Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 54.


__ADS_3

Leticia menemui Bibi Lina di dapur, memberitahukan pada Bibi Lina agar membuat sup ikan khusus untuk luka Damian.


Bibi Lina dengan sigap menyuruh tukang kebun Mansion untuk membeli ikan gabus.


Hanya ikan itu yang cocok bagi seseorang terluka.


Kata Bibi Lina dia akan menyiapkan dalam tiga puluh menit sup ikan khusus untuk Damian.


Leticia membuat susu hangat untuk Damian, dan membuat sarapan apa adanya dulu.


Leticia membersihkan diri dulu baru dia akan membawa sarapan Damian.


Lima belas menit kemudian dia selesai membersihkan diri.


Lalu membawa sarapan Damian naik keatas.


Damian terlihat telah bangun dari tidurnya, dan tengah bersandar ditempat tidur sambil mengkotak-katik ponselnya.


Leticia meletakkan sarapan Damian di nakas.


"Tuan, apakah anda mau membersihkan diri dulu?" tanya Leticia.


Damian mengangkat kepalanya memandang Leticia.


"Ya, aku akan membersihkan badan sebentar" jawab Damian.


Kemudian meletakkan ponselnya, lalu perlahan turun dari tempat tidur.


"Tangan yang luka jangan sampai kena air Tuan!" Kata Leticia mengingatkan Damian.


"Iya!" jawab Damian.


Damian menutup pintu kamar mandi setelah masuk kedalam kamar mandi.


Leticia mulai membersihkan tempat tidur, mengambil ponsel Damian yang diletakkan Damian di tempat tidur.


Dan meletakkannya di nakas.

__ADS_1


Menarik sprei tempat tidur dan menggantinya dengan yang baru.


Begitu juga dengan sarung bantal, menggantinya dengan yang baru.


Memasukkan sprei dan sarung bantal kotor kedalam keranjang pakaian kotor.


Leticia membuka tirai jendela lebar-lebar agar cahaya matahari masuk ke kamar, dan membuka pintu balkon agar udara masuk kedalam kamar.


Leticia mengambil sedotan debu dari lemari khusus alat pembersih didekat pintu kamar mandi.


Dan mulai menyedot debu kamar.


Tidak lama kemudian Damian keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk saja.


Damian melihat Leticia begitu sangat rajin dalam hal bersih-bersih rumah, mungkin karena sudah suatu kebiasaan dilakukan oleh Leticia.


Leticia menoleh pada Damian, dan melihat Damian hanya memakai handuk saja.


Cepat-cepat Leticia mengalihkan pandangannya.


"Baju anda di walk in closet Tuan, aku mau membersihkan kamar dulu!" sahut Leticia melanjutkan kerjanya menyedot debu di karpet lantai kamar.


Leticia memandang punggung kekar Damian yang memasuki walk in closet.


Leticia tidak percaya melihat perubahan Damian yang begitu banyak, dia seperti suami yang takut istri.


Leticia tidak ingin memikirkan lebih banyak tentang perubahan Damian tersebut, dia mau lihat sampai kapan Damian bertahan dengan sikapnya itu.


Sebelum Damian selesai berpakaian, Leticia sudah menyelesaikan tugasnya membersihkan kamar.


Membersihkan alat sedot debu, membuang debu kedalam keranjang sampah.


Dan mengembalikan pembersih debu kembali kedalam lemari alat bersih-bersih.


Damian tidak lama kemudian keluar dari dalam walk in closet.


Drrrtt!

__ADS_1


Ponsel Damian diatas nakas bergetar.


Dengan langkah panjang Damian menuju nakas, dan mengambil ponselnya.


"Halo!" sahutnya setelah ponsel diangkat.


Setelah mendengar apa yang dikatakan seseorang di seberang sana Damian pun menjawab.


"Baik" setelah itu Damian mematikan ponselnya.


Lalu meletakkan ponselnya kembali diatas nakas.


Baru saja dia letakkan, ponselnya kembali bergetar.


Damian melihat nama yang muncul dilayar ponselnya.


Damian tampak tidak ada niat menjawab panggilan pada ponselnya, dia mengabaikannya dengan menekan layarnya, dan meletakkannya kembali ke atas nakas.


"Ini sarapan anda Tuan!" sahut Leticia, lalu memberikan susu hangat dan roti isi buatannya untuk sarapan Damian.


Damian menerima sarapan yang diberikan Leticia, lalu duduk di sofa, dan mulai mencicipi sarapannya.


Kembali ponselnya bergetar.


Damian tidak memperdulikannya, dia menikmati sarapannya dengan lahap.


Tok! tok! tok!


Pintu kamar ada yang mengetuk.


Leticia bergegas membuka pintu kamar, dan tampak diambang pintu berdiri Jenson asisten sekaligus sopir Damian.


"Nyonya, tukang renovasi kamar utama telah datang, apakah anda bersedia untuk memberi instruksi pada pemborongnya untuk merenovasi sesuai apa yang anda inginkan?" tanya Jenson dengan sopan pada Leticia.


"Eh..!" Leticia kaget, dia bingung kenapa jadi dia yang mengatur untuk merenovasi kamar Damian.


Damian didalam kamar terlihat tenang memakan sarapannya, dia terlihat duduk santai menikmati sarapannya.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2