Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 78.


__ADS_3

Letisia meletakkan mangkuk sup ke atas meja, dia ingin menanyakan lebih jauh lagi mengenai masalah dirinya yang dikorbankan untuk menjadi pelunas hutang ayah angkatnya.


" Apakah Tuan mau memberitahukan padaku...seberapa banyak kah hutang Ayah angkatku pada anda Tuan?" tanya Letisia dengan hati-hati.


Damian memandang Letisia dengan tatapan sedikit menyelidiki, kenapa Letisia ingin tahu tentang hutang Ayah angkatnya.


" Sayang...kenapa kau ingin mengetahuinya?"


" Aku hanya penasaran saja...kenapa Ayah angkatku tidak bisa membayarnya, karena seingatku..kehidupan orang tua angkatku sangat kaya dan mereka tidak pernah mengeluh masalah keuangan " kata Letisia sembari menatap mata Damian dengan tatapan penuh penasaran.


Damian menghela nafas, dia merasa ragu untuk mengatakannya pada Letisia.


Damian tidak ingin Letisia mengetahui seberapa besar hutang Ayah angkatnya.


Tapi mendengar Letisia begitu penasaran ingin tahu dengan nominal hutang tersebut, akhirnya Damian pun mengalah.


" Baiklah...aku akan katakan berapa hutang Ayah angkatmu padaku, itu di mulai dari dua tahun yang lalu dia mulai meminjam uang dengan janji akan tepat melunasinya...tapi lama kelamaan dia semakin ke enakan meminjam lagi dan lagi sehingga totalnya sampai 10 miliar " kata Damian menjelaskan tentang hutang Ayah angkat Letisia.


Mendengar penjelasan Damian tersebut, Letisia hampir jatuh terduduk sangking terkejutnya.


Itu hutang yang cukup besar, pantas saja Damian sangat marah.

__ADS_1


Dan selalu memandang sinis padanya semenjak memasuki rumah Damian, dan memperlakukannya seperti pembantu.


Sampai kapan hutang itu akan lunas kalau dihitung dengan gaji seorang pembantu, bisa seumur hidupnya untuk melunasi hutang Ayah angkatnya tersebut.


Dia saja sampai shock mendengar hutang Ayah angkatnya tersebut, ternyata sangat besar sekali.


Letisia jadi gugup setelah tahu berapa nominal hutang Ayah angkatnya, dia perlahan menundukkan wajahnya tidak berani lagi memandang Damian.


" Itu hutang yang sangat bayak sekali " gumam Letisia tanpa sadar.


" Iya, bayak sekali " kata Damian.


Dia merasakan Letisia semakin jauh untuk di dapatkannya, sepertinya Letisia jadi tertekan dengan hutang Ayah angkatnya yang begitu besar.


" Seharusnya bukan kau yang membayar hutang Ayahmu...dia yang berhutang padaku, bukan kau...aku akan menagih kembali hutang nya " kata Damian.


Tubuh Letisia gemetar memikirkan hidupnya yang tidak ada artinya dimata orang tua angkatnya, dari kecil dianggap sebagai pembawa beban dan dijadikan pembantu.


Kelahirannya yang tidak diketahui siapa orang tua kandungnya, seakan Letisia merasa hidupnya tidak seharusnya terlahir ke dunia ini kalau akhirnya dijual sebagai pelunas hutang orang tua angkatnya.


Mereka memperlakukan hidupnya bukan untuk miliknya sendiri, tapi milik mereka, jadi bisa melakukan apapun sesuai keinginan mereka.

__ADS_1


Damian melihat tubuh Letisia gemetar, dia jadi merasa bersalah telah memberitahukan berapa banyak hutang Ayah angkat Letisia.


Letisia pasti jadi terbebani mendengar hutang yang begitu banyak, dan tentu saja dia jadi shock mendengarnya.


" Sayang..." panggil Damian lembut.


Dia melihat wajah Letisia terlihat begitu datar dan pandangannya terasa dingin, raut wajahnya tidak ada ekspresi apa pun disana.


" Sayang...dengar, kau jangan memikirkan hutang mereka, aku akan menagihnya kembali...aku akan buat mereka minta maaf padamu " kata Damian seraya mendekat pada Letisia.


Dipegangnya tangan Letisia dan perlahan dia mencoba menarik Letisia dengan lembut untuk masuk kedalam dekapannya.


" Sayang..., kau sekarang seseorang yang berharga dihatiku, aku akan menjagamu dan akan selalu berada disisi mu...jangan lagi bersedih, oke?" Damian mengelus kepala Letisia dan mengecup puncak kepala Letisia dengan lembut.


Letisia masih tidak menunjukkan reaksi apa pun, dia masih hanyut dalam pikirannya sendiri.


Memikirkan perjalanan hidupnya yang getir, sedari kecil tidak pernah merasakan kasih sayang yang tulus dari orang tua angkatnya.


Kerap mendapatkan perlakuan kasar dari adik angkat dan kedua orang tua angkatnya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2