
Pintu kamar pasien terbuka, muncullah Annabelle dari balik pintu membawa makan malam Damian dan teh hangat untuk Leticia.
Annabelle melihat pemandangan yang tidak biasanya, putra dan menantunya terlihat saling berpelukan.
Sepertinya mereka baru saja selesai berbicara, membahas suatu hal antara mereka berdua.
Perlahan Annabelle melangkah masuk kedalam kamar, meletakan barang yang dibawanya keatas meja.
Annabelle tersenyum melihat putranya yang sepertinya sudah mulai berubah.
Leticia pembawa perubahan di hidup Damian, dan Annabelle merasa tindakannya waktu itu untuk memaksa Damian agar menikahi Leticia, sepertinya memang pilihan yang tepat.
"Ehem!" Annabelle berdehem.
Sudah waktunya Damian makan malam, hari sudah terlalu malam untuk makan malam.
Leticia terkejut mendengar suara batuk Annabelle tersebut, dengan cepat dia melepaskan pelukan Damian.
Damian menoleh kearah Ibunya.
"Mama, Jangan buat orang kaget dong, Leticia jadi terkejut!" sahut Damian kesal pada Ibunya.
Annabelle tidak memperdulikan apa yang dikatakan putranya tersebut.
"Ini makan malammu, makanlah nanti keburu dingin, nanti jadi tidak enak lagi" kata Annabelle.
Leticia melepaskan tangannya dari tangan Damian, lalu berjalan menuju meja untuk mengambil makan malam Damian.
Dan kembali dengan diam ke sisi tempat tidur pasien, lalu duduk ditepi tempat tidur untuk menyuapi Damian makan.
Damian begitu senang melihat Leticia berinisiatif menyuapinya makan.
__ADS_1
Dengan hati-hati Leticia mulai menyuapi Damian makan, meniup sebentar lalu menyuapkan ke mulut Damian.
Damian merasakan makanan yang di suapkan Leticia rasanya sangat nikmat sekali, terasa begitu lezat.
Dalam sekejap makan malam Damian habis mengkilap.
Leticia memberikan air minum Damian, dan sekali teguk air minum tersebut habis diteguk Damian.
Kemudian Leticia memberikan obat yang harus diminum Damian, dan meminumnya dengan cepat.
Annabelle melihat semua bagaimana Leticia mengurus Damian, dia begitu senang melihat Leticia walaupun masih muda, tapi sikapnya seperti wanita dewasa.
"Sepertinya Mama tidak diperlukan lagi disini, Mama pulang dulu!" sahut Annabelle seraya meraih tasnya.
Tiba-tiba pintu kamar pasien ada yang membuka dengan kencang, dan muncullah dari luar seorang wanita cantik dengan wajah cemas.
"Damian...sayangku, kenapa kau bisa masuk rumah sakit, kau sakit apa?!" seru wanita tersebut dengan khawatir seraya dengan langkah cepat mendekati tempat tidur pasien.
Wanita tersebut terkejut dengan teriakan Damian.
"Siapa kau?!" sahut Annabelle tajam.
"Tante, aku kekasih Damian, aku calon istri Damian...Tante tidak ingat lagi denganku?" tanya wanita tersebut menoleh pada Annabelle.
Damian memencet bel diatas tempat tidur tanpa berhenti, wajahnya sudah menggelap penuh amarah.
Dalam sekejap Dokter dan para perawat tergesa-gesa datang ke kamar Damian.
"Ada apa Tuan, apakah lukanya bermasalah?" tanya Dokter dengan khawatir.
Dengan cepat tangan panjang Damian menyambar gelas bekas minumnya tadi, dan melemparkannya ke lantai.
__ADS_1
Pranggg!!
Dokter dan yang lainnya terkejut melihat Damian melemparkan gelas tersebut.
"Sebelumnya aku sudah katakan jangan ijinkan siapapun yang masuk ke kamarku tanpa seijin ku! kenapa perempuan ini bisa masuk ke kamarku tanpa ada yang mencegah?!" teriak Damian marah.
Dokter tersebut langsung pucat.
"Ini pasti ada kesalahan Tuan, mungkin...."
Damian menarik infusnya dengan paksa, dan melemparkan selang infus dengan kasar.
"Ruang VVIP, tapi tidak sesuai dengan namanya! panggil Direktur rumah sakitnya, aku akan menarik semua investasiku, menjengkelkan! pelayanan ruang VVIP sialan!!" teriak Damian marah.
Wanita yang tadi datang masih menunjukkan wajah cemasnya, dia mencoba mendekati Damian lagi.
"Sayang..." panggilnya dengan cemas
"Siapa kau! berhenti disitu brengsek! sesuka hatimu masuk ke kamar pasien, siapa sayangmu, sialan! kau wanita murahan dari mana! aku sudah menikah, mana petugas keamanannya, seret dia pergi!!" teriak Damian.
"Tidak! masa kau tidak kenal denganku, aku Jennie kekasihmu!" sahutnya dengan raut wajah yang cemas.
"Sialan!" maki Damian tidak senang, dia paling benci ada pengganggu yang mengacaukan ketenangannya.
Damian mengambil ponselnya, dan menelepon seseorang.
"Cepat datang kemari, urus semua masalah rumah sakit, aku akan dirawat di rumah saja!"
"Kau pergilah! putraku tidak mengenalmu, kau jangan mengaku-ngaku calon istri putraku, dia sudah menikah!" sahut Annabelle tajam pada wanita cantik yang bernama Jennie tersebut.
Annabelle menarik tangan wanita itu untuk pergi keluar dari kamar pasien tersebut.
__ADS_1
Bersambung....