Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 127.


__ADS_3

Letisia merasa gugup masuk ke ruang sidang, semenjak dia menikah dengan Damian, tidak pernah lagi bertemu dengan kedua orang tua angkatnya.


Karena masalah tabrak lari, akhirnya mereka bertemu lagi walau tidak pernah diharapkannya untuk bertemu.


Langkah kaki Letisia terasa berat memasuki ruang sidang, dan benar saja seperti dugaannya, orang tua angkat Letisia langsung emosi begitu melihat Letisia berjalan memasuki ruang persidangan.


"Dasar anak tidak tahu balas budi..dibesarkan dari kecil, sekarang kau balas orang tua yang membesarkan mu dengan air tuba..kau memang dasar anak sialaann!!" teriak Hendra dengan suara kencang begitu melihat Letisia memasuki ruang sidang.


Damian langsung melindungi istrinya itu ke balik tubuhnya, ditatapnya dengan tajam Hendra Augustine yang datang mendekat ingin melakukan sesuatu pada Letisia.


Dua petugas menarik Hendra untuk kembali ke tempat duduknya.


Tatapan mata Damian yang tajam membuat Hendra menciut, dia merasa takut juga ditatap Damian dengan tajam.


Damian membawa Letisia ke meja penuntut.


Tiba-tiba sebuah sepatu melayang melewati kepala Letisia saat akan duduk di kursi meja Penuntut, dan disusul dengan suara teriakan suara seorang wanita.


"Dasar anak tidak tahu diri..anak haram, anak sialan..sudah dibesarkan tapi tidak tahu balas budi..kau berani-beraninya mau menjebloskan orang tua yang sudah mengambil mu dari tempat kumuh, dan membesarkanmu..kau tidak seharusnya dikasihani!!"


Wajah Damian langsung menggelap mendengar teriakan wanita itu, dengan langkah cepat dia menghampiri wanita yang berteriak histeris tersebut.


Plakk!!

__ADS_1


"Jaga mulutmu kalau bicara, aku pastikan kalian akan menerima balasan yang telah kalian lakukan pada istriku!!" kata Damian dengan tajam.


Wanita yang kena tampar terdiam, tidak bergemimg melihat Damian menatapnya dengan tajam.


Wanita itu mundur melihat Damian masih terus menatapnya, aura Damian terasa sangat menakutkan.


Damian mengmbil sepatu yang tadi dilempar wanita itu, dan kembali melemparnya kepada wanita itu.


"Aaa..!!" teriak wanita itu ketakutan melihat sepatu melayang ke arahnya, dan sontak membuat dia mundur dengan cepat sehingga terjerembab, dan terduduk dilantai.


Sepatu melayang dan mendarat tepat di depan wanita itu, yang nyaris saja mengenai kakinya.


Tubuh wanita itu gemetaran, Damian memang benar sesuai apa yang dirumorkan, sangat menakutkan.


Wanita itu salah memprovokasi Letisia di saat ada Damian, seharusnya saat tidak bersama dengan Damian, barulah dia akan membalas Letisia.


Seorang petugas wanita mendekati wanita itu, menarik tangannya untuk berdiri, dan membawanya ke meja tertuduh.


Damian kembali ke meja penuntut, dan memeriksa Letisia apakah ada terluka terkena lemparan wanita tadi.


"Apakah kau ada terluka sayang?" tanya Damian.


"Tidak, aku baik-baik saja!" jawab Letisia.

__ADS_1


"Untung saja sepatu itu tidak mengenai mu...kalau tadi mengenai kepalamu, aku tidak akan ajukan tututan lagi..aku langsung memenjarakan mereka tanpa perlu disidang lagi!" kata Damian penuh amarah.


Tidak berapa lama sidang dimulai, Hakim ketua memasuki ruang sidang.


Pengacara Damian maju untuk mengajukan tuntutan pada Hakim ketua, dan mengeluarkan berkas-berkas tuntutan kepada tertuduh kehadapan Hakim ketua.


Hakim ketua memeriksa berkas yang diberikan pengacara penuntut, lalu mempersilahkan pengacara penuntut untuk mengajukan tuntutannya kepada tertuduh.


Hendra Ayah angkat Letisia duduk di kursi tertuduh, dan bersiap mendengar pengacara penuntut mengajukan beberapa pertanyaan padanya.


"Pada tanggal dua puluh, jam tiga sore anda memerintahkan seseorang mengikuti Tuan Damian, dan memerintahkan orang tersebut untuk mencelakai Tuan Damian..apakah benar?" tanya pengacara penuntut.


"Tidak, saya tidak pernah memerintahkan siapapun untuk mencelakai seseorang!" jawab Hendra dengan cepat.


"Tapi, pria yang anda sewa tersebut mengaku, kalau anda yang menyuruh dia untuk mencelakai Tuan Damian!" kata Pengacara penuntut.


"Tidak, saya tidak ada uang untuk menyewa seseorang melakukan hal yang berbahaya seperti itu!"


"Benarkah, tapi didalam transaksi pembayaran pada lelaki yang menabrak Tuan Damian, tertulis nama anda!" kata Pengacara penuntut dengan tenang.


Lalu dilayar proyektor yang ada diruang sidang menyala, dan menampilkan satu lembar kertas putih bukti transfer jumlah uang yang terkirim atas nama Hendra.


Sontak wajah Hendra berubah, begitu juga wanita yang tadi melempar sepatu pada Letisia.

__ADS_1


Wajah mereka terlihat pucat.


Bersambung.....


__ADS_2