakan tentang Donald, kelihatannya dia berupaya untuk menahan tawanya.


"Ya, dia penipu..teman kami jadi depresi karena dia tidak memberitahukan kalau temannya seorang gay, dia dimanfaatkan untuk menyembunyikan indentitas aslinya..sungguh menjijikkan, jangan-jangan mereka berdua sebenarnya sepasang kekasih..dan anda dimanfaatkan juga untuk menutupi siapa suami situ sebenarnya!" ujar wanita pertama dengan sinis.


"Nona berdua tidak bisa asal menuduh orang sembarangan..suamiku pria sejati!" kata Janet dengan nada yang tidak senang karena Donald difitnah kedua wanita itu terang-terangan didepan Donald.


Ternyata dunia hiburan yang digeluti Donald penuh dengan persaingan antar sesama aktris, menjatuhkan seseorang yang tidak mereka sukai agar pamornya turun.


"Apa Nona tidak merasakan kalau Donald pria yang tidak suka disentuh wanita, dia lebih banyak bersama dengan Jerry..dia pernah bersama dengan beberapa aktris wanita, tapi tidak sampai satu minggu mereka jalan, minggu depannya Donald sudah memutuskan wanita itu tanpa penjelasan yang pasti..dasar pecundang! tahunya hanya ingin memanfaatkan wanita saja!" wanita kedua menjelaskan dengan nada yang mencibir.


Plakk!


Tiba-tiba satu tamparan melayang ke pipi wanita itu, dan membuat wanita tersebut mundur satu langkah akibat tamparan itu.


"A..apa yang kau lakukan!" jerit wanita itu memegang pipinya.


Matanya memandang Janet dengan mata terbelalak, mereka berdua terkejut dengan apa yang dilakukan Janet.


"Sekali lagi kalian menghina suamiku pecundang, aku akan memberi pelajaran lagi pada kalian..suamiku seorang pria normal, kalian selidiki dulu siapa sebenarnya Donald Jhonson, baru kalian bisa bicara sesuka hati kalian kalau apa yang kalian katakan itu benar..aku lebih mengenal suamiku lebih dalam dari pada kalian berdua!" kata Janet dengan suara yang tajam.


Janet tidak terima Donald dihina dan menjadi bahan lelucon, hanya karena Donald lebih banyak berteman dengan Jerry.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2