Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya

Tuan Arogan Takluk Pada Istri Kecilnya
Part 157.


__ADS_3

Donald akhirnya berhasil menyelesaikan malam pertamanya dengan sempurna dengan Janet, dengan sayang tubuh Janet ditariknya merapat padanya.


Menarik selimut menutup tubuh mereka berdua, dan kemudian mereka pun tertidur dengan nyamannya.


Esok harinya di Mansion Damian, jam sembilan pagi Damian dan Letisia bersiap akan berangkat berbulan madu.


Dan, sekarang mereka disini dikamar suite di sebuah Resort yang begitu indah, pemandangan pantai yang sangat bersih dan indah.


"Bagaimana? apakah kau suka sayang?" tanya Damian.


"Iya, pemandangannya sangat indah, aku suka!" kata Letisia begitu senangnya.


"Mari kita kepantai jalan-jalan, menikmati suasana pantai!" Damian meraih tangan istrinya, menggenggam tangan kecil istrinya.


Mereka berjalan dipantai bergandengan tangan, menyusuri tepi pantai.


Angin pantai terasa kencang menerpa wajah mereka, dan terasa dingin.


"Ayo mari duduk disana!" Damian menunjuk satu bangku panjang tidak jauh didepan mereka.


Merekapun duduk, dan memandang lautan yang begitu luas, angin laut terasa semakin kencang menerpa wajah.


Damian menarik Letisia merapat padanya.


"Apakah kau mau main air?" tanya Damian meletakkan dagunya dengan lembut diatas puncak kepala Letisia.


"Iya, aku mau, tapi aku takut terbawa air masuk kedalam sana!" tunjuk Letisia menunjuk lautan lepas.


"Tidak sayang, aku akan ada disampingmu melindungi mu!" kata Damian.


"Baiklah, ayo kita ke air!" kata Letisia jadi semangat.


"Ayo!" Damian bangkit dari duduknya, lalu menarik tangan Letisia untuk masuk ke air.


Letisia menjerit sembari tertawa merasakan ombak laut menerpa kakinya, dan membasahi ujung celana jeans nya.


"Mari lebih kedalam lagi!" sahut Damian menarik tangan Letisia.


"Sayangku, kita harus ganti baju renang kalau ingin bermain air lebih kedalam lagi!" sahut Letisia.


"Tidak usah, pakai pakaian ini saja, aku tidak mau tubuh seksi mu dilihat banyak orang!" kata Damian tidak ingin berganti pakaian.


"Oke, baiklah!" sahut Letisia mengalah.


Letisia menyiram air kewajah Damian sembari tertawa senang, dan Damian dengan cepat mengelak.


Tapi air tetap saja mengenai wajahnya walaupun sudah mengelak.


Mereka berdua saling kejar-kejaran, sampai Letisia terjatuh ke air karena Damian berhasil menangkapnya.


Membawa Letisia kedalam dekapannya, memeluk tubuh Letisia yang berupa berontak sembari tertawa cekikikan.

__ADS_1


Mereka terlihat begitu bahagia satu sama lain.


...*********...


Satu minggu mereka selesai berbulan madu, begitu juga dengan Donald dan Janet.


Kehidupan mereka kembali ke hari-hari biasanya, penuh rasa cinta dan semakin terasa mesra karena badai rumah tangga mereka yang menyakitkan telah berlalu.


Begitu juga dengan Donald dan Janet, mereka menempati rumah baru mereka, memulai kehidupan baru mereka menjalani biduk rumah tangga mereka.


Dan, Donald meminta pada kakaknya Damian untuk memberikan kursi Direktur padanya, karena dia tidak ingin lagi berkecimpung didunia Aktris.


Donald tidak ingin mendapat rumor yang nantinya akan membuat rumah tangganya goyah.


Donald juga tidak ingin membuat Janet cemburu melihat dirinya dilirik wanita lain nantinya, walau dia sendiri tidak ada berkeinginan untuk mendekat pada wanita mana pun.


Karena kalau seorang wanita menyukai seorang pria, baik yang masih lajang ataupun sudah berkeluarga, seorang wanita bisa menjadi seekor rubah yang menakutkan.


Donald hanya mencintai istrinya saja, jadi dia akan tetap menjaga keharmonisan rumah tangganya, sampai hari tua mereka.


Tidak terasa empat tahun berlalu.


Mansion Damian terlihat ramai, satu meja panjang di taman belakang tampak sudah tersedia beberapa menu makanan.


"Sayang...Cris, jangan berlarian nanti jatuh!" teriak Letisia pada seorang anak kecil berumur tiga tahun.


"Papa!" teriak anak kecil itu dengan suara kecilnya, dengan kaki pendeknya berlari menuju Damian yang baru pulang dari kantor.


Cris menghambur kepelukan Damian, dan tubuh kecilnya diangkat Damian, dan mendekapnya dengan erat.


Damian tertawa senang, putranya memberikan ciuman ke pipinya.


"Aku sayang Papa!" kata suara kecil Cris.


"Papa juga sayang sama Cris!" ucap Damian mengecup pipi putranya yang tembem.


Letisia datang menghampiri suami dan putranya tersebut.


"Hai sayang, bagaimana keadaanmu hari ini?" tanya Damian mendarat kan ciumannya ke bibir Letisia.


"Baik sayangku!" jawab Letisia.


"Ayo sini, nanti makanannya keburu dingin!" teriak Annabelle.


Tampak keluarga Jhonson berkumpul di taman belakang, merayakan satu bulan kehamilan Janet.


Janet pernah satu kali keguguran, dan kali ini hamil keduanya membuat semua keluarga Jhonson bersuka cita.


Semoga hamil kedua Janet tidak mengalami keguguran lagi, dan mereka begitu senang melihat Donald yang begitu bahagia istrinya akhirnya hamil lagi.


Suasana taman belakang terlihat begitu ramai dengan canda dan tawa keluarga Jhonson yang berbahagia.

__ADS_1


Amira yang ketus pada Letisia dan Janet, sekarang sudah bisa menerima kedua kakak iparnya tersebut.


Dan dia tidak ingin lagi berteman dengan Rita yang selalu ingin mencari perhatian pada Damian.


Rita selalu menelepon Amira dari luar negeri, tapi Amira sudah tidak ingin meladeninya lagi.


Setiap Rita meneleponnya, Amira selalu mematikan ponselnya agar Rita tidak bisa menghubungi nya lagi.


"Ini sayang, cucu ku yang tampan, makan sayur baik untuk tubuh!" Annabelle menyuapkan sayur kedalam mulut Cris.


Dan Cris dengan patuh membuka mulutnya lebar-lebar, menerima sayur yang disuapkan Neneknya itu.


Semua tertawa senang melihat Cris yang patuh, benar-benar menggemaskan semua orang.


Keluarga Jhonson begitu bahagia sepanjang hari melihat kelucuan putra Damian dan Letisia. Dan akan lebih ceria lagi menantikan anggota keluarga Jhonson berikutnya.


SELESAI.


Halo para Readers...terimakasih semuanya bagi yang menyukai novel ku. 🤗🤗🤗


Semoga ending novel 'TUAN AROGAN TAKLUK PADA ISTRI KECILNYA' memuaskan para Readers semuanya. 😊😊😊


Aku senang mempromosikan novelku yang lainnya, dan semoga para Readers menyukai alur ceritanya, dan ada yang lagi tahap revisi.




SUAMIKU BUKAN SAMPAH.




JANGAN MENDEKAT GADIS KECIL.




AKU ADA UNTUKMU.




KEMARILAH JANGAN MENJAUH.



__ADS_1


Terimakasih buat semuanya.. 🙏🙏🙏


__ADS_2