
Damian melepaskan pelukannya, lalu menatap wajah istrinya, menangkup wajah imut itu dikedua telapak tangannya.
Lalu mendaratkan kecupannya ke bibir istrinya yang menjadi candunya.
"Apakah Nyonya Damian sudah bersedia untuk memijat tubuh Tuan Damian yang terasa penat ini?" tanya Damian dengan senyuman mesum.
Letisia melihat senyuman suaminya yang sedikit lain, hanya bisa tidak terlalu memperdulikan senyuman yang penuh arti itu.
"Baiklah, ayo..aku pijat!" Letisia turun dari pangkuan Damian.
Letisia masuk kedalam kamar, lalu mempersiapkan apa yang akan diperlukan untuk memijat.
Dengan senyuman yang mengembang begitu lebar dibibir Damian, ia melangkah masuk ke kamar.
Letisia telah menunggunya untuk memijat nya, dan langsung mendekati Damian yang datang berjalan kearahnya.
"Bajunya dibuka semua, dan berbaringlah ditempat tidur!" kata Letisia, lalu mulai membuka kemeja suaminya.
"Baik Nyonya..!" kata Damian patuh, dia tampak begitu senang.
Damian membiarkan istrinya membuka kemejanya, dan menanggalkan nya dari tubuhnya.
Setelah Damian menanggalkan pakaiannya, dan kemudian dia hanya memakai pakaian dalam saja.
Letisia kemudian mulai memijat suaminya, memulai dari tangan dulu.
Tangan kecil itu ternyata memiliki tenaga yang lumayan juga, Damian merasakan tekanan tenaga istrinya memijat tubuhnya begitu terasa.
"Sayang..apakah kau pernah memijat, ini terasa sekali tekanan tenaga yang kau kerahkan!" sahut Damian yang tengah telungkup mendapat pijatan di punggungnya.
"Tidak pernah, ini baru pertama sekali memijat!" kata Letisia, lalu duduk dipunggung Damian untuk memijat bagian bahu dan tengkuk suaminya.
"Tubuhmu terasa ringan sayang, aku tidak merasakan berat dari badanmu duduk dipunggung ku!" sahut Damian.
"Baguslah, kalau berat pasti tubuhmu akan remuk kalau aku duduk dipunggungmu sayangku!" kata Letisia menambah tekanan pada pijatannya.
"Terlalu ringan sayang, naik kan lagi berat badanmu!"
__ADS_1
"Terlalu berat, nanti sayangku tidak bisa membopongku lagi!"
"Kau senang dibopong ya!"
"Iya, tidak capek berjalan..ada yang angkat kan lumayan..hihii!" Letisia terkikik merasa lucu dengan jawabannya sendiri.
Damian benar-benar gemas mendengar perkataan istrinya itu, dan apa lagi mendengar tertawanya yang ceria.
Damian membalikkan badannya, dan Letisia langsung ambruk jatuh ke tempat tidur.
Dan, Letisia masih cekikikan, masih merasa lucu dengan jawabannya tadi.
Damian menindih Letisia, selama mereka berumah tangga, Letisia belum pernah tertawa sesenang ini.
Ini benar-benar kejutan bagi Damian, istrinya semakin hari semakin imut saja dan sikap dinginnya semakin berubah hangat.
"Jadi, kau pura-pura menolak kalau aku bopong ya..sebenarnya begitu senang ya!" ujar Damian mulai ikut tertawa juga, dia sangat senang mengetahui istrinya begitu suka kalau dibopongnya.
Tangan Damian memegang pinggang Letisia, tapi karena Letisia masih merasa lucu, pegangan tangan Damian di pinggangnya malah memicu dia semakin tertawa geli.
Letisia merasa kegelian dipegang Damian.
Damian juga ikut tertawa, dan tawa mereka pun meledaklah dengan kencang memenuhi kamar mereka.
Air mata Letisia sampai keluar tertawa terpingkal-pingkal, dan membiarkan Damian menaikkan tubuhnya keatas tubuh suaminya itu.
Dan, kini posisi Letisia berbaring telungkup diatas tubuh Damian, tubuhnya dipeluk Damian dengan erat.
"Kau sungguh menggemaskan sayang!" Damian mengecup puncak kepala Letisia.
Masih dengan sisa-sisa tertawanya, Letisia mengangkat wajahnya menatap wajah Damian.
Letisia lalu mengalungkan tangannya pada leher suaminya yang berbaring dibawahnya.
"Posisi kita kenapa jadi seperti ini sayangku?" tanya Letisia.
"Aku takut menindihmu karena berat badanku, aku ingin memelukmu..aku geregetan, jadi posisi yang cocok seperti ini, jadi kau tidak merasakan beban berat dari tubuhku!" kata Damian menjelaskan.
__ADS_1
"Oh, ternyata seperti itu..apakah kau tidak mau dipijat lagi sayangku?" tanya Letisia menarik tubuhnya semakin naik, agar lebih dekat kewajah suaminya itu.
Letisia mendekatkan wajahnya kewajah Damian, dan nyaris bersentuhan.
"Sepertinya aku sekarang ingin bermesraan denganmu sayang..pijatan mu telah menyegarkan aku ingin merasakan kemesraan kita berdua," gumam Damian.
Mata mereka saling menatap tidak berkedip.
Tangan Damian perlahan mengelus pipi istrinya yang merona, lalu perlahan menjalar kebalik leher Letisia.
Dengan pelan, tangan Damian menarik tengkuk Letisia semakin mendekat, dan bibir mereka pun saling bersentuhan.
Perlahan bibir Damian terbuka mencium bibir Letisia, dan dengan pelan bibir Damian mulai mengulum bibir Letisia.
Mata Letisia terpejam saat bibir Damian mencium bibirnya, dan membuka bibirnya untuk membalas ciuman suaminya.
Mereka saling berciuman dengan mesra, saling mencari lidah, dan saling memilin dengan lembut.
Damian membalikkan tubuhnya dengan perlahan, dan Letisia sekarang dibawahnya.
Menyentuh setiap inci tubuh istrinya dengan belaian yang lembut.
Dan, tidak tahu bagaimana caranya, pakaian Letisia sudah teronggok semuanya di lantai kamar.
Dan, pakaian dalam Damian juga ikut teronggok di lantai kamar, dan mereka sama-sama polos.
Letisia tidak tahu siapa yang memulai, dan apa yang dikatakan suaminya, dia tidak ingat karena begitu menikmati ciuman mereka yang terasa menghanyutkan.
Letisia merasakan sesuatu dibawah sana memasuki dirinya, dan sontak membuat dia tercekat.
Lengannya dengan erat merangkul leher suaminya dengan erat, memperdalam ciuman mereka.
Sampai akhirnya, mereka sama-sama bergetar merasakan sesuatu yang meledak dibawah sana.
Berpelukan semakin erat, memperdalam rasa yang begitu menyenangkan.
Sehingga mereka sama-sama terkulai dengan perasaan puas, dan bahagia.
__ADS_1
Saling berpelukan dengan penuh rasa cinta, dan kemudian tertidur dibawah selimut.
Bersambung......